Please 21+
Kit jatuh diatas kasur Ming dengan desahan nafas yang begitu kuat. Lalu Ming merangkak keatas kasur dan berada diatas Kit yang tengah terbaring itu.
"Ming ..." Ucap Kit.
"Kit. Aku sudah tidak bisa menahannya." Ujar Ming yang begitu panas.
Langsung saja Ming menyerang kembali mulut Kit. Basah diseluruh mulut Ming dan saling bersilat lidah.
"Uuuuhhh .... Ehmmmm .... Uuggghhh ..."
Sejenak usai ciuman mereka, Ming turun ke punting Kit. Di jilatinya, di kecupinya dan Kit terus menggeram mencengkram spring bed Ming.
"Uuuuggghhh ... Ming. Hentikan .... Uhmmmmm .... Uuuuuhhhh ....."
Dengan cepat Ming melepaskan celana dan bajunya dan setelah itu ia kembali mengecup bawah pusar Kit.
Kit merasa keram di perutnya, tapi tak lama kemudian ia dapat menahannya dan terus mendesah.
Lalu dilepaskanlah pula celana Kit dan langsung menyerang bibirnya.
Berpindah ke kamar mandi ....
Di di hadapkan kedinding, dan Ming di belakangnya. Dengan shower yang menyala semakin membuat mereka kepanasan.
"Kit ...."
"Ada apa?"
"Biarkan aku menjadi milikmu malam ini." Ucap Ming berbisik mendesah lembut di telinga Kit.
"Ming aku akan selalu menjadi milikmu." Ucap Kit.
*Chup*
"Uuggghhhh ...."
*Chup*
"Emmmmm ...."
Ming luruskan "cindil"-nya dan mengepaskan dengan "lubang cindil" milik Kit, tetapi selalu meleset karena saking kecilnya dan selalu membuat Kit menggeram jeritannya.
"Kit. Sudah berapa lama kita tidak melakukannya. "Lubang cindil" mu ini sangat sulit ku masuki." Ucap guraunya Ming.
"Ming. Sudahlah." Sahut Kit.
Setelah "cindil" Ming masuk kelubangnya, membuat Kit sejenak menahan jeritan sakitnya.
"Ouiich ..."
"Uuuuhhh ...."
Ming manju-mundu memasuk-keluarkan "cindil"-nya itu dengan perlahan dan lembut karena belum mencapai titik klimaks, tetapi itu semakin membuat Kit kepanasan.
Oooooohhh ....
Uggghhhh .....
Ehmmmmm .....
Sejenak Ming menekannya masuk dan berhenti sejenak yang semakin membuat Kit kesakitan.
"Kit." Ucap Ming.
"Terima kasih ya? Kau sudah menjadi bagian dalam hidupku." Sambungnya.
"Ming ..."
"Tuhan sudah menakdirkan kita untuk bersama, jadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Sambung Kit.
Ming kembali mengecup bibir merah Kit itu, lidah mereka saling beradu hingga air liur bercampur jatuh sesekali.
Dan kembalilah mereka berbaring di atas ranjang. Ming berada dibawah dan Kit diatasnya.
Dipadukanlah wajah mereka, saling bertatapan dekat.
Kit kali ini yang menyerang, Ming memasukan lagi "cindil"-nya ke "lubang cindil" Kit.
Kit terus menyerang leher Ming berhali-kali dan sesekali bibrnya. Suasana semakin memanas, mereka berdua sama-sama terangsang.
Pergerakan naik turun pun terjadi.
*Brok Brok Brok Brok Brok*
Suara itu juga terdengar berkali-kali.
"Uggghhhh ..."
"Huuuuuhhh ...."
"Ehmmmm ...."
Mereka berdua saling mendesah nikmat satu sama lain, dan yang membuat Ming lebih panas adalah ketika Kit bernafas di hidungnya.
Sejenak mereka berhenti dan berguling mengganti posisi. Ming mengangkat kaki Kit dan setelah itu memulainya lagi.
Kali ini Ming dengan cepat melakukannya sehingga membuat Kit sedikit kesakitan dan mengeram spring bed yang sudah tidak berbentuk lagi.
"Uuuhhhh ..... Ming .... Miiiiinggg .... Huuuuuhhh .... ehhhmmmm ...."
Desahan penuh desahan terjadi siang bolong, bahkan spring bed Ming terkoyak karena kebanyak tingkah mereka berdua.
Ming sampai di titik klikmaksnya, Kit masih terkangkan dan Ming menidurinya dan menyerang bibir Kit lagi sembari sedikit goyangan demi goyangan terjadi.
Lalu perlahan Ming berhenti karena Ming telah merasa bahwa "chum"-nya telah keluar didalam "Lubang cindil" Kit. Desahan pun juga semakin berkurang, tetapi Ming tak kunjung berhenti mengecup bibir Kit.
Setelah itu Kit berguling kembali mengganti posisinya dan mengecup bibir Ming lagi.
Usai sudah mereka melakukannya, lalu Ming mengangkat tubuhnya dan Kit tidak kunjung pergi.
Saat Ming telah duduk dan belum mengeluarkan "cindil"-nya dari lubangnya, percakapan singkat pun terjadi.
"Kit." Ucap Ming.
"Aku sangat mencintaimu." Sambung Ming.
"Ming ..." Kit pula.
"Aku tidak harus mengatakan aku mencintaimu. Karena .... kau sudah memiliki hatiku seutuhnya. Dan berjanjilah padaku, bahwa kau tidak akan merusaknya." Sambung Kit.
"Um. Aku janji." Jawab Ming.
Dan mereka berdua kembali berciuman lagi hingga mereka puas dengan sendirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
General Fiction[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)