*Sepertinya ada 18+. Mohon hati-hati ya!!*
*Yang sempet nungguin tapi gak jadi di publish maaf ya? Ada sedikit revisi.*
Selamat melanjutan cerita ini!!
Terima kasih.
[Wayo]
Aku terbangun di pagi hari dengan tubuhku yang masih kurang enak dan lemas. Begitu ku buka mataku, aku langsung teringat oleh sahabatku karena semalam ia marah hebat kepadaku.
Aku pun lantas duduk dan segera beranjak pergi untuk mencari anak itu meski jalanku terpelanting-pelanting.
Ku turuni tangga dengan berpegangan pada penyangganya, hingga sesampainya dibawah aku mencium aroma tumis bawang yang mengharumkan. Langsung saja ku pergi kedapur, dan ku lihat Boom sedang memasak.
Suasana dapur tidak seperti biasa saat ia memasak, mungkin dia masih marah padaku. Bahkan ia tidak menatapku hanya melirikku saja saat aku datang.
Lalu aku lantas membuka kulkasku untuk menghilangkan dahagaku.
Sunyi sekali karena ia tidak berbicara sama sekali hanya terdengar suara wajan dan sutil saja.
Dan begitu ia meniriskan masakannya diatas piring, ia pun mulai berkata "Makanlah dan setelah itu minum obatmu."
Spechless membahagiakan untukku karena ia akhirnya mau bicara padaku.
"Hari ini kau tidak perlu kesekolah. Kau istirahat saja." Ia berkata lagi setelah beberapa saat terdiam.
"Tidak. Nanti aku bisa tertinggal pelajaran." Ujarku.
"Terserah kau. Kau memang keras kepala." Sahutnya yang kembali ketus.
Lalu ketika ia hendak pergi, ia kembali berhenti karena aku memanggilnya.
"Ai'Boom." Panggilku.
"Ada apa?" Jawabnya.
"Maafkan aku ya?" Pintaku.
Boom pergi begitu saja tanpa menerima ucapan maafku. Sedih rasanya jika seperti ini. Sahabatku ini mulai menjaga jarak denganku karena kebodohanku sendiri.
[Author]
Beam terbangun di pagi hari, tanpa ia ketahui ada tanda bibir di atas keningnya.
[Beam]
Pagiku tak sama sekali disambut olehnya. Ucapan selamat pagi pun tidak oleh P'Forth dan ia hilang entah kemana.
Tapi ku temukan secarik kertas catatan yang ia tempelkan di bantalnya. Ku ambil saja dan ku baca
Maaf aku tidak bisa membangunkanmu, tapi sebentar lagi aku akan menjemputmu.
💏
Forth
"Dasar bodoh. Ini tempatmu." Gumam LOL-ku karena aku berbicara dengan secarik kertas.
Dan aku pun lantas pergi untuk bersiap-siap pergi ke kompetisiku.
Dan begitu masuk kedalam kamar mandi dan ku tutup pintu namun penampakan yang menyeramkan muncul saat aku bercermin.
"Shiaaaa ...." Aku terkejut saat melihat keningku.
"Apa ini?" Aku bertanya-tanya.
Dan pikiranku langsung tertuju kepada siapa lagi selain dia.
[Author]
*Kreeeeeeekk ...*
Pintu terbuka karena Kit mendengar suara ketukan berkali-kali.
Namun wajahnya yang lemas itu berubah menjadi tegang saat melihat Ming berdiri didepannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
Ficção Geral[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)