Anna sedang memasukkan pakaiannya ke dalam sebuah koper mini. Ia ingin menginap dirumah Maya selama ia ujian nasional. Kenapa harus menginap?
Karena ia ingin memberikan kejutan pada mereka semua.
Tak lama kemudiam ia mendengar suara ketukan pintu. Anna mengernyit dan berjalan menuju pintu. Ia hanya menatap datar pada orang yang mengetuk pintunya.
"Ada apa?" Tanyanya ketus. Orang itu -Nick- hanya menatap Anna dan tersenyum kecil.
"Ayo turun. Kau harus sarapan" Anna mengernyit bingung melihat sikap sepupunya itu. Ia tak bergerak dan hanya menatap Nick dengan bingung.
"Ada apa denganmu?" Nick terdiam dan menatap Anna.
"Apa sikapmu ini sebagai tanda rasa bersalah mu eh?" Seringaian kecil langsung terbit dibibir mungil Anna. Nick tetap diam dan mengambil tangan kanan Anna.
"Maafkan aku, Anna. Aku sudah menghinamu didepan teman-temanku dan malah membanggakan Natalie. Ternyata ia lebih hina darimu. Aku menyesal, aku menyesal, Anna. Jadi, apa kau mau memaafkanku?" Anna melepaskan genggaman tangan Nick dan berlalu begitu saja. Namun sebelum ia sampai ditangga, Anna mengatakan sesuatu.
"Aku bisa memaafkanmu. Namun semuanya tak akan sama, Nick" setelah itu Anna langsung turun dan meninggalkan Nick dalam diamnya.
*****
Suasana sarapan pagi ini cukup mencekam. Natalie dilarang papa Anna untuk bersekolah karena dihukum, Nick yang memandang Anna dengan rasa bersalah, Bryan yang tak tahu apa-apa, mamanya hanya diam tak bisa berbuat banyak, dan papa Anna serta kakek hanya diam dan menatap tajam pada Natalie. Suasana inilah yang ditunggu Anna.
Perpecahan keluarganya.
Katakanlah ia jahat, egois, atau apapun itu. Namun rasa sakit yang dialaminya lebih dari apapun yang mereka lakukan padanya.
Mengabaikannya, mengacuhkannya, tak diberi keadilan, tak diberi kasih sayang yang cukup.
Jadi siapakah yang jahat? Anna hanya ingin membalas, namun ia membalas dengan perlahan.
Karena sesuatu yang besar akan ia lakukan beberapa tahun lagi.
Tiba-tiba terdengar suara mesin mobil berhenti dan derap kaki yang kuat. Semua orang menoleh dan mendapati papa dan mama Natalie. Anna tersenyum puas melihat kedatangan mereka.
"Natalie!!" Bentak papa Natalie. Seketika itu juga Natalie pucat seolah didalam tubuhnya tak ada darah. Sontak semua orang berdiri dan memandang tak percaya, bagaimana orang tua Natalie sampai datang?
"Pa..pa" cicit Natalie. Ia juga tak percaya dengan kedatangan papanya yang cepat. Muncul pertanyaan dikepala mereka semua. Siapa yang memberitahu orang tua Natalie?
Itu aku, bodoh. Batin Anna masih dengan senyuman puas. Papa Natalie menarik tangan anaknya dan
PLAK!
Terdengar suara tamparan yang begitu kuat hingga membuat pipi Natalie memerah. Semuanya memandang tak percaya atas apa yang dilakukan papa Natalie, termasuk Anna.
Ternyata ini lebih dari yang kupikirkan. Batinnya.
"Dad, sakit" lirih Natalie dan memegang pipinya yang memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
What's wrong with me?
BeletrieCerita #1 Broken home -Anggiana Georgiana Adrian a.k.a Aleen Cheveryl Azryl- "Perbedaanku membuat semua keluargaku menjauhiku. Hanya Mama dan kak Bryan yang berada di sisiku ketika mereka mengabaikanku. Mereka menjauhiku hanya karena aku berbeda. Sa...
