[Ming]
Ku buka mataku di pagi hari yang cerah, dengan adanya ia disamping lebih mengindahkan pagiku.
Benar, Kit ada disampingku. Ia nampak cantik saat tidur meskipun ia adalah seorang lelaki. Dia memiliki daya tarik tersendiri untukku, termasuk bulan sabit dibibirnya saat ia tersenyum.
Ku garuk "miliku" sejenak.
Karena terasa gatal.
Setelah itu meskipun aku tak tega membangunkannya, tapi aku ingin sekali menggodainya.
Ku kelitiki pinggangnya namun ia menyingkirkan tanganku, mungkin karena berasa gelinya.
Ku kelitiki di bawah dadanya (lebih tepatnya dibawah payudaranya) tapi ia tidak merasa kegelian dan kembali menyingkirkan tanganku sambil menggumam "Issshh ..."
Lalu ku buka mulutku untuk menggigit kupingnya tetapi ia justru menggeliat terlentang dan membuatku tak sengaja mencium bibirnya.
Kit yang merasakan itu membuka matanya, tapi aku tidak menghentikan apa yang aku lakukan.
Kit menaikan atasnya dan sedikit memasang waja seram untuk megancamku, Pfffttt .. ancaman jadul tidak membuatku bertekuk lutut.
Aku pun semakin menjadi. Bibirku yang awalnya hanya menempel saja di bibirnya, ku pertekankan lagi dan setelah itu ku mundurkan kepalaku.
"Shiiiaaaaa ..." Gumamnya kesal.
"Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?" Tanyaku berseru.
Kit membungkam mulutku dan ia malah mencium tangannya sendiri itu.
"Heeeiii, aku menginginkannya." Sebalku.
"Ow, kau tidak akan pernah mendapatkannya." Jawabnya.
"Oh, aku sudah mendapatkannya tadi."
"Itu kan kau yang menciumku bukan aku yang menciummu." Jawabnya lagi.
Aku cemberut
"Errrr ... baiklah!! Aku akan memberikanmu." Ujar Kit.
"Benarkah?" Seruku yang sangat bahagia sekali.
Aku pun dengan senangnya memejamkan mataku dan memonyongkan bibirku.
[Author]
Kit yang sedikit tergoda itu, perahan mendekati bibir Ming dan sedikit menggigit bibirnya.
Kit semakin mendekatinya, dan saat ia baru menempelkan bibirnya itu tiba-tiba Peak yang mengenakan seragamnya pun datang
"P'Ming, dimana ibu?" Tanya Peak saat masuk.
Peak tak sengaja melihat kejadian itu dan mendengar suara Peak, Kit lantas sedikit menjauh dari Ming sedangkan Ming geram kesal senduri.
Kit langsung menengok pada adik tirinya itu dan kulai mengomel.
"Hei, bocah. Umurmu masih belum seminggu, kenapa kau masuk?" Tanya Ming yang mengomel.
"Uh ... A-aku ...." Peak bingung.
"Ooooohhh .... aku mencari ibu." Seru Peak yang membuyarkan pikirannya itu.
"Swadii krub, P'Kit." Salam Peak pada Kit.
"Um. Swadii!!" Jawab Kit yang gugup.
"Ibumu sedang tidak ada dirumah, apa kau tidak tahu atau lupa kalau mereka ada pekerjaan diluar kota?" Ujar Ming.
"Ooohhh ... aku baru saja ingat." Ucap Peak tertawa tidak jelas.
"Kalau begitu~ aku dibawah saja." Pamit Peak.
"Aw, P'Kit." Ucap Peak memanggil Kit.
"Iya?" Jawab Kit.
"Hati-hati tubuhmu penuh luka." Ujar Peak.
"Monster sialan, pergilah kau!!" Usir Ming melempari Peak dengan bantal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
Ficción General[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)