Keesokan harinya pagi hari Boom membuka matanya terlebih dahulu daripada Wayo yang masih terbaring dengan sebuah buku catatan di atas perutnya yang terlungkap dengan kedua tangannya.
Boom latas duduk dan mengusap-usap matanya yang kering karena belek (pupil).
"Yo, bangunlah. Ini sudah pagi." Ujar Boom mencoba membangunkan Wayo.
Mungkin Yo terlalu lelah semalam karena tidur terlalu malam dan juga seharian ia pergi jadi saat ini ia tidak merespon Boom.
"Hei, Yo. Ayo cepat bangun, ini sudah pukul 9 pagi." Boom kembali membangunkan Yo.
Suasana pun menjadi mencekam dan tegang karena Yo tidak sama sekali mengalami pergerakan.
"Yo .. Yo !! Bangun Yo!!"
"Hei!! Yo!!"
"Yo!!"
Boom mulai mengeraskan suaranya.
"Yo!!"
"Hei!! Bangun!!"
"Yo!!"
"Buka matamu!!"
"Yo!!!"
Sejenak Boom memeriksa denyut nadi ditangan Yo, dan Boom merasakan bahwa nadinya masih berdetak. Langsung saja ia mengambil ponselnya untuk menelfon Phana, tetapi setelah diutak-atik ponselnya ternyata habis batrai.
"Shiaaa." Boom hanya bisa bergumam kesal.
Tanpa banyak berpikir lagi, Boom lantas mengambil ponsel Yo yang berada di meja belajarnya Yo. Boom lantas dengan cepat mencari nomor ponsel Phana dan segera menghubunginya.
"Selamat pagi, sayang!!" Terdengar suara Phana yang menjawab telfonnya.
"P'Pha. Cepatlah kemari, Yo ...." Ucap Boom yang begitu panik dan menjelaskan apa yang telah terjadi pada Yo.
Sementara itu Beam sedang mengantarkan Forth untuk menjalankan kemoterapi. Forth secara tiba-tiba menggenggam tangan Beam dan menggandengnya. Beam cukup terkejut melihat tingga aneh dari Forth itu.
"Hei, sudahlah. Apa kau tidak malu?" Lirihnya Beam berkata.
"Sebentar saja, ya?" Pinta Forth.
"Terserah kau saja." Jawab Beam.
Ditengah perjalanan mereka menuju ruang dokter, mereka berdua tidak sengaja bertemu dengan dokter yang akan menanganinya langsung yang sedang membawa sebuah berkas.
"Oh, kau Forth, kan?" Tanya dokter tersebut.
"Iya. Swadii krub, dokter." Jawab Forth.
"Swadii khap, dokter."
"Saya yang akan menanganimu, dokter yang menanganimu meminta bantuan kepada saya dan beliau masih belum datang. Apa kau bisa menunggu sebentar?" Ujar sang dokter.
"Tentu dokter." Jawab Forth.
Dan keributan pun terjadi ketika bed up yang membawa Yo memasuki rumah sakit tersebut dengan diiringi suara Phana yang semakin membuat suasana semakin kacau, Boom menyusul dengan membawa sebuah buku yang Yo erami pagi itu.
"Yo!! Bangunlah sayang!! Buka matamu!! Cepat, buka matamu!!" Pintanya Phana.
"Kau tidak boleh meninggalkanku, bangunlah!!" Boom meminta hal yang sama.
Lantas saja dokter tersebut menghampiri mereka dan Forth serta Beam menyusul.
"Suster, cepat bawa ke ruang ICU sekarang." Pinta dokter tersebut.
"Baik, dokter." Jawab para perawat yang membawa Yo.
Lantas mereka semua pun juga mengikuti kemana Yo akan dibawa.
Begitu sampai didepan ruang ICU, Yo dimasukan disana tetapi Phana memberontak ingin masuk.
"Maaf, selain pasien dilarang masuk." Ujar salah seorang perawat yang hendak menutup pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
Ficción General[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)