Cerita #1 Broken home
-Anggiana Georgiana Adrian a.k.a Aleen Cheveryl Azryl-
"Perbedaanku membuat semua keluargaku menjauhiku. Hanya Mama dan kak Bryan yang berada di sisiku ketika mereka mengabaikanku. Mereka menjauhiku hanya karena aku berbeda. Sa...
Satu bulan telah berlalu. Anna, Maya dan pihak sekolah serta keluarga Maya sedang berada di bandara. Ya, saatnya Anna dan Maya membawa nama Indonesia untuk mengikuti lomba seni di London, International Art Competition. Semuanya memberi dukungan kepada mereka berdua dan mengucapkan kata-kata perpisahan karena besok Anna tak akan ikut Maya untuk pulang ke Indonesia. Karena ia akan mulai kuliah disana.
Dan menghilang dari pandangan keluarga Adrian.
"Sayang, jangan lupa jaga kesehatan kamu ya. Kalau ada apa-apa langsung kabari Tante" ujar mama Maya sambil memeluk Anna.
"Iya, Tan. Akan Anna ingat"
"Belajar yang rajin, jangan terlalu mengikuti tren disana. Kamu harus menjaga harga diri kamu ya, Anna" nasehat papa Maya dan mengelus rambut Anna.
"Iya, Om. Nasehatnya akan Anna ingat" tak lama kemudian Anna dan Maya pergi dan melambaikan tangan. Mereka akan bersiap-siap untuk pergi ke London, Inggris. Saat di pesawat Maya melihat-lihat pemandangan dari jendela, sedangkan Anna hanya duduk diam dan mendengarkan lagu The Lonely-Christina Perri. Walaupun kehidupan Anna akan terjamin oleh keluarga teman Myscha, ia tak akan percaya langsung pada mereka.
Karena bagaimana pun ia akan tetap sendirian.
*****
Mata Maya berbinar ketika mereka mendarat di International London Heatrow, London. Begitu pula dengan Bu Sri dan pelatih mereka, namun tidak bagi Anna. Ia tetap menampilkan ekspresi datar. Maya menyenggolnya pelan.
"Hei, apa kau tak terpesona dengan bandara ini?" Anna menggeleng dan berjalan terlebih dahulu. Yang lainnya terpaksa mengikuti Anna. Sesampainya di depan bandara ada beberapa orang menggunakan baju seragam hitam abu-abu dan tersenyum ke arah mereka.
"Do you come from Indonesia?" Tanya salah satu dari mereka.
"Yes, we do. Who are you? Are you one of committe from IAC?" Tanya Bu Sri. Sudah menjadi kewajiban semua guru di sekolah mereka untuk bisa berbahasa inggris.
"Yes, Ma'am. We will take you to hotel" Bu Sri mengangguk dan mengajak yang lainnya untuk mengikuti orang-orang tadi. Maya kembali melirik pemandangan London pada malam hari dan tersenyum bahagia, sedangkan Anna kembali diam dan tak bereaksi apapun. Sesampainya di hotel orang-orang tadi mengantar mereka sampai di kamar mereka.
"Take a rest, ladies" ujar orang tadi dan meninggalkan 4 orang dari Indonesia.
"Aku tak percaya ini! Aku berada di London dan berada di hotel bintang 5!" Pekik Maya. Anna menggelengkan kepalanya dan menyentil pelan kepala Maya.
"Jangan terlihat kampungan, Maya. Nanti ditertawakan orang lain baru malu" kekehnya dan masuk ke kamar mereka. Maya yang merasa tersindir pun ikut masuk ke kamar mereka untuk membalas perbuatan Anna dan beristirahat. Karena besok akan diadakan acara pembukaan.
*****
Singkat cerita mereka semua sudah berada di ball room hotel itu. Anna terlihat anggun dengan dress yang digunakannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.