[33]

889 125 10
                                        

[Forth]
Dimalam yang melelahkan ku dengar suara ketukan pintu apartemenku, aku pun lantas beranjak dari sofa dan setelah itu pergi menuju pintu

*Cekreeeeek ...*
Perlahan aku membuka pintu ...

terlihat sepasang kaki seseorang berdiri di depan pintu ...

Dan setelah pintu terbuka ...

*Baaaak*
Sebuah kue berukuran sedang pun menemplok di wajah Forth yang disusul dengan seruan "SURPRAISEEEE ....."

Ku singkirkan kue tersebut dari wajaku meski ku tau creamnya masih menemper dan meski ku hafal suara tersebut.

Tapi begitu melihat kehadiran Beam, aku masih terkejut dan bingung.

"Beam?" Ucapku.
"Apa yang kau lakukan disini!!!" Sambungku bertanya-tanya.
"Ooooo ... apa kau membuntutiku?" Lanjutku curiga sembari sedikit demi sedikit membersihkan cream yang ada diseluruh wajahku.

"Shiaaaa, aku kemari bukan untuk mengikutimu." Jawabnya.

"Lalu?"

"Aku kemari karena aku ada kompetisi foto idaman aku." Lanjutnya.

"Bohong."

"Hoiih .. aku tidak bohong!!"

"Kau kemari karena kau tidak betah kan ... seharian tanpa aku!!"

"Shiaaa ... dasar!!" Gumamku.
"Ow, yasudah. Setidaknya aku sudah tahu kau tinggal dimana. Aku pergi dulu ya? Aku harus ke tempatku sendiri." Pamitnya.

"Tunggu." Aku meraih tangannya saat ia akan pergi. "Tinggalah disini denganku." Pintaku.

Ia tidak merespon justru malah menatapku.

"Bagaimana dengan apartemenku?" Tanyanya.

"Ku mohon ya!!" Aku mencoba merengek meski tidak terlalu jago karena itu bukanlah aku.

"Baiklah. Sebenarnya aku juga belum ada penginapan?" Serunya yang lantas masuk begitu saja.

Aku bingung karena aku merasa dibodohi olehnya yang berpura-pura kembali ke apartemennya tetapi ternyata ia sebenarnya belum ada pengenipan.

[Author]
"P'Pha .." Panggilnya Yo.

"Apa?" Jawabnya Phana.

"Ada satu pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu." Ujar Wayo.

"Tanyalah." Jawabnya Phana.

"Uhm ..." Dengung Yo karena ia bingung untuk menanyakannya.
"Aku ingin terus bersamamu, dalam suka maupun duka ..." Ujar Yo.

"Tapi .... jika hidupku tidak akan betahan lama ..." Sambung Yo.

"Apa yang ingin kau katakan padaku?" Lanjutnya pelajar itu menyelesaikan pertanyaannya

Phana mulai merasa suasana yang tidak enak setelah pertanyaan itu terlontar, ia merasa tidak nyaman mendengar pertanyaan itu serasa ada sesuatu yang aneh pada Wayo.

"Hoi, mengapa pertanyaanmu seperti itu?" Ucap Phana.

"Uh ... tidak apa-apa." Jawab Yo yang agak terbatah.
"A-aku hanya ingin mendengar ja-jawabanmu saja." Ujar Yo.

"Baiklah." Jawab Phana.
"Jika memang seperti itu, aku akan katakan padamu bahwa aku sangat mencintaimu ...... lebih dari apapun. Dan aku tidak ingin kehilangan dirimu Yo. Karena kaulah satu-satunya kebahagiaanku. Aku tidak menganggapmu seperti seorang gadis, tetapi aku menganggapmu seorang pria ..... dan aku seorang pria ..... aku tidak perduli jika aku menyukai seorang pria ...... asalkan dia bisa menjaga hatiku."  Ujarnya Phana yang begitu manis.

Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang