[Wayo]
Pagi harinya aku dan Boom datang kesekolah agak kesiangan tapi pelajaran belum di mulai. Kami berdua berjalan menuju kelas sembari berbicang seperti biasanya, kita juga tertawa bersama karena melucu.
Dan ketika hendak sampai didepan kelasku, semua murid melirik sinis dan bergumam padaku.
"Hei, apa benar di gay?"
"Tidak ku sangka dia seperti itu?"
"Apakah dia ingin memeras P'Pha?"
"Tentu saja dia cocok jadi uke, lihatlah betapa putih kulitnya seperti perempuan."
"Malang sekali nasib Yo, sampai harus menjadi pria VIP."
"Atau jangan-jangan pekerjaannya menjadi sexy dancer atau GIGOLO?"
Cukup pedas di telingaku, apa lagi aku mendengar nama P'Pha mereka sebut.
Begitu aku sampai didalam kelasku, ada pemandangan yang berbeda disana.
Iya, layar projector terpampang didepan papan tulis dan alatnya terletak diatas meja depan. Semua murid yang tadinya diluar kelas mulai masuk kedalam kelas kami.
Tan dan kedua temannya itu tengah tidur santai diatas meja dibagian tengah ruangan.
"Hoiih ... benar-benar melelahkan!!" Seru salah satu temannya Tan.
"Bukankah semalam begitu nikmat, Tan?" Tanya satunya lagi.
Lalu Tan pun bangun dan langsung melihat Yo.
"Ow, Yo. Kau sudah datang?" Tanya Tan.
Aku pun merasa geram sampai membuatku mengepalkan tanganku.
"Hoi, semuanya juga sudah berkumpul. Ayo kemarilah aku punya film bagus yang baru rilis tahun ini." Ujar Tan.
Lalu semua murid pun masuk melewatiku bahkan sampai ada yang menyenggolku hingga aku hampir terjatuh tetapi untungnya Boom menampahku.
Setelah semuanya duduk (ada yang duduk berdua, bertiga, sampai pangku-pangkuan) dan Tan menyuruhku duduk pula.
"Hoi, Yo, Boom. Ayo duduklah." Pinta Tan.
Lalu Tan menengok sekitar dan melihat semua bangku penuh.
"Ow, semua tempat sudah penuh." Ucap Tan.
"Kau ingin duduk dengan kami atau ... duduk ditempat banci itu?" Ucap Tan sambil melirik kearah seorang siswa berperawak banci yang menjadi operator untuk memulai filmnya.
Lalu masuklah lagi dua siswa banci berjalan lenggak-lenggok dengan anggun dan menyingkirkan kami hingga aku dan Boom terbelah sambil mereka bila "MINGGIR"
Lalu kedua banci itu berhenti untuk menyapa semuanya untuk bergabung.
"Swadii Khaa!!" Salamnya mereka.
"Apa kami boleh bergabung?" Tanya Meme si banci yang menor.
"Hei, banci masuklah. Aku ada film yang bagus untuk kita tonton." Ujar salah satu teman Tan.
"Hei, jangan manggil kami banci. Panggil kami ..." Ucap meme.
"PRINCESS ..." Sambung mereka bersama-sama sambil mengadu kedua dada mereka.
Semua pun tertawa melihat kekocakan kedua orang ini.
"Ah ... sudah-sudah. Cepat duduk sana, aku sudah mulai muak dengan kaliam berdua. Cepat duduk." Pinta Tan.
"Khaa!!" Jawab mereka berdua.
Lalu kedua orang tersebut duduk bersama si pemutar film sedangkan aku dan Boom tetap berdiri.
[Author]
Terlihat Meme memberikan sebuah flashdisk kepada si pemutar film secara sembunyi-sembunyi dan si pemutar film pun menancapkan flashdisk tersebut dan memberikam flashdisk yang sebelumnya tertancap kepada Meme disaat Tan teman-temannya sibuk meledeki Wayo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
General Fiction[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)