Paginya, Anna terbangun lebih awal dari biasanya. Setelah mencuci muka ia melangkahkan kakinya menuju kolam renang yang berdekatan dengan gazebo. Sesampainya disana ia mencelupkan kakinya dan duduk dengan tenang. Ia mulai memejamkan matanya, berusaha menikmati suasana pagi harinya. Ia tahu, hari ini adalah hari terakhir ia dan yang lainnya menginap dan menghabiskan waktu bersama keluarga Maddison. Dan itu berarti waktunya dengan Sean sedikit berkurang. Namun ia tak kecewa, karena ia tahu tak lama lagi mereka akan bertemu kembali. Anna tersenyum kecil membayangkan hal itu. Tanpa ia sadari seseorang sedang memperhatikannya. Orang itu terpana melihat senyuman itu. Ia hanya menatap intens pada Anna yang masih tak menyadari dirinya. Setelah puas memandang orang itu mendekati Anna yang masih dengan mata terpejam. Orang itu mendekatkan wajahnya dengan wajah Anna sehingga ia bisa melihat dengan pasti seluk beluk wajah cantik di hadapannya. Anna yang merasa ada orang didepannya membuka mata birunya dan terkejut ketika matanya bersibobrok dengan mata caramel. Ia bahkan hampir terjatuh ke dalam kolam jika orang itu tidak memeluknya.
"Sean?! Apa yang kau lakukan?!" Pekiknya dengan wajah memerah. Ya, orang itu adalah Sean Maddison. Sean tersenyum dan menjauhkan dirinya dari Anna, membuat Anna secara spontan menghela nafas lega.
"Aku? Berenang. Bahkan sebelum kau datang dan membuyarkan konsentrasiku" jawabnya enteng. Wajah cantik Anna semakin merona ketika ia melihat tubuh Sean yang half naked itu. Ia bisa melihat kotak-kotak diperut tanpa lemak itu, dada yang bidang sangat cocok untuk sandaran ketika ia tengah gundah...
Apa yang aku pikirkan?! Teriaknya dalam hati.
"Sudah puas menikmati suguhan indah dipagi hari, eh?" Goda Sean dengan seringaiannya. Anna memalingkan wajahnya berusaha menyembunyikan wajah tomatnya.
"Jangan kepedean. Siapa yang sedang memandangimu?" Tanya Anna ketus.
"Matamu" jawab Sean dan langsung menarik tangan Anna. Anna berteriak seiring dengan bunyi deburan air. Tak lama kemudian kepalanya menyembul dan langsung memeluk erat tubuh tegap Sean. Sean yang melihat respon Anna hanya bingung sendiri.
"Hei, ada apa? Mengapa kau malah memelukku?"
"Sean bodoh! Aku tak bisa berenang!" Rutuk Anna dan mengencangkan pelukannya. Bukannya marah namun ia malah senang karena dengan begini Anna mau memeluknya. Ia membalas pelukan itu dengan erat pula. Bahkan Anna mengalungkan kakinya di pinggang Sean dan membuat gelora didalam diri Sean bergejolak. Sean dengan sekuat tenaga berusaha menahan segala hasrat yang tiba-tiba muncul. Ia mengalihkannya dengan cara mengerjai Anna. Ia membawa Anna menyelam bersamanya, namun ia salah. Anna semakin mengeratkan pelukan kakinya. Sean sudah tak tahan lagi menahannya. Daripada ia melakukan sesuatu yang tak diinginkan keduanya ia membawa Anna ke tepi dan mengulurkan handuk yang seharusnya untuk dirinya.
"Pergilah mandi dan bersiap-siap. Sebentar lagi kita akan pergi, bukan?" Tanya Sean lembut namun sebenarnya ia berusaha menenangkan sesuatu dibawah sana. Anna yang dari tadi sibuk menghela nafas lega menatap tajam tepat di mata Sean.
"Kau jahat! Untung saja aku tak mati didalam sana. Kalau sampai terjadi sesuatu pada diriku sendiri, ramai yang akan menuntutmu, Sean!" Bentaknya dan pergi meninggalkan Sean. Sean yang melihat kepergian gadis itu merasa bersyukur.
"Sepertinya aku harus mandi air dingin. Anna, kau membuatku mabuk" ujarnya dan keluar dari kolam renang dengan sesuatu yang menyembul dibagian intimnya.
*****
Dihari terakhir ini mereka semua mengunjungi Big ben dan London Eye. Mereka juga makan di sebuah restoran Italia. Sore harinya mereka mengunjungi mall untuk membeli souvenir, namun Anna hanya melihat dan menemani Maya. Ia tak butuh itu karena ia akan tinggal di London. Bukan ia tak ingin membelikan oleh-oleh untuk Myscha dan Bryan, hanya saja jika ia memberikannya maka mereka akan tahu kalau ia akan menetap disini. Dan itu bisa mengacaukan semua rencana yang telah disusun olehnya sejak lama. Sedangkan disisi lain, Sean sedang menelepon seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
What's wrong with me?
Fiksi UmumCerita #1 Broken home -Anggiana Georgiana Adrian a.k.a Aleen Cheveryl Azryl- "Perbedaanku membuat semua keluargaku menjauhiku. Hanya Mama dan kak Bryan yang berada di sisiku ketika mereka mengabaikanku. Mereka menjauhiku hanya karena aku berbeda. Sa...
