[45]

661 119 8
                                        

[Beam]
Setelah kejadian malam itu, selesai acara P'Forth duduk disofa dan ku temani.

Aku mencoba untuk menenangkan amarahnya karena Kit sedang mencoba berbicara dengan Ploy di kamar adiknya itu.

"P'Forth. Cobalah untuk tenang. Aku rasa ini juga bukan kesalahan Kit." Ujarku.

"Bukan salah Kit? Lalu salah siapa? Apa ini salah adikku?" Ucapnya yang justru semakin emosi.

"Bukan seperti itu maksudku."

"Coba katakan ini salah siapa? Kalau kau mengatakan ini adalah salah Ming, ku jawab iya ini salah Ming juga. Dan mereka berdua salah." Sahutnya langsung.

"Tenangkan dirimu dulu dan coba dengar aku." Pintaku.

Lalu ia memalingkan pandangannya padaku sambil mengepal-ngepalkan tangannya.

Ku coba masukan tanganku kedalam kepalan tangannya dan berkata,, "Kau harus mendengarkan aku sekali saja."

"Menurutku ini bukan salah Kit. Kit hanya bingung. Aku juga tidak tahu bagaimana awalnya Kit bertemu dengan Ming dan mereka saling suka. Tapi mengertilah di posisi Kit.

Aku juga mengerti perasaan adikmu, menjadi seorang penulis harus bisa merasakan perasaan seorang tokoh didalam ceritanya. Begitu pula denganku.

Anggap saja kau sedang melukis. Kau ingin melukis apa yang kau lihat, sedangkan kau memiliki apa yang diinginkan hatimu untuk melukiskannya.

Dan sekarang aku tanya padamu, apa yang akan kau pilih?" Ujarku.

"Tentu saja aku akan memilik apa yang diinginkan hatiku." Jawabnya sambil menengok padaku.

"Nah, mungkin itu yang dilakukan oleh Ming." Jawabku pula.
"Ming di hampit oleh dua pilihan yang sulit. Sama sepertimu tadi." Ujarku.
"Aku tidak memintamu untuk membela Kit, atau menyalahkan adikmu. Tapi ku mohon mengertilah sedikit saja." Sambungku yang masih menasehatinya.

P'Forth berpikir lagi, dan sepertinya mulai menerima masukan dariku.

"Um. Kau benar." Jawabnya.

Lalu aku menggenggan kedua tangannya pula dan menyandarkan kepalaku di bahunya.

Tak lama kemudian Kit turun dari tangga dan menghampiri kami untuk berpamitan pulang.

"Apa kau sudah bicara dengannya?" Tanyanya P'Forth.

"Dia tidak mau membuka pintunya P'." Jawab Kit.
"P'Forth. Maafkan aku. Aku sudah menyakiti hati Ploy." Lanjut Kit meminta maaf.

"Um. Tidak apa. Aku bisa mengerti." Jawab P'Forth.

"Kit, bisakah kita bicara?" Pintaku.

"Um." Jawabnya.

"Kita bicara diluar saja." Ujarku.

"Baiklah."

Aku dan Kit pun sejenak pergi untuk berbicara dengan Kit.

Dan begitu sampai didepan rumah P'Forth, aku pun duduk di tangga rumah P'Forth dan menyuruh Kit duduk pula.

"Duduklah." Pintaku.

Kit pun juga duduk disebelahku dan kami mulai berbincang.

"Ada apa, Beam?" Tanyanya.

"Uhmm .... bukannya aku menyalahkanmu atau memojokanmu, tapi .. aku ingin mendengar alasanmu langsung. Apakah aku boleh mengetahuinya?" Pintaku.

Lalu malam itu juga Kit memberitahuku semua alasannya melakukan ini semua, alasan mengambil sebuah keputusan yang sangat menyakitkan bagi Ploy.

Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang