[46] A

721 123 25
                                        

*Full Part with Phana × Wayo in one night*

Malam hari telah tiba, aku berjalan sendirian di Siam karena aku sedang ingin menyendiri, ya ... memang awalnya Boom sempat memarahiku karena takut terjadi sesuatu yang buruk padaku tapi ku yakinkan dia dengan selalu membawa obatku yang kini ada disaku celanaku.

Oh ya, dan P'Ming. Dia masih tertidur di kamarku dengan sangat nyenyak, jadi ku biarkansaja dia tidur karena aku mengerti bahwa ia sangat kecapekan.

Sedangkan P'Kit, aku tidak melihatnya sama sekali seharian ini sama halnya dengan P'Pha yang entah kemana.

Ku rasa P'Pha marah padaku 😢.

Ini memang salahku.
Tapi aku sudah melakukan yang terbaik untuk memberitahu semuanya.

Ku nikmati sedihku ini dengan menghibur diri melihat lampu-lampu gedung yang menyala dengan indahnya yang cukup menghibur diriku.

'P'Pha. Apa kau marah padaku? Maafkan aku jika memang aku salah. Aku pun juga merasakan hal yang sama denganmu.

Mungkin aku pacar yang egois. Tapi hatiku tidak aka pernah teriris saat aku menangis. Hatiku tetap utuh meski kau tanpa sengaja menghancurkannya.

Ah, tidak. Mungkin ungkapan itu sangat cocok untukmu saat ini, bukan untukku. Aku yang telah menghancurkan hatimu tanpa sengaja atau memang sengaja.

Kesempatanku kedua yang ku ambil ini, aku akan menjaganya sebaik mungkin karena aku hanya ingin selalu bersamamu.

Karena aku sangat mencintaimu 😢'

*Beep .. Beep ..*
Ketika aku berada di lantai dua pusat perbelanjaan, ponselku berdering dan ternyata Chimon menelfonku.

"Swadii Yo. Bagaimana kabarmu?" Serunya bertanya.

"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" Jawabku bertanya pula.

"Aku juga baik-baik saja." Jawabnya.

"Tunggu. Mengapa sekitarmu ramai sekali? Kau sedang berada dimana?" Tanyaku yang penasaran dengan suara bising disekitarnya.

"Oh, aku sedang di Siam."

"Hoi, benarkah?"

"Um. Aku sedang di lantai 4."

"Aku juga sedang berada di siam, apa aku boleh kesana?"

"Tentu saja kalau kau mau."

"Baiklah tunggu aku di eskalator."

"Um."

Aku langsung mematikan panggilan telfonnya dan berjalan secepat mungkin.

Begitu aku menaiki eskalator, aku tidak hanya berdiam diri saja. Aku terus menaikinya dan menerobos orang-orang dengan sesekali meminta maaf.

Tetapi ketika diujung eskalator aku justru bertemu dengan P'Pha disana sambil membawa sebuah kantung belanja.

Aku sedikit canggung karena mungkin dia masih marah padaku.

"Ow, Yo. Sedang apa kau kemari?" Tanya P'Pha.

Hei, dia menyapaku terlebih dahulu. Apa dia tidak marah padaku?

"Ow, P'Pha. Kau disini juga." Jawabku.
"Aku sedang jalan-jalan dan ingin menemui temanku." Ujarku.

"Teman?"

"Um."

"Boleh aku ikut?" Pintanya.

"Tentu saja." Jawabku yang polos.

Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang