Cerita #1 Broken home
-Anggiana Georgiana Adrian a.k.a Aleen Cheveryl Azryl-
"Perbedaanku membuat semua keluargaku menjauhiku. Hanya Mama dan kak Bryan yang berada di sisiku ketika mereka mengabaikanku. Mereka menjauhiku hanya karena aku berbeda. Sa...
Keesokan harinya, rombongan Indonesia dan keluarga Maddison melanjutkan acara liburan mereka yaitu berkunjung ke salah satu pantai yang terkenal di London. St. Brelade's Bay Beach. Anna terlihat modis dengan dress yang dikenakannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sedangkan Maya mengenakan dress yang mirip dengan Anna, hanya beda warnanya saja. Sean terlihat menawan mengenakan t-shirt putih dilapisi kemeja dongker dan celana putih selutut. Mereka kembali mengenakan limousin dan langsung menuju tempat tujuan.
*****
Sesampainya disana, Maya langsung berlarian sambil menarik tangan Anna menuju pantai.
"Sudah lama kita tidak pergi ke pantai ya" ujar Anna sambil tersenyum.
"Aku rasa sudah 2 tahun lah, Anna. Kita kan orang sibuk" balas Maya dan mengajak Anna berfoto. Sean yang melihat sikap Anna ikut tersenyum dan mengabadikan semua ini melalui beberapa foto. Tak lama kemudian seseorang duduk disampingnya.
"Biarkan saja dia dengan temannya dulu, Sayang. Mom lihat dari gerak tubuh mereka sepertinya sedang menikmati saat-saat terakhir mereka bersama" Sean menoleh dan mata caramel nya bertatapan dengan mata caramel milik mamanya.
"Iya, Mom. Lagi pula Tian bilang kalau sepertinya Anna akan tinggal disini lebih lama" ujar Sean.
"Mengapa? Bukannya dia harus sekolah?"
"Entahlah, Mom. Aku juga tak tahu. Bahkan Tian yang biasanya bisa mendapatkan informasi dengan mudah kesulitan ketika mencari data tentang dia" mama Sean mengelus tangan anak keduanya dengan sayang.
"Mom tahu kamu menyukainya, Sayang. Kejarlah. Mom menyukai Anna juga. Walaupun dia terlihat tertutup, namun Mom bisa merasakan kalau ia tak ingin menutupi dirinya lagi" Sean mengangguk dan tersenyum.
"Tenanglah, Mom. Sebentar lagi aku akan membuat Anna menjadi bagian dari kita" mama Sean tersenyum dan mengelus rambut anaknya.
*****
Tak terasa siang telah menyapa mereka. Mereka semua kini berada di restoran didekat pantai. Disini tersedia makanan seafood yang membuat lidah siapapun tergugah. Namun tidak bagi Anna. Ia hanya memesan es jagung dan meminumnya.
"Sayang, kenapa kamu tidak memesan makanan?" Tanya mama Sean.
"Saya hanya alergi dengan seafood, Ma'am" jawab Anna dengan senyuman kecil.
"Apa perlu kita cari restoran lain?" Tanya papa Sean. Anna menggeleng.
"Itu tak perlu, Sir. Lagipula saya masih kenyang. Permisi" pamit Anna dan membawa minumannya keluar. Semuanya memandang kepergian Anna.