Setelah membalas pesan dari Forth, Wayo memasukan kembali ponselnya kedalam sakunya dan kembali ke pembahasan sebelumnya bersama dengan Beam yaitu mengenai keberadaan Forth di rumah sakit.
Mereka berdua membicarakannya sambil makan malam disebuah tempat makan didalam mall tersebut.
"P'Forth memiliki tumor otak di kepalanya." Ujar Beam.
"Andai saja bisa sepertimu, melalui cangkokan. Aku akan keluarkan uang sebesar apapun supaya dia tetap bisa hidup.
Tapi, didalam surat yang ku temukan. Tingkatnya tidak terlalu memburuk masih stadium awal, dokter yang menanganinya bilang padaku bahwa Forth masih memiliki peluang untuk bisa tetap hidup ..."
'Tapi yang ku temukan justru berbeda, phi.' Batin Yo ditengah-tengah penjelasan Beam.
".... yaitu dengan cara kemoterapi." Sambung Yo.
Yo lantas meraih tangan Beam dan menggenggamnya untuk menegarkan hatinya dan tetap pada keyakinannya bahwa Forth tetap bisa hidup.
"P'Beam. Boom pernah bilang padaku bahwa kau harus tetap pada keyakinanmu, tidak ada kata mustahil bila kau tetap berpegang teguh pada keyakinanmu semuanya akan berubah dari yang kita bayangkan." Ujar Yo.
Beam berusaha untuk memahami perkataan Yo dan Yo tersenyum agar membuat Beam yakin padanya sedangkan ia sendiri mengalami masa sulitnya saat ini.
"Kau tidak perlu khawatir, phi. Aku akan membantumu." Lanjut Yo.
"Terima kasih, nong." Jawab Beam.
"Lalu, bagaimana dengan dirimu sendiri??" Tanya Beam mengenai penyakit Yo.
Yo sejenak terdiam karena ia mengingat peristiwa CT Scannya kala itu.
[Flashback]
Setelah proses CT Scan selesai, Yo keluar dari alat tersebut dan setelah itu ia duduk menunggu dokter yang tengah menghambil hasil rongent-nya.
"Yo, keadaan jantungmu semakin memburuk. Kita harus segera menemukan pendonor jantung yang tepat untukmu." Ujar sang dokter.
Yo cukup resah mendengarkannya, air matanya sempat berderaian kala itu. Lalu ia tetap berusaha tersenyum didepan dokternya.
"Tidak apa, dokter. Kau sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencarikan jantung untukku, tapi jika kau masih belum menemukannya kau tidak perlu memaksanya. Lagi pula, jahitan lama didadaku belum sepenuhnya mengering dan bekas cangkokan didalam tubuhku, mungkin masih basah." Ujar Yo yang sedikit terisak.
"Baiklah, kau tidak perlu khawatir. Aku tetap akan mencarikannya untukmu."
"Terima kasih, dokter." Jawab Yo.
"Dokter." Yo memanggilnya lagi ketika dokter hendak berjalan pergi menemui Phana.
"Ada apa, nong?" Jawab sang dokter.
"Bisakah kau menolongku?" Tanyanya Yo.
"Katakanlah sesuatu yang baik pada P'Pha. Aku tidak ingin membuatnya khawatir." Pinta Yo.
"Baiklah. Akan ku usahakan." Jawab sang dokter.
"Iya. Terima kasih." Ucap Yo.
[Flashback Off]
"Yo!!" Ucap P'Beam sambil menggoyang-goyangkan tanganku yang masih menggenggam tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
General Fiction[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)