[Wayo]
Ku buka mataku seperti biasa di pagi hari, hanya saja aku tak cukup tidur karena malam yang mengerikan itu terjadi padaku.
Tapi begitu ku tengok disampingku, aku sudah tidak melihat P'Pha disampingku. Aku seketika bagun dan mengedarkan bola mataku untuk mencarinya. Dan aku menemukannya, mataku menemukan P'Pha sedang berdiri di balkon kamarku.
Aku lantas menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhku dan setelah itu aku datang menghampirinya.
"P'Pha?" Ucapku saat sudah berada disampingnya.
"Oh, Yo. Kau sudah bangun??" Jawabnya yang justru bertanya padaku sambil memutar-mutarkam ponsel yang sedang di genggaminya.
"Um. Sudah." Jawabku pula.
"Ow, kau tidak mandi??"
Dan tanpa ku sadari Boom memotret kami dan setelah itu ia pergi lagi.
"Nanti saja. Kau mandilah dulu." Ujarnya.
*Tring .. Trong ..*
*Tring .. Trong ..*
Dering itu terdengar berkali-kali dari ponsel P'Pha dan ponselku yang sedang ada di samping lampu tidurku.
Aku sejenak pergi mengambil ponselku selagi P'Pha membuka chat itu. Aku kembali lagi dan ternyata aktifitas ghaib sedang terjadi group chat kami.
[Author]
Ditempat lain, tenyata Forth dan Beam sudah kembali tidur berdua di kediaman Beam.
Dan semalam mereka berhubungan lagi untuk melepaskan haus mereka akan kerinduan yang sudah sebulan lamanya.
Beam nampak nyenyak tidur dengan posisi miring membelakangi Forth dan tanpa sehelai benang pun ditubuhnya selain selimut yang ia kenakan kini. Sedangkan Forth, jangan di tanyakan lagi. Ia selalu nyenyak dalam tidurnya setelah bercinta dengan Beam, karena baginya hanya sentuhan tubuh dari Beam-lah yang hanya bisa membuatnya tidur nyaman.
Forth meregangkan otot-ototnya, menguap, dan menggeram serta sesekali mengucek-ucek matanya. Ia lihat bahwa hari sudah pagi dan sinar matahari menusuk tajam kearah matanya.
Lalu ia menengokan kepalanya kearah Beam, dan ia lihat bahwa Beam masih tertidur. Lalu ia sedikit bergeser mendekati Beam dan sedikit mengintipnya.
"Beam? Apa kau masih tidur??" Tanya Forth mencoba mengetesnya.
Lalu ia tiup-tiup lembut telinganya dan karena meresa kegelian, Beam sontak berontak dan menyuruh Forth berhenti mengganggunya.
"Shiieeyy ... P'Forth!! Aku ingin tidur!!" Berontak Beam sambil mengkrukupi dirinya dibawah selimut.
"Aku masih kelelahan!! Aku ingin tidur!!" Sambungnya yang bergumam di balik selimut.
"Ini sudah pagi, cepat bangun!! Mandilah sana." Pinta Forth.
"Mandinya nanti saja!! Pergilah ... jangan menggangguku!!"
"Baiklah. Kalau begitu aku akan memandikanmu sendiri." Forth berniat mengancam.
"Kau tidak akan berani jika ku pukul."
"Oh. Benarkah??"
Ternyata Forth tida main-main, ia membuka selimut Beam dan setelah itu membopongnya.
"Hei! Apa yang kau lakukan?? Turunkan Aku!!" Beam memberontak.
"Sudah ku bilang, bukan? Jika kau tidak ingin mandi, aku yang akan memandikanmu!!" Ujar Forth.
"Hei, apa kau sudah gila??"
Forth mengabaikan ucapan Beam dan membawa Beam masuk kedalam kamar mandi sembari Beam terus memberontak, "Hei ... lepaskan aku!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
Fiksi Umum[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)