Semuanya pada sibuk. Dirumah Rendy keluarganya sudah meluncur dari jam 7 pagi menuju Bekasi. Acara memang berlangsung jam 10 pagi. Jadi, menurut Rendy setelah sarapan pagi sangat pas untuk berangkat.
Syarif sudah menunggu dimobil Rendy satu. Ia memang membawa mobil sang bos. Mobil yang dibawa Syarif ini khusus para si kembar. Dua anak lelaki Rendy berada di mobil yang dikemudikan oleh Syarif bersama para baby sister, sedangkan Anna ada di mobil Rendy bersama Kusuma. Astaga, dengan 3 orang anak kembar. Bosnya ini menyiapkan 3 mobil untuk membawa keluarganya. Satu mobil itu milik ayahnya Rendy yang membawa ibu Widya.
Semua anak Rendy terlihat antusias karena ingin jalan-jalan. Syarif tersenyum lebar mendengar celotehan mereka tentang para auntie mereka, yaitu Sari dan Dian.
"Auntie..hhmm..Auntie Dian itu baik. Suka kasih kakak candy." ujar Amar pada Amir adiknya.
"Tapi.. tapi.. Auntie Sari juga baik kok. Suka kasih biskuit." oceh Amir tidak mau kalah.
Umur mereka itu sekitar 2 tahun, tapi mereka sudah bisa berbicara seperti orang dewasa. Pasti cepat bicara ini menurun dari mbak Kusuma batin Syarif geli. Karena ia tahu istri bosnya itu sangat suka bicara alias bawel.
Para baby sister terlihat senang juga karena asuhan mereka berceloteh riang. Syarif mengamati wajah Amel si baby sister Amar itu dari kaca spion. Wanita itu dengan riang bercerita tentang sesuatu untuk Amar sehingga anak bosnya itu terkekeh senang.
Di dalam mobil Rendy, Anna juga tidak kalah antusias. Si bungsu itu mengajak ibunya bernyanyi untuk menambah kosa kata dalam berbicara.
**Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle, twinkle little star
How I wonder what you are.
Kusuma memang seorang wanita yang sangat cerdas. Ia sangat suka membuat anak mereka itu cepat berbicara. Dengan penambahan kosa kata seperti ini, maka otak seorang anak akan cepat menyerap apa yang diajarkan oleh dirinya. Tidak terlalu sulit untuk mengajarkan bahasa lain untuk anaknya itu. Semua diucapkan dengan simple sehingga anaknya itu mengerti.
Rendy ikutan bergumam dan menggerakkan kepalanya mengikuti suara anak dan istrinya yang bernyanyi. Si baby sister duduk juga sambil bertepuk tangan.
"Mas..?"
"Hmm..?"
"Kenapa Syarif agak berbeda yang akhir-akhir ini." tanya Kusuma ketika anaknya sudah bermain dengan baby sister.
Rendy mengernyit menanggapi pertanyaan Kusuma.
"Berbeda bagaimana?"
"Itu.. Syarif terlihat agak berubah. Ia terlihat serius jika tidak diajak untuk berbicara. Sepertinya Syarif ini punya pribadi yang lain tersembunyi didalam dirinya itu. Maksud saya, lelaki itu hanya menutupi sifat aslinya yang dingin seperti sifat mas dulu." jelas Kusuma detail.
Rendy memikirkan ucapkan istrinya itu. "Well, nanti aku akan awasi Syarif itu. Mungkin ia butuh cuti. Kamu tenang saja yang sayang. Syarif akan baik-baik saja." tutur Rendy lembut pada istrinya.
Dirumah Bram juga terjadi kesibukan. Karena pesta pernikahan diadakan dirumah baru Bram maka mereka mengadakan ditaman belakang yang luas. Konsep pernikahan ditaman belakang memang sengaja dipilih oleh Bram. Ia ingin seperti teman-temannya yang lebih privasi dan akrab.
Keluarga Dian sudah ada dirumah itu sehari sebelum pesta. Sedangkan, keluarga Andi tetap dirumah mereka. Rumah mereka tidak jauh dari rumah Bram, hanya berjarak 10 menit saja berkendaraan.

KAMU SEDANG MEMBACA
MENCINTAI CEWEK MATRE? {Geng Rempong : 3}
RomanceDian, wanita sederhana yang pernah dihina oleh seorang lelaki bernama Kenpi karena tidak mau diajak untuk kegiatan asyik. Ia jadi sedikit trauma untuk mendekati lelaki lagi yang melibatkan perasaan. Bram, lelaki kaya dan mampan. Ia belum pernah dek...