Keesokan harinya, keluarga Maddison mengantar rombongan Indonesia ke bandara International London Heatrow. Dari rumah Sean tak melepaskan tangan Anna sedetik pun dan membuat rona merah dipipi Anna selalu terlihat. Maya yang tidak mengetahui kejadian tadi malam hanya bisa memicingkan matanya dan menatap keduanya penuh selidik.
"Apa ada yang kalian sembunyikan dariku?" Tanyanya ketika berada di dalam limousin.
"Cerita yang panjang, Maya. Besok akan kuceritakan" jawab Anna pelan. Bahkan ketika di dalam limousin pun Sean tetap memegang tangan Anna dengan erat. Maya menghela nafasnya dan memyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.
"Aku ingin kau menceritakannya secara detil, Anna. Harus" Anna mengangguk pelan. Ia tak tahu kalau Sean bisa menjadi posesif begini.
Apakah ini rasanya pacaran? Batinnya ragu. Tak lama kemudian semuanya sampai di bandara. Rombongan Indonesia tampak menarik koper. Dari kejauhan Anna bisa melihat seseorang yang dikenalinya.
"Anna!" Panggil orang itu. Senyum Anna langsung merekah dan melepaskan tautan tangan mereka. Ia berjalan cepat dan memeluk orang tadi. Semuanya hanya memandang bingung.
"Kamu tidak pulang ke Indonesia, kan?" Tanya orang itu.
"Jika Mommy tidak mau menjadi orangtua angkatku maka aku akan pulang ke Indonesia" gurau Anna. Orang itu ternyata Laura Azryl.
"Um, Mrs. Azryl. Bagaimana kau bisa mengenal Anna?" Tanya mama Sean.
"Oh, Mrs. Maddison! Anna adalah anak angkatku mulai sekarang. Karena ia tak akan pulang ke Indonesia melainkan menetap di London untuk kuliah di Universitas Oxford" jawab Laura. Keheningan mulai terasa disekitar mereka. Bahkan Sean sudah menatap tajam pada Anna. Anna membalas tatapan kekasihnya itu tak kalah tajam pula.
"Kalian belum tahu?" Tanya Laura berusaha memecahkan keheningan.
"Kami dari pihak sekolah memang mengetahuinya, tapi kami tak mengetahui kalau ia akan memiliki keluarga angkat disini" jawab Bu Sri.
"Dan di umur 17 ia sudah kuliah?" Tanya papa Sean.
"Maafkan semuanya, aku menyembunyikan ini semua. Aku hanya belum siap untuk menceritakan ini pada kalian. Aku juga tak ingin merubah suasana liburan ini menjadi sedikit serius. Akan aku jelaskan. Mommy Laura adalah sahabat mamaku. Mama telah meminta Mommy untuk menjagaku selama aku disini. Awalnya aku ingin menolak, namun Mama tetap memaksaku. Jadi ya.. aku menjadi anak angkat mereka" terang Anna. Semuanya masih memandang Anna.
"Berarti kamu ikut sistem akselerasi?" Tanya papa Sean.
"Iya, Sir. Aku melaksanakan ujianku sebelum keberangkatanku ke London" semuanya -kecuali Sean- mengangguk mengerti.
"Mommy dan Daddy juga sudah menyamar kepulanganmu, Sayang. Jadi mereka akan beranggapan kalau kamu tetap pulang ke Indonesia" ujar Laura lagi.
Kembali tatapan keluarga Maddison tertuju pada Anna.
"Apa maksudnya, Anna?" Akhirnya Sean mengeluarkan suaranya yang terdengar berbeda. Datar dan dingin. Anna kembali menghela nafasnya.
"Akan aku jelaskan. Tapi nanti" jawab Anna dengan nada yang sama. Maya yang mendengarnya ikutan menghela nafasnya karena ia melihat sikap Anna sebelum bertemu Sean. Tak lama kemudian terdengar panggilan untuk Maya dan yang lainnya. Mereka semua memeluk Anna sebagai salam perpisahan, terlebih Maya yang sesenggukan.
"Jaga dirimu baik-baik disini. Carilah teman yang bisa kau andalkan. Jaga kesehatanmu. Kami akan menunggu kepulanganmu, Anna" ucapnya disela tangisnya. Anna mengelus punggung sahabatnya itu.
"Iya, Maya. Aku akan mencari teman yang sama cerewetnya denganmu" Maya memukul pelan punggung Anna sebelum melepaskan pelukan mereka. Ia tersenyum dan mencium pipi Anna. Setelah itu mereka bertiga menghilang di antara manusia-manusia lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
What's wrong with me?
Ficción GeneralCerita #1 Broken home -Anggiana Georgiana Adrian a.k.a Aleen Cheveryl Azryl- "Perbedaanku membuat semua keluargaku menjauhiku. Hanya Mama dan kak Bryan yang berada di sisiku ketika mereka mengabaikanku. Mereka menjauhiku hanya karena aku berbeda. Sa...
