[Author]
Dan malam telah tiba, Wayo berada didalam mobil Phana yang behenti didepan rumah Ming karna Ming ingin berangkat bersama mereka berdua dan katanya pula Kit dengannya.
*Braaaak*
*Braaaak*
Mereka menutup pintu mobil dan langsung masuk.
Sementara itu Ming tengah menyisir rambutnya dengan terburu-buru karena sudah terlambat sedangkan Kit tak ambil pusing duduk santai menunggu Ming selesai.
"Kit, mengapa kau diam saja? Ayo kita pergi." Ucap Ming yang tergesah-gesah.
"Um." Jawab Kit mengiyakanya.
Lalu ketika Ming membalikan badannya Kit melihat bahwa resleting Ming belum tertutup.
"Benarkan dulu resletingmu. Awas kalau ada yang keluar dari sana." Gurau Kit.
Ming lantas membenahkan resletingnya sambil berkata "Yang keluar juga pasti untukmu."
"Heh, kurang ajar." Sahut Kit yang sebal.
Setelah berusaha sekuat mungkin Ming tidak bisa menutup resletingnya karna macet.
"Shiaaaa ... kenapa ini macet." Gerutu Ming.
"Kemarilah. Aku bantu." Pinta Kit.
Lantas Ming berdiri dihadapan Ming dan Kit mulai membantu Ming menutup resletingnya.
"Hesstttt ... Kit. Lebih cepat sedikit. Kita bisa terlambat." Ujar Ming.
"Ini macet Ming!!" Ujar Kit.
Dan sesampilah Wayo terlebig dahulu didepan kamar Ming yang pintunya terbuka itu dan melihat kelakuan mereka berdua didalam kamar Ming dengan mata melotot.
"Hesssttt .. pelan-pelan Kit!!" Pinta Ming.
"Kau diam saja." Pinta Kit.
"Awas ... hessttt ... Uuuhhhh .... Pelan-pelan Kit!!"
"Eeeehhh ..." Kit menahan nafas sambil merapatkan giginya.
"Uuhhh .... hati-hati!! Pelan-pelan!!"
Dan kemudian Phana menyusul dan melihatnya pula. Melihat Yo melotot saat itu membuat Phana menutup mata Yo tetapi Yo melepaskannya lagi.
"HEI!!! 😬"
Bas berteriak membuat Kit terkejut dan menarik resleting ya keatas disusul dengan jering Ming yang kesakit.
*Jleeeeeb*
"Ouch .." Jerit Ming kesakitan dan lantas tersungkur dikasur.
"Aw ..." Phana nyengir kesakitan pula membayangkannya.
Iya, burung didalam sangkarnya itu terjepit reslting. Ming menjentitkan pantatnya dan menurunkan lagi, jentit dan turunkan lagi berkali-kali sampai akhirnya burungnya lepas dari jepitan resletingnya.
"Kau sudah datang Yo?" Tanya Kit yang sepchlesss tak bisa berkata apa-apa.
"Kalian berdua .... tidak dirumahku, tidak disini ... melakukan hal itu lagi." Yo mengomel.
Ming lantas duduk dan menyahuti omegan Yo dengan omelan pula.
"Heh, apa kau tidak bisa melihat apa?" Bentak Ming.
"Kenapa? Kenapa kau memeganginya terus? Apa P'Kit menggigit penismu?" Tanya Yo yang emosi.
"Ha?" Kit dan Phana terkejut.
"Heh, kau bocah sialan. Kenapa pikiranmu itu selalu buruk tentang apa yang kami lakukan, huh? Bisakah kau berpikir positif sesekali?" Ujar Ming.
"Lalu, jelaskan apa yang tadi ku lihat?" Pinta Yo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
Ficción General[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)