Part Sebelumnya, , ,
"Tidak apa - apa!! Aku akan disini menikmati acara ini. Kau pergilah. Jangan permalukan ayahmu dan keluargamu hanya karna masalah kecil ini!! Lagi pula ayahmu benar. Aku belum menjadi anggota keluarga ini!!" ucap Pitaloka sambil menatap Gumara membesarkan hati Gumara dan tentu saja hatinya. Gumara akhirnya mengikuti perkataan Pitaloka. Ia berjalan mengikuti ayah dan ibunya dari belakang. Pitaloka menatap punggung Gumara yang perlahan menjauh darinya.
"Hangcinda, ini anak - anakku!! Apa Kau masih ingat pada mereka? Yang pertama Humbalang dan calon istrinya Farah. Yang ini anak keduaku Rajo Langit dan tunangannya Ratna. Yang ini Karina anak keempatku bersama pacarnya Limbubu. Dan yang ini anak ketigaku Gumara." ucap Lebay Karat sambil memperkenalkan kembali anak - anaknya pada tamunya itu.
"Owwwwhhh, , , anak - anakmu tampan dan cantik Lebay Karat!! Senang bertemu dengan kalian semua!! Sudah lama sekali kita tidak bertemu!!" ucap Hancinda.
'Apa - apaan ini!! Katanya hanya urusan keluarga saja!! Tapi kenapa Farah, Ratna dan Alim yang belum menjadi keluarga juga ada disini? Kenapa Papa tidak mengijinkan Pitaloka ikut bergabung??!!' bathin Gumara.
"Ohh iya!! Ini anakku Semidang Rindu!! Kalian pasti masih mengenalinya kan??!!" ucap Hangcinda.
"Hallo semuanya!! Gumara apa kabar? Sudah lama sekali kita tidak bertemu??!!" ucap Rindu yang langsung mencium pipi kiri dan kanan Gumara. Karina yang melihatnya langsung kesal dengan sikap Rindu. Begitu juga Ratih, Humbalang dan Rajo.
"Aku baik Rindu!! Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kegiatanmu sekarang?" tanya Gumara.
"Tidak ada!! Aku hanya dirumah dan menghabiskan waktuku dengan shooping dan berkumpul dengan teman - temanku!! Terkadang sebulan sekali aku touring ke luar negeri!! Dan Baru - baru ini aku baru saja balik dari Australi!! Lagipula apa yang harus ku lakukan??? Habisnya Bunda tidak mengijinkanku bekerja!!" ucap Rindu sumringah.
"Dasar anak manja!!" gumam Karina yang semakin jengkel mendengar ucapan Rindu dan langsung mengajak Limbubu ke tempat yang lain karna dia malas mendengar ocehan Rindu.
Dari kejauhan Pitaloka memperhatikan semuanya. Ia tahu harus memposisikan dirinya. Walaupun sebenarnya Ia sudah menduga hal ini sejak awal, namun hatinya begitu perih menyaksikan pemandangan di depan matanya. Perlahan Ia keluar dari pesta itu dan berjalan ke luar menuju pantai dan menikmati hembusan angin pantai.
# # # #
"Jadi sekarang Kau bekerja di perusahaan ayahmu Mara?" ucap Rindu yang terlihat asyik mengobrol dengan Gumara. Rindu terus berbicara tanpa dihiraukan oleh Gumara. Gumara terlihat sibuk mengedarkan pandangannya di ruangan itu mencari kekasihnya.
"Gumara, , , Hey Gumara, , , Kau dengarkan apa yang ku katakan?"
"Hheeehh???, , , oh iya Rindu aku dengar kok!!" 'Kemana dia?' gumam Gumara yang masih terus mencari keberadaan Pitaloka. Karina yang melihatnya dari kejauhan langsung datang mendekati keduanya. Tak ketinggalan Humbalang dan Rajo yang juga melihatnya juga berniat melakukan hal yang sama seperti Karina.
"Hai Rindu, kita ngobrol disana yuk!! Aku ingin mendengarkan ceritamu tentang pengalamanmu selama di Australia. Sudah lama aku tidak mendengar ceritamu!" ucap Karina sambil menarik Rindu menjauh dari Gumara.
"Hhheehhh, , , iya Karina, nanti saja ya aku ceritakan!!"
"Ayolah Rindu aku sudah tidak sabar ingin mendengar ceritamu itu!!??" ucap Karina.
"Iya Karina, tapi aku saat ini ingin bersama Gumara!!" ujar Rindu.
"Sudah lah, , , nanti kamu juga bisa bersama dengan Kak Mara lagikan?" seru Karina dengan senyum kecutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love (Complete)
RomanceCinta memang penuh misteri. Kita tidak tahu kapan dan dengan siapa kita akan jatuh cinta. Begitu juga dengan Pitaloka, Ia tak pernah meminta dan tak menyangka dengan siapa dia jatuh cinta. Dan siapa yang menyangka bahwa orang yang selama ini di ben...
