[54]

627 114 22
                                        

Dan pagi harinya mereka berdua pergi bersama dengan pasangan masing-masing namun Forth dan Beam menghabiskan waktu di kolam renang pagi harinya.

Mereka tengah asyik berenang saling berbalapan bagaikan di kompetisi renang. Namun terlebih dahulu Forth sampai diujung kolam, muncul dari air, dan membenahkan rambutnya kebelakang.

Badannya yang sempurnah itu terlihat begitu indah, garis-garis didadanya membentuk otot-otot yang indah menggiurkan semua orang yang melihatnya

Beam tetap berenang menghampirinya, kakinya terus terkepak-kepak didalam air, tangannya dijulurkan kedepan dan menyentuh tubuh Forth.

Munculah Beam dari air yang langsung membenahkan rambutnya ke belakang, Forth begitu menikmati keseksian Beam saat itu.

Lalu Beam mengepung Forth dengan kedua tangannya, sedikit senyuman di torehkan oleh keduanya.

"Beam. Berhentilah menggodaku." Ucap Forth.

"Kenapa? Apa hanya kau saja yang boleh menggodaku?" Timbal balik Beam.

Beam semakin mendekatinya dan semakin memperpendek jarak tubuhnya dan luput bibir mereka hampir saja bersentuhan.

Dan akhirnya Beam mengulum bibir Forth dengan lembutnya, tak lupa suara-suara manis mereka hasilkan.

Diulum-ulum bibirnya, bersilat lidah dan berputar-putar bibirnya. Dilakukan dengan begitu lembut oleh Beam.

Forth lantas menurunkan pinggangnya memegang pinggang Beam, dan tangan kanan Beam juga mulai turun dan memegang penis milik Forth. Hanya memegangnya saja tidak melakukannya hal lain.

Dan ternyata, Beam memasukan tangannya didalam celana yang dikenakan Forth kala itu. Tak hanya itu, Beam mulai melakukan kenakalannya. Yaitu perlahan menarik celana Forth kebawah dan melepaskannya.

Dan setelah itu entah apa lagi yang mereka lakukan selama berdua saja di penginapan tanoa ada Ming, Kit, Phana dan Wayo.

*Heh .. heh .. wes .. wes .. jangan banyak-banyak. Entar overdosis 😂😂*

[Wayo]
Berjalan dengan P'Pha tak ada satu haripun yang buruk untukku. Semuanya di buat indah meskipun ia selalu di kerumuni para penggemarnya.

Setelah itu kami kembali melanjutkan perjalanan kami.

Icip-icip makanan pun kami lakukan karena disekitar pinggiran jalan ada festival makanan.

"Oi! Yo. Kemarilah." Pintanya yang berdiri diujung ruang toko pakaian.

Aku menghampirinya dan tentu saja ia membeli beberapa pakaian.

[Author]
Begitu pula dengan Ming dan Kit. Ming memilihkan pakaian untuk Kit.

"Hoi, coba pakai ini." Pinta Ming yang merasa pilihan bajunya cocok dengan Kit.

"Ha? Pink, huh?" Ucap Kit yang merasa geli.

"Errr ... kenakan saja."

"Cari yang lain saja!!"

"Ayolah~" Desak Ming sambil mengedipkan mata beberapa kali.

"Hufffttt ... err ..." Jawab Kit yang terpaksa menurutinya.

Beberapa menit kemudian setelah dari ruang ganti ....

"Sudah." Ucap Kit.

Dan Ming membalikan badannya melihat Kit yang benar-benar terlihat manis dengan baju merah muda pilihannya.

"Um. Baiklah." Jawab Ming.

"Hah? Baiklah?" Kit terkejut.
"Apa kau tidak ingin pendapat lain tentang baju ini? Ini baju yang memalukan 😒" Ucapnya.

Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang