[38]

870 120 15
                                        

Malam harinya, Yo bertemu dengan Chimon seperti yang ditelfon pagi tadi.

Yo baru saja datang dan langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari letak posisi Chimon.

Dan terlebih dahulu Chimon yang tendah duduk didekat jendela melihat kedatangan Yo.

"Ow, Yo!!" Sapa Chimon yang sedikit mengencangkan suaranya dan mengangkat tangannya.

Melihat Chimon, Yo pun menghampirinya. Langsung saja Yo duduk dan mulai berbincang dengan Chimon.

"Bagaimana kabarmu, Chimon?" Tanya Yo.

"Oh. Aku baik-baik saja." Jawab Chimon.
"Bagaimana denganmu, apa kau baik-baik saja?" Tambahnya.

"Um. Aku baik-baik saja." Jawab Yo.

Chimon mengangkat tangannya lagi untuk memesan, "P' krub!!"

[Kit]
Ming mengantarku pulang sampai dirumah dengan mobilnya setelah kami disiksa oleh bocah 18 tahun itu.

Kami turun dan ia mengantarku sampai didepan pintu, setelah berada didepan pintu sejenak aku mengucapkan terima kasihku.

"Terima kasih ya. Kau sudah mengangarku." Ucap terima kasihku.

"Um. Sama-sama." Jawab Ming.

Sunyi terasa tapi aku masih menunggunya untuk pergi karena ia tak kunjung pergi.

"Kit." Ucapnya.

"Ada apa?" Tanyaku.

"Bisakah aku kembali mencintaimu? Meskipun cintaku hanya bertepuk sebelah tangan, setidaknya aku bisa mencintaimu." Ujarnya.

"Aku ingin, tapi aku bingung. Jika masalahku ini tidak menyakitimu. Aku akan coba membuka hatiku." Ujar Kit yang sedikit bingung.

Saat itulah Ming memelukku lagi, tubuhku merasa hangat saat berada dipelukannya dan nyaman. Aku pun juga membalas pelukannya itu.

"Terima kasih, ya?" Ucapnya.

"Um. Sama-sama." Jawabku.

[Wayo]
Ku bangun di pagi hari yang tidak cerah. Kenapa tidak cerah? Karena masih pukul 5 pagi.

Arrggghh .. itu karena ponselku menerima panggilan masuk dari P'Pha.

"Shiieeeyy .. ada apa P'Pha. Ini masih pagi, aku ingin tidur!!" Ucap gerutuku yang kesal dan masih mengantuk.

"Hei, bukankah kau bilang bahwa hari ini kita olahraga bersama?" Ucapnya dalam telfon.

"Ooiichhh ... jangan buat aku mengomelimu seperti P'Ming dan P'Kit, P'!! " Bas mengeluh.

"Jangan banyak bicara, aku sudah ada didepan rumahmu."

Aku sontak bangkit seperti zombie karena aku terkejut mendengarnya.

*Tuk Tuk Tuk Tuk*
Aku langsung berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesah dengan masih menjawab telefon darinya.

*Kreeeek ...*
Ku buka pintu dan ku lihat P'Pha sudah berdiri didepan pintu, mengenakan seragam olahraga, handuk kecil yang mengalungi lehernya, dan sebotol air mineral.

Kemudian P'Pha memandangi penampilanku yang masih belum bersiap-siap.

"Heh, mengapa penampilanmu seperti remaja pubertas?" Tanya P'Pha yang sedikit mengomel.

"Ouch, aku masih mengantuk!! Lain kali saja ya?" Pintaku memelas.

"Cepat ganti pakaianmu sekarang atau aku yang akan menggantikan pakaianmu sediri." Ancamnya padaku.
"Termasuk yang ada didalamnya." Imbuhnya yang membuatku terkejut.

Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang