Para awak media dihebohkan dengan kabarnya seorang pebisnis terkenal di Indonesia, Anggara Adrian dituntut atas dugaan beberapa kasus pembunuhan yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya. Banyak yang kaget dan tak percaya atas apa yang diberitakan media. Angga yang para khalayak kenal adalah seseorang yang ambisius akan suatu hal, perfeksionis, memiliki sikap datar dan dingin. Namun ada beberapa di antara mereka memiliki dugaan yang sama dengan berita tersebut karena sejumlah pengusaha terkenal yang memiliki hubungan kerja sama dengan Angga banyak yang meninggal dan kasusnya belum ada yang terselesaikan.
Semenjak permasalahan ini pula Bryan dan Myscha tidak lagi tinggal di mansion Adrian, melainkan tinggal di apartemen yang dibeli Bryan tanpa sepengetahuan Angga. Myscha terpekik ketika melihat anak laki-lakinya pulang dari mansion Adrian dengan wajah babak belur. Namun rasa khawatirnya berganti menjadi rasa iba setelah mendengar ucapan Bryan.
“Luka yang Papa berikan padaku bukanlah apa-apa dibandingkan luka yang ia berikan pada Aleen. Aleen saja mampu menahan lukanya selama bertahun-tahun masa aku tidak bisa menahannya, Ma?” yang bisa dilakukan Myscha hanyalah memeluk dan menangis dalam diam di dalam pelukan anaknya. Sering muncul pertanyaan di benaknya.
Apa salahnya di masa lalu hingga memiliki suami yang seperti Angga?
*****
Angga hanya bisa diam dengan apa yang terjadi saat ini. Ada saatnya ia akan menolak berita –yang sebenarnya memang kenyataan- itu. Ia tak habis pikir bagaimana anak kebanggaannya selama ini bisa mengetahui kegiatannya yang lainnya dan tega melaporkannya ke pihak polisi. Bahkan Bryan telah menyewa jasa pengacara dari perusahaan hukum yang cukup terkenal, Adisson Corp. Saat ini ia hanya bisa bersembunyi di salah satu markas The Owl’s sambil memikirkan cara untuk memutar balik fakta dan menjatuhkan Bryan. Ia sudah tak peduli lagi dengan anaknya itu karena ternyata baginya Bryan merupakan kegagalannya juga yang selama ini tak diketahuinya.
“Apa yang akan kau lakukan, Angga?” tanya Adriansyah. Mau tak mau ia juga ikut terseret karena secara tak langsung ia juga ikut campur dalam pembunuhan para pengusaha tersebut. Angga mengerang kesal dan menggebrak meja di depannya.
“Aku akan menyuruh anak buahku untuk menghancurkan berkas yang diberikan anak sialan itu pada pihak polisi” jawab Angga dingin.
*****
Di sisi lain Aleen berada di salah satu ruangan yang dijadikan sebagai markas untuk Tian dan anak buahnya. Ia tengah berdiri dan melihat sebuah video Angga dan Adriansyah di salah satu markas mereka. Walaupun mereka tidak bisa mendengar suara mereka yang jelas terlihat jelas kalau mereka tengah merencanakan sesuatu.
“Mereka pasti merencanakan untuk melakukan sesuatu dengan berkas yang kita berikan pada polisi” ujar Tian. Sean mengangguk setuju sedangkan Aleen hanya berdiri dengan diam sambil terus memperhatikan gerak gerik Angga.
“Besok kita dipanggil pihak polisi untuk menemani Bryan untuk menjawab beberapa pertanyaan mereka” kata Sean. Kini Sean dan Aleen tengah menyamar sebagai pengacara di salah anak cabang perusahaan M’Son Corp di Indonesia. Mereka juga menggunakan nama samaran agar Angga tidak mengenali mereka, Sean dengan nama Sebastian George dan Aleen dengan nama Valeria George. Terdengar helaan nafas dari mulut Aleen dan mengangguk pelan.
“Berarti Angga juga akan datang, kan?” kedua pria itu mengangguk mengiyakan pertanyaan Aleen. Aleen berbalik dan hendak keluar dari ruangan itu namun tangannya dicekal oleh Sean.
“Butuh pelukan?” tawarnya dengan senyuman yang bisa mendatangkan ketenangan bagi Aleen. Aleen langsung menubruk tubuh tegap itu dan menyandarkan kepalanya pada dada Sean.
“Kau takut?” Aleen menggeleng. Ia sama sekali tidak takut terhadap Angga. Baginya Angga adalah sampah masyarakat yang harus segera dibasmi.
“Aku hanya berpikir, seandainya dengan cara ini Angga tidak juga sadar apa yang harus kulakukan lagi?” tanyanya pelan namun Sean masih bisa mendengarnya. Sean mengelus rambut Aleen yang kembali berubah warna menjadi coklat terang dan mendaratkan kecupan di kepala sang istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
What's wrong with me?
General FictionCerita #1 Broken home -Anggiana Georgiana Adrian a.k.a Aleen Cheveryl Azryl- "Perbedaanku membuat semua keluargaku menjauhiku. Hanya Mama dan kak Bryan yang berada di sisiku ketika mereka mengabaikanku. Mereka menjauhiku hanya karena aku berbeda. Sa...
