[51]

705 121 24
                                        

[Wayo]
Malam itu aku duduk sedang duduk didalam kamar P'Pha mengotak-ngatik laptopnya untuk membuka IG karena ponselku sedang ku charge, sedangkan si pemilik sedang mandi.

Aku tidak mendengar suara air berjatuhan lagi, ternyata P'Pha selesai mandi dan keluar dari kamar mandinya.

"Ow, P'Pha. Kau tidak memakai bajumu?" Tanyaku yang sedang me-logn out IG ku.

"Tidak. Bisanya aku tidur tidak mengenakan baju. Kenapa? Apa kau terganggu?" Ucapnya sambil mengenakan cream malam.

"Oh. Tapi waktu itu kau mengenakan pakaianmu." Ucapku mengingat malam sebelumnya.

"Apa kau lupa? Kau sedang mabuk, lalu kau membuatku kerepotan."

"Oh."

"Oi, Yo. Bisakah kau olehkan lotion ini di punggungku?" Pintanya.

"Um, baiklah." Jawabku.

Aku langsung menghampirinya yang sedang bercermin itu, lalu ku ambil lotion dari tangannya dan kemudian ku oleskan ke punggungnya.

Lalu aku memiliki ide untuk mengerjainya. Saat aku mengusap-usap punggungnya ku sengajakan menurunkan tanganku dengan perlahan. Dan turunlah tepat di pinggangnya, aku lantas mengelitikinya.

"Hoii." Ucapnya yang merasa geli dan membuatku tertawa.
"Yo!!!"

"Ternyata, kau mempunyai titik lemah yang sama denganku." Ujarku.

"Oooh .. kau sedang mengerjaiku!!" Seru Phana.
"Errr .. baiklah!!"

Langsung saja tanpa perhitungan P'Pha menggelitiku sepuasnya. Aku berusaha untuk menghindar darinya, tapi ia begitu gesitu membuatku kesulitan menghindar.

Dan karena itu pula membuat kami terjatuh di kasurnya.

Kala itu P'Pha hanya memakai celana sedangkan aku mengenakan celana dan baju tanpa lengan miliknya.

Dan tangan ku menampah tubuh Phana yang diatasku itu.

"Yo."

"Apa?"

"Aku tak tahu, kapan kau akan pergi meninggalkanku." Ujarnya
"Tapi, biarkan aku menjadi milikmu malam ini." Sambung P'Pha.

"P'Pha." Ucapku.
"Kau tidak perlu bertanya lagi.~ Karena selamanya kau akan menjadi milikmu." Sambungku

Lalu P'Pha mendekati bibirku dan setelah itu ia mulai mengecup bibirku. Bibirku mulai basah seketika karena lidahhnya.

Tanganku menggeram mencengkram selimutnya karna aku tidak bisa menahannya lebih lama.

Setelah ku terhanyut, tangannya mulai melepaskan pakaianku dan setelah itu membalikan tubuhku semudah sepotong daging diatas panggangan.

Ia menyerang lagi dari belakangku, dan ia mengecup bibirku lagi saat aku menolehkan kepalaku.

Tanganku tak berhenti mencengkram selimut dengan diiringi desahan nafasku dan nafasnya yang mulai membara.

Setelah kami telanjang bulat,,

P'Pha membalikanku lagi dan menyerang bibirku lagi, aku mulai kehilangan akal sehatku karena digagahi olehnya.

Diangkatnya kakiku keatas dan ia masuk ditengah-tengahnya dan menyerangku lagi.

Aku masih bisa menahan rasa sakitnya, tetapi yang tidak bisa ku tahan adalah keganaan darinya.

Ia mengecup leherku, lalu dengan lembut turun ke dadaku, mengecup punting merah mudaku, dan turun lagi ke pusarku. Setelah itu ia naik lagi dengan sedikit genjotan klimaks darinya.

Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang