[61]

579 111 18
                                        

[Beam]
Setelah acara selesai, aku tak tahu kemana lagi ia membawaku pergi karena saat ini mataku tertutupi kain hitam.

Ia menuntutku masuk kedalam sebuah rumah, karena yang telah ku lewati ada tangga dan pintu.

"P'Forth. Kita dimana ini?" Tanyaku.

"Jalan saja." Pintanya.

Lalu tak lama kemudian kami berhenti sesuai dengan permintaannya.

"Cukup cukup. Berhenti disini." Pintanya menghentikanku.

"Ok ok." Ucapku pula.

"Tunggu sebentar ya?" Pintanya.

"Ow, kau mau kemana?" Tanyaku.

"Membuka ikatannya." Ucapnya.

Ku rasakan kainnya semakin lama semakin melonggar dan begitu P'Forth sudah melepaskan kainnya ia memintaku untuk membuka mataku dan didepanku aku melihat sebuah lukisan yang indah terpajang di dinding depan tempat tidurnya.

Ku rasakan kainnya semakin lama semakin melonggar dan begitu P'Forth sudah melepaskan kainnya ia memintaku untuk membuka mataku dan didepanku aku melihat sebuah lukisan yang indah terpajang di dinding depan tempat tidurnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa kau ingat ini?" Tanyanya.

Lalu ia memelukku dari belahan dan menempatkan dagunya di bahuku.

"Ini adalah dihari saat kau memintaku memotretmu untuk lampiran bukumu. Dan saat itu juga untuk pertama kalinya kita berciuman, Beam." Ujarnya.

"Yang kau ingat hanyalah itu." Ucapku.

"Aku tidak bisa mengingat hal lain selain itu. Itu adalah bibir termanis yang pertama kali ku rasakan." Ucap manisnya.

"P'Forth. Hentikan pikiran kotormu itu." Pintaku.

"Baiklah." Jawabnya.

"Terima kasih untuk hadiahnya." Ujarku.

"Um."

"Yasudah, aku harus pulang." Pamitku.

"Ow, tidurlah disini. Aku kesepian, Ploy menginap dirumah temannya."

"Lain kali saja, aku harus merapikan rumahku."

"Kalau begitu, aku menginap dirumahmu saja. Dan mungkin aku bisa membantumu."

"Tidak usah."

"Ayolah!"

Dia terus merengek mendesakku untuk menginap dirumahku, apa boleh buat aku tidak bisa bilang tidak padanya.

"Baiklah. Kau boleh tidur dirumahku." Ujarku.

"Tunggu sebentar aku ingin mengambil sesuatu." Ucapnya.

"Baiklah. Aku tunggu disini"

Lalu ia pun pergi sesuai dengan ucapannya itu, dan aku berdiri menunggu sambil memandangi masterpiece-nya

[Wayo]
P'Pha mengantarku sampai dirumah, dengan mood-ku yang masih tak karuan karena tadi jadi ku abaikan dia untuk sesaat.

Kami belum turun dari mobilnya karena ia terus meminta maaf padaku.

Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang