One Love - 32

1.2K 50 0
                                        

Part Sebelumnya, , ,
"Kau berkeringat sekali Pita! Kenapa hari ini kau kelihatan lelah sekali?" ucap Limbubu yang langsung mengelap keringat Pitaloka. Tanpa mereka sadari pemandangan itu di lihat oleh wanita yang sedari tadi mengikuti mereka yang tiba - tiba saja sudah berada di depan pintu rumah.

"Kau harus kuat!! Jangan tinggalkan aku ya!!? Aku sangat menyayangimu!!" ucap Limbubu pada Pitaloka yang sempat terdengar oleh Karina.

"Alim?!" ucap Karina pelan yang hampir tak terdengar namun begitu jelas ditelinga Limbubu dan Pitaloka. Sontak keduanya kaget melihat kehadiran Karina.

"Karina?!" ucap Limbubu.

"Karina!!" ucap Pitaloka dengan suara lemah.

"Pi, , , Pitaloka?!" ucap Karina yang kaget melihat Pitaloka saat ni ada di hadapannya.

"Karina kenapa kau bisa ada disini?!" tanya Limbubu.

"Harusnya aku yang bertanya!! Jadi selama ini kamu menghindar dariku karna dia?!"

"Karina!! Apa maksudmu!?"

"Aku tidak menyangka Alim!! Ternyata diam - diam kamu mempunyai perasaan dan menjalin hubungan dengan Pitaloka!! Ternyata selama ini kamu bohong Alim!! Dan apa yang kamu lakukan dibelakang aku?! Kamu tidak benar - benar mencintai aku!! Dan kamu Pita!! Kamu menghilang dari kami semua selama ini hanya untuk alasan ini!? Agar kalian bisa bersama!! Iya kan!? Kalau kamu memang mencintai Alim kenapa kamu tidak bilang dari awal!? Kenapa kamu harus menghancurkan hatiku dan juga kak Mara?!"

"Karina!! Kau ini bicara apa!?" tanya Limbubu sedikit marah.

"Karina!! Kamu salah paham!! Aku tidak, , ,"

"Cukup!! Sekarang aku tahu kenapa alasan Papa tidak menyukaimu dan tidak menyetujui kamu berhubungan dengan Kak Mara!! Aku benar - benar kecewa sama kalian!!"

"Karina!! Tolong dengarkan dulu penjelasan ku!!" ucap Limbubu.

"Sudah cukup Alim!! Tidak ada yang perlu dijelaskan!! AKu kecewa sama kamu Alim!! Mulai dari sekarang kita tidak punya hubungan apa - apa lagi?!"

Karina langsung keluar dari rumah Pitaloka sambil menangis.

"Karina, , , Karina, , ,!!" teriak Limbubu tapi Ia tak beranjak dari sisi Pitaloka karna Ia mengkhawatirkan keadaan Pitaloka.

"Kak!! Kejar Karina kak?! Kakak harus jelaskan semuanya pada Karina?! Jangan sampai dia salah paham dengan apa yang dilihatnya!!"

"Tapi Pita!! Keadaanmu, , ,"

"Jangan khawatirkan aku!! Aku tidak apa - apa!! Aku baik - baik saja!! Lebih baik kak Alim kejar Karina!! Dia lebih membutuhkan kakak dibandingkan aku!! Aku khawatir padanya kak!! Dia pergi dalam keadaan emosi!! Aku takut terjadi sesuatu padanya!!"

Tanpa pikir panjang Limbubu pun mengejar Karina.

# # # #

Sepeninggal Limbubu Pitaloka merasakan tubuhnya terasa lemah. Kepala serta seluruh tubuhnya begitu sakit. Dan kini hidungnya mulai mengeluarkan darah lagi. Ia mencoba bangkit dari duduknya untuk mengambil obat yang ada di dalam kamarnya. Namun baru beberapa langkah Ia berjalan dan belum sempat Pitaloka masuk ke kamarnya, seketika itupula Pitaloka tak merasakan apa pun lagi. Ia terjatuh di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Karina, , , Karina tolong dengarkan aku dulu!?"

"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi Alim!! Semuanya sudah jelas sekarang!!" ucap Karina masih menangis.

"Kau salah paham Karina!! Aku dan Pitaloka itu tidak ada hubungan apa - apa!! Kau tahu sendirikan kalau aku dan Pitaloka sudah lama bersahabat!!" jelas Limbubu.

One Love (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang