Bram turun langsung berlari ke arah pintu penumpang, ia membantu Dian untuk turun yang mendapat respon gerutuan dari wanita itu.
"Kenapa lagi sih? sewot terus?" tanya Bram heran.
"Saya bisa turun sendiri atuh." rutuk Dian sambil turun dengan pinggang dipegang oleh Bram.
Bram menarik napas panjang. Wanita aneh batinnya. Ia bersikap sopan untuk wanita itu karena membantu tetapi malah mendapat gerutuan.
Kusuma dan Sari yang mendengar mobil masuk pekarangan segera berlari. Sari yang mengendong Karim terlihat tergopoh-gopoh menuju Dian. Kusuma juga berlari membawa Anna anak kembarnya itu membuat suami mereka berteriak bersamaan.
"KUUSSUMMAA..!!"
"SAAARRIII..!!
Teriakan Rendy dan Andi menggelegar sangat seram. Kedua pria itu berlari mengejar istri mereka yang terlihat lincah itu.
Bram juga ikutan berlari karena Dian sudah melesat mendekati kedua temannya itu.
Para baby sister terdiam sambil mengendong Amar serta Amir yang juga berusaha berlari dengan kaki montok mereka.
"DON'T DO IT AGAIN, MUNGIL!!" suara Rendy mendesis serak.
"WHAT THE HELL ARE YOU DOING, LILIPUT!" timpal Andi dengan seram disamping istrinya berhenti ditengah pekarangan rumah ketika dikejar olehnya.
Rendy menjambak rambutnya sendiri dengan kesal. Wajahnya memerah. "Aku sudah pernah berkata waktu itu mungil, jangan berlari-lari. Apa kamu itu tidak ingat?"
Anna berteriak semangat karena dibawa lari oleh ibunya tanpa terganggu dengan sang daddy seperti kebakaran jenggot.
Andi menarik Sari.
Sari mengelus dada suaminya yang berdebar sangat kencang untuk menenangkan lelaki itu.
"Aa..?"
"Jangan lakukan itu padaku liliput, please.. " suara Andi terdengar merana.
Karim terlonjak senang karena aktivitas berlari bersama sang mami. Bram mengendong anaknya dan memeluk buah hatinya mereka itu, ia juga menarik pinggang istrinya untuk merapat kepada dirinya.
"Aku tidak akan menterorir hal ini lagi untuk kalian bertiga." ucap Rendy nada tegas dan dingin pada ketiga wanita dewasa itu
Kusuma mengernyit mau membantah suaminya itu.
"Don't.. Kamu selalu membuatku jantungnya my love. Kali ini kamu sudah kelewatan. Anna ini berat kamu malah membawanya sambil berlari begitu." suara Rendy kali ini serak. Andi menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Rendy itu.
Bram mendekati Rendy dan menepuk punggung belakang sahabat itu. Ia sangat memahami atas respon khawatir Rendy itu.
"Tenanglah bro.. " ujar Bram pada Rendy itu.
Rendy menarik napas panjang atas suara tenang Bram itu.
"Lady, kamu juga jangan berlarian seperti tadi, kamu malah membuat suasana menjadi repot."
"Tapi..?"
"Sstt.. there is no word 'but'.."
Ketiga wanita itu mengerutu tentang lelaki sombong, dingin, protektif, serta terlalu khawatir itu membuat ketiga lelaki didekat mereka itu berkata dengan bersamaan.
"Apa yang kalian gerutukan ini?"
Kusuma, Sari dan Dian tertawa karena mendengar hal itu.
Ketiga lelaki itu menarik napas dengan panjang.

KAMU SEDANG MEMBACA
MENCINTAI CEWEK MATRE? {Geng Rempong : 3}
RomanceDian, wanita sederhana yang pernah dihina oleh seorang lelaki bernama Kenpi karena tidak mau diajak untuk kegiatan asyik. Ia jadi sedikit trauma untuk mendekati lelaki lagi yang melibatkan perasaan. Bram, lelaki kaya dan mampan. Ia belum pernah dek...