One Love - 42

1.5K 44 1
                                        

Part sebelumnya, , , ,
Pitaloka terbangun dari tidurnya karna mendengar suara.
"Pita! Kamu sudah bangun Nak??! Ini bibi Nak?!"
"Bibi?? Paman??! Kalian ada di sini??!"
"Iya Nak kami ada di sini!" ucap pak Abu.
Pitaloka hanya melihat sekilas ke arah Gumara yang berada di sisinya, lalu memalingkan wajahnya.
"Pergi!, , , ,

"Pergi! Aku tidak ingin melihatmu! Untuk apa Kau ada disini??!!" ucap Pitaloka dengan nada bergetar pada Gumara.

Sontak saja orang – orang yang berada di ruangan itu kaget mendengar ucapan Pitaloka. Semuanya menoleh ke arah Gumara.

"Aku ingin melihatmu!! Aku ingin berada di dekatmu!! Aku juga ingin menemanimu!! Aku ingin disini bersamamu!! Menjagamu!!" ucap Gumara lirih.

"Tapi aku tidak mau melihatmu!! Aku tidak mau kau menemaniku!! Aku tidak mau kau ada disini!! Aku minta kau pergi!!"

"Pita!? Apa yang kamu katakan nak!!?? Gumara di sini untuk menjagamu Pita!!" seru bu Puspa sambil merangkul Pitaloka.

"Pita tidak mau melihatnya bi!! Pita tidak mau melihatnya!! Suruh dia pergi bi!! Pita tidak ingin bertemu dengannya!!" ucap Pitaloka sambil memeluk tubuh bu Puspa.

Gumara begitu sedih karna sepertinya Pitaloka begitu membencinya. Ia tahu Ia memang salah karna sudah membuat keadaan Pitaloka seperti ini. Ia menatap Pitaloka lekat dengan mata memerah menahan tangisnya. Tapi Pitaloka terus - terusan memalingkan wajahnya dari tatapan Gumara, Ia tetap terus mengusirnya. Bukan karna Ia membenci Gumara, tapi Ia benci pada dirinya sendiri yang tampak begitu lemah di hadapan Gumara.

"Aku mohon ijinkan aku disini menemanimu!! Aku tahu aku salah karna sudah membuatmu menjadi seperti ini!! Percayalah aku merindukanmu Pita!! Aku ingin bersamamu!! Tolong biarkan aku tetap disini!! Biarkan aku disisimu!! Aku tak ingin jauh darimu!!" ucap Gumara yang mencoba untuk mendekati Pitaloka.

Namun Pitaloka kian menangis karna Ia ingin Gumara menjauh dari dirinya.

"Aku bilang aku tidak ingin melihatmu!! Pergi dari hadapanku!! Pergiiii!!" teriak Pitaloka.

Karna Pitaloka terus histeris Limbubu pun menyuruh Gumara untuk keluar agar Pitaloka sedikit tenang.

"Ayo Mara!! Kita keluar!!!" ucap Limbubu.

"Tapi Lim!!!"

"Ayo lah!! Aku yakin Pitaloka butuh waktu!! Percayalah!!" ucap Limbubu lagi dan mendorong pelan tubuh Gumara untuk keluar dari ruangan itu.

Masih dengan menatap Pitaloka dengan lembut akhirnya dengan berat hati Gumara pun menuruti ucapan Limbubu karna Ia juga tidak ingin terjadi sesuatu pada Pitaloka nantinya. Mereka keluar dan duduk di bangku lobi ruang tunggu.

# # # #

"Pita ini aku bawakan buah – buahan untukmu!! Kamu makan ya!! Kamu mau makan buah apa??!! Biar aku ambilkan!!" ucap Ratna yang mencoba menahan tangisnya.

"Terima kasih Ratna!! Maaf ya aku sudah merepotkanmu!!"

"Jangan bicara seperti itu Pita!! Aku merasa tidak direpotkan!! Aku malah akan senang jika kamu merepotkan aku!!" ucap Ratna yang kini sudah berderai air mata karna sudah tidak bisa membendung air matanya lagi saat melihat Pitaloka.

"Ratna kenapa kamu menangis!?"

"Tidak Pita!! Aku tidak menangis!!"

"Kamu jangan bohong Ratna!!"

Ratna tak bisa mengelak lagi. Ia pun langsung memeluk tubuh Pitaloka dengan erat. Pitaloka pun ikut menangis. Ia tahu sahabatnya ini sangat mengkhawatirkannya.

One Love (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang