[Author]
Yo sedang diantar oleh Boom untuk ke kampus, dan sepertinya mereka tak banyak bicara didalam mobil.
Boom yang selalu banyak bicara kini merasa canggung dengan diamnya Yo yang misterius itu.
Atau mungkinkah Yo sedang marah pada Boom?
"Yo." Sapa Boom.
"Apa?" Yo masih menyahutinya.
"Apa kau marah padaku?" Tanya Boom.
Wayo menengok pada Boom dan menjawab, "Kenapa aku harus marah padamu?"
Boom langsung bingung dan cukup redah karena Yo tidak marah padanya, namun apa yang membuantnya diam.
"Maaf. Aku tidak bisa berbohong pada ibumu tentag kau dirumah sakit waktu itu." Ujar Boom.
"Tidak apa, Boom. Aku mengerti." Jawab Yo.
"Tapi yang membuatku bingung adalah, ibu menyuruhku pindah kerumahnya." Lanjut Yo kembali bertanya.
"Ha??" Boom terkejut.
"Lalu, bagaimana dengan P'Pha? Apa kau akan memutuskannya?" Tanya Boom.
"Itulah yang membuatku bingung, Boom." Sesal Yo.
"Aku tidak ingin melakukannya. Aku masih mencintainya." Sambungnya.
"Yo, pikirkan ini baik-baik. Kau dan P'Pha saling mencintai, dan kau sudah mempunyai duniamu sendiri bersama P'Pha. Tapi apa kau ingin menghancurkan semuanya??"
"Boom, yang membuatku sedih bukan itu."
"Lalu?"
Yo bercerita dengan Boom sepanjang jalan menuju kampusnya dan meminta masukan dari sahabatnya itu.
Sedangkan Forth yang dilanda dilema karena sudah putus dengan Beam semalam tengah menikmati sarapan paginya bersama dengan sang adik dengan kurang nafsu.
"Ada apa denganmu? Kau baik-baik saja kan?" Tanya Ploy.
Forth tak berbicara sama sekali dan tetap mengacak-acakan makanannya dan bahkan sesekali ia menuangkan segelas air ke mangkuk makanannya.
"Apa yang sudah terjadi, Phi?" Tanyanya Ploy lagi.
"Aku putus dengan Beam." Jawab Forth dengan bergumam.
Ploy sebenarnya cukup terkejut tapi ia bersikap biasa saja karena ia tahu hal ini pasti terjadi.
"Sudah ku katakan padamu sebelumnya. Tapi kau tidak mau menurutiku. Kalau sudah seperti ini, apa yang harus ku lakukan?" Ujar Ploy.
"Biarkan saja, lagi pula ini sudah cukup supaya aku tidak menjadi beban didalam hidupnya." Jawab Forth.
"Apa?" Ucap Ploy yang cukup terkejut dengan jawaban kakaknya itu.
"Bagaimana kau bisa mengatakan seperti itu??" Tanya Ploy yang cukup kesal.
"Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu, phi?" Ploy terus bertanya.
*Beeeep ... Beeeep ...*
Disaat Ploy tengah memarahi sang kakak, ponsel Forth diatas meja pun mendapatkan chat masuk dari Ming.
"Letakan dulu ponselmu." Pinta Ploy.
"Kit menge-chat ku." Jawab Forth yang sudah fokus pada ponselnya.
"Phi, aku masih bicara." Desak Ploy.
Tanpa banyak kata Ploy langsung merebut ponsel Forth dari genggamannya.
"Berikan ponselku." Pinta Ploy.
"Seperti itulah yang dialami oleh P'Beam." Ujar Ploy yang membahas Beam lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]
Ficción General[BOOK 2] #54 dalam GENERAL FICTION (November 28, 2017) 3 Part for LAST CHAPTER and 3 Part for Epilogue ?? Karakter 2 Moons milik Chiffon_Cake Main Cast : >. Phana ❤ Wayo >. Forth ❤ Beam >. Ming ❤ Kit Another Cast : 👉 Boom 👉 Captain 👉 Meme M.I.A...
![Sad Story - Happy Ending [Book 2] & [Book 3]](https://img.wattpad.com/cover/123106070-64-k537681.jpg)