Do you hear me,
I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying
Girl, I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Oh oh oh oh oh oh oh oh
They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair
Though the breezes through the trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
Oh oh oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh oh oh
Alunan petikan gitar mengalun pelan. Sangat syahdu di telinga. Semua orang terpaku dengan sosok pria yang tampak sangat mempesona malam itu. Begitu juga dengan Vannesa. Ia tak mampu mengalihkan pandangannya. Jari-jari itu tampak begitu lincah dengan dawai gitar.
"Nathan...iel?!"
Entah sadar atau tak sadar, Vannesa mengucapkan nama itu. Ia tak mampu mengendalikan mulutnya ketika lagu "Lucky" mengalun dengan indah dari mulut Nathan.
Semua orang bertepuk tangan dengan gemuruh ketika Nathan menyelesaikan lagu milik Jason Mraz itu dengan sangat epik.
Nathan melangkah menuju arah Vannesa dengan langkah yang ringan. Ia tak menyadari ada sesuatu yang salah dengan Vannesa.
"Kak Nes. Lo ngapain ngalamun?" Ujarnya sembari menyenggol bahu Vannesa.
Vannesa yang tak sepenuhnya sadar, terhuyung ke samping. Hup. Untung saja Nathan dengan segera meraih pundak Vannesa dan meyeret paksa ke arahnya.
"Kak Nes?! Lo kenapa sih? Ngalamun, ya?"
Nathan menatap Vannesa dengan intens. Sedangkan Vannesa balas menatap dengan tatapan mata orang linglung.
"Hah?!" Ceplosnya.
Nathan mengulangi ucapannya, "Lo kenapa, Kak Nes?"
"Ehmm," Vannesa menggeleng "gue nggak apa-apa kok."
"Lo kayak orang linglung tau nggak sih?" Celetuk Nathan.
Vannesa hanya tersenyum kecut mengingat apa yang tadi terlintas di otaknya. Bagaimana ia bisa berpikir Nathan adalah Iel? Nathan? Iel? Nathan dan Iel adalah dua sosok orang yang berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brondong Idaman [ON-GOING]
Teen FictionCowok PDKT sama cewek yang lebih tua? Sudah biasa! Ini nih kisah cinta Nathan yang ngebet banget pengen macarin kakak kelasnya. Vannesa. Si cewek cantik pacar ketua tim basket. Pacar orang? Embat! "Selagi tampang oke. Sah sah saja merebut pacar or...
![Brondong Idaman [ON-GOING]](https://img.wattpad.com/cover/115360070-64-k239308.jpg)