3 tahun kemudian.
"Aduh anak-anak Mommy udah mau wisudahan. Serentak lagi" puji Laura ketika melihat Kevan, Revan dan Aleen mengenakan baju toga.
"Hei, Aleen. Kok bisa-bisanya kamu ngikutin kami wisuda? Kan kamu masih semester 6" goda Kevan. Aleen memutar matanya dan menjitak kepala sang kakak.
"Argh! Mommy, lihat anak ini. Main jitak kepala orang terus" rengek Kevan.
"Itu juga salah kamu, pakai pura-pura tidak tahu lagi" tukas Revan. Kevan mendengus dan tak lama kemudian ia tertawa. Ia juga memeluk Aleen dengan erat.
"Aku tak menyangka adik manisku bisa sejenius ini. Bisakah kau membagikan setengah otakmu pada kakakmu?" Aleen menggelengkan kepalanya dan menyikut perut rata Kevan.
"Ya ampun, Aleen. Bisakah kau tidak kasar padaku? Aku yakin jika kau dan Sean menikah Sean akan tersiksa memiliki istri yang ringan tangan" ejeknya.
"Kevan, diamlah. Tentu pada Sean aku akan bersikap manis karena ia juga baik padaku. Kamu? Kerjanya cuman menjahili aku terus" Kevan tertawa melihat bibir Aleen yang dikerucutkannya.
"Sudah-sudah, ayo anak-anak kita berangkat" lerai Jonathan. Semuanya mengangguk dan berjalan menuju limousin yang sudah terparkir cantik di depan pintu.
*****
"Baiklah para hadirin sekalian, yang meraih summa cum laude tahun ini adalah seorang mahasiswi dari jurusan hukum. Aleen Cheveryl Azryl dengan IPK 4.00! Kepada anak kami harap naik ke atas panggung" tepukan yang meriah mengisi gendang telinga Aleen. Ia tak menyangka bisa meraih nilai setinggi itu. Ia melangkahkan kaki jenjangnya menuju panggung dengan senyuman yang tak luntur dari bibir tipisnya. Banyak ucapan selamat yang ia dapatkan, terlebih dari kaum adam. Setelah berjabat tangan, mengambil foto dan sang rektor memberikan sebuah piagam kepada Aleen ia langsung turun dan kembali duduk di tempatnya tadi. Chloe menyikut Aleen pelan dan memberikan 2 jempol miliknya. Keluarga Azryl dan Maddison juga tak kalah bahagia, terlebih Sean. Karena 2 tahun lalu ialah yang mendapatkan penghargaan itu.
Kau hebat, Sayang. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu. Batinnya.
*****
"Aleen!! Bagaimana bisa kau bisa memdapatkan summa cum laude, hah?!" Tanya Kevan histeris. Ia dan seluruh angkatannya tak percaya jika junior mereka yang lebih cepat wisuda malah yang mendapatkan penghargaan besar itu.
"Entah. Kau bisa menanyakannya pada dosen, Kevan. Dan bisakah kau mengurangi volume suaramu? Suaramu sangat memekakkan telinga" rutuk Aleen. Setelah berkata demikian ia bisa merasakan seseorang tengah mendekapnya erat.
"Congrats, Babe. Aku bangga padamu" bisik orang itu. Aleen tertawa dan mengusap tangan orang itu.
"Terima kasih. Ini juga berkatmu, Sayang" orang tadi mengecup pipi Aleen dari belakang. Namun tiba-tiba dekapan tadi terputus oleh seseorang.
"Ya ampun, Sean. Kau harusnya menahannya menjelang nanti malam" ucap Lily. Orang tadi yang ternyata Sean terkekeh dan memeluk Momnya.
"Mom, aku hanya memeluknya. Bukan melakukan-"
"Iya iya, Mom tahu. Mom hanya bercanda. Dan tolong jangan katakan itu. Walaupun negara kita negara bebas setidaknya lakukan itu-"
"Setelah menikah. Aku akan mengingatnya, Mom sayang" setelah puas bermain memotong-motongkan kalimat, Sean merangkul Aleen yang tertawa melihat percakapan antara kekasihnya dengan sang Mom.
KAMU SEDANG MEMBACA
What's wrong with me?
General FictionCerita #1 Broken home -Anggiana Georgiana Adrian a.k.a Aleen Cheveryl Azryl- "Perbedaanku membuat semua keluargaku menjauhiku. Hanya Mama dan kak Bryan yang berada di sisiku ketika mereka mengabaikanku. Mereka menjauhiku hanya karena aku berbeda. Sa...
