[34]

901 135 12
                                        

[Boom]
Aku menginap dirumah Yo, aku sudah bilang padanya tadi pagi. Dan sekarang dirumahnya aku sedang menunggunya pulang sambil menikmati cemilanku yang ku bawa setelah aku pulang dari kencanku dengan Peak sambil menonton acara televisi.

Lalu aku bangkit karena aku merasa haus. Ku pergi kedapur, namun saat aku hendak membuka kulkas aku melihat sebuah botol obat beserta obatnya berada disamping kulkas.

Aku penasaran obat apa itu? Dan mengapa berada dirumah Yo? Ku ambil dan ku buka untuk ku cium aromanya. Saat aromanya menyengat dihidungku, aku pun berpikir-pikir mengenai jenis obat apakah ini.

[Wayo]
Hujan masih mengguyur deras, dan pikiranku masih terasa berat memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya diantara hubungan kami.

Dan begitu kami melintasi sebuah kelub malam, begitu aku menengok kejendela aku melihat P'Kit berdiri didepan pintu masuk kelub malam itu sembari memegangi seikat bunga mawar.

"P'Pha. Berhentilah sebentar." Pintaku pada P'Pha.

P'Pha menghentikan laju mobilnya dan kulihat terus P'Kit tak bergerak sama sekali seperti patung.

"Bukankah itu P'Kit?" Tanyaku pada P'Pha.

"Hoi, mengapa dia berada disana?" Tanya P'Pha yang terkejut pula .

"Tunggulah sebentar, aku akan kesana." Pintaku

"Um. Hati-hati ya?"

*Klik*
Aku membuka pintu mobilnya sedikit dan ragu untuk keluar dari mobilnya karena bayang-bayang ketakutanku dimasa awal SMA ku kembali dalam benakku.

[Flashback]
Dimana masa awal SMAku aku masih belum mengetahui ketidak adilan tuhan kepadaku.

Dan pagi itu hujan turun dengan deras sekali, aku berlari hendal menerobos pagar yang hampir saja tertutup. Tiba-tiba saja nafasku melemah dan membuatku tak kuat untuk berlari lagi .

[Flashbackn Off]

Tapi ku positifkan pikiranku dan meyakinkan dirku kalau itu hanyalah masa lalu, mungkin tidak akan terjadi yang kedua kalinya.

Akhirnya ku putuskan keluar dan menutup pintu lagi sebelum aku menghampiri P'Kit.

"P'Kit. Apa yang kau lakukan disini?" Aku menanyainya.

Ia tak menjawabku, lalu tak lama kemudian P'Pha menyusulku.

"P'Kit. Ada apa denganmu. Hei, P'Kit." Ujarku yang terus berusaha menyadarkannya.

Ku rogoh-rogok saku celananya untuk mencari kunci mobilnya.

"Kit. Apa kau baik-baik saja?" Tanyanya P'Pha.

Setelah ku temukan kunci mobilnya, aku pun menyuruh P'Pha pulang biar aku yang mengantar P'Kit. Sekalian aku ingin menenangkam diriku sejenak.

"Ai'P'Pha . Kau pulanglah. Aku akan mengatar P'Kit. Lagi pula jarak rumahku dengannya tidak terlalu jauh." Ujarku.

"Apa kau tidak apa-apa?" Tanyanya.

"Um. Pulanglah."

"Baiklah. Hubungi aku setelah kau sampai dirumah ya?" Pintanya.

"Um." Jawabnya.

P'Pha lantas pergi seperti apa yang ku katakan padanya. Setelah ia pergi kemudian aku meminta P'Kit untuk pergi denganku.

"P'Kit. Ayo ku antar kau pulang." Ujarku.

"Aku tidak ingin pulang, Yo." Jawabnya tanpa sadar.
"Bisakah aku bersamamu malam ini?" Tanyanya kemudian.
"Aku ingin menenangkan diriku sebentar. Aku butuh teman." Lanjutnya berkata.

Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang