Masa SMA Yo telah usai, dimana masa pahit, senang, susah, sedih telah ia lewati.
Yo sudah tidak bertemu lagi dengan Tan.
Dan Boom, Boom memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di tempat kelahirannya yaitu, China.
Peak juga telah pergi ke Chiang Mai untuk khursus Musik.
Jadi Kini tinggalah Wayo dan Phana, Ming dan Kit, serta Beam dan Forth yang berada di Bangkok.
Namun kini Yo masih belum jelas kondisinya setelah pengoperasian cangkok jantungnya, dan Phana bersedia membatalkan seluruh jadwal manggungnya demi menemani Wayo di rumah sakit.
Oh ya, Boom pergi setelah pengoperasi jantung Yo dinyatakan selesai dan baik-baik saja dan itu sudah cukup membuat Boom tidak terlalu berat memikirkannya dan lagi pula Phana selalu ada untuk Yo.
"Hei, Pha. Bagaimana kondisi nong Yo-ku?" Tanya Beam.
"Entahlah, dia masih dalam koma. Do'a kan saja dia baik-baik saja."
Ya jelas, tubuh Yo di penuhi kabel-kabel yang cukup mengerikan. Ditambah lagi dengan sebuah selang yang cukup besar masuk kedalam mulutnya sehingga membuat mulut Yo selalu terbuka.
"Kau sudah menyuruh ibunya untuk pulang kan?" Tanya Kit.
"Sudah. Beberapa menit sebelum kalian datang ibunya pulang." Jawab Phana.
"Ya sudah, kalau begitu tidak ada lagi yang perlu kau khawatirkan. Nong Yo-mu pasti akan baik-baik saja." Ujar Forth dan Ming masih berdiri disamping Kit.
"Kau juga beristirahatah, bodoh. Kau juga butuh energi untuk menjaga Yo. Kau terlihat begitu lemas." Ujar Ming.
"Hoi, tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Jawab Phana.
"Iya, Pha. Kau istirahatlah. Ku lihat kau hanya tertidur beberapa jam sesaat." Imbuhnya Forth.
"Apa kau tidak kasihan jika Yo melihatmu nanti?" Tanya Kit.
Disebutlah nama Phana oleh Yo dengan suara tidak jelas yang di sebabkan oleh selang yang masuk kedalam mulutnya itu. Semuanya begitu terkejut dan bahagia mendengarnya, terutama teruntuk Phana yang sudah menanti kebangkitan Yo yang sudah dua minggu di nanti.
[SKIP]
Beberapa hari kemudian ...
Mobil Phana berhenti di depan rumah Yo.
Deru mesin terhenti.
Pintu mobil di buka, dan sang ibu turun dari mobil dan Phana bergegas untuk membantu Yo turun.
Yo berpenampilan seperti biasanya, tetapi lain halnya tubuhnya masih cukup lemas.
Phana langsung memindah alihkan kepada sang ibu untuk menuntun Yo selagi Phana menurunkan barang-barangnya.
Sesampainya sang ibu didalam kamar Yo, beliau mendudukan Yo di atas tempat tidurnya dan setelah itu meluruskan kaki Yo.
"Yo, kau istirahatlah. Ibu ingin membantu Phana di bawah ya?" Pinta beliau.
"Baik, bu." Jawab Yo.
Wanita paruh baya itu pun lantas keluar dari kamar Yo dan membiarkan putra keduanya itu untuk beristirahat.
Tetapi bukannya beristirahat, Yo malah bangkit dari tempat tidurnya. Dan setelah itu berjalan kearah cermin untuk berkaca diri.
Wajah sedih dan lesuhnya terlihat jelas bahwa ia tengah bersedih karena mengingat betapa menyakitkannya saat itu ia berjuang antara hidup dan matinya.
Setelah itu ia membuka bajunya dan terlihat jelas perban didadanya masih tertancap, dimana masih terdapat bekas jahitan operasi yang belum cukup kering.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
Ficción General[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)