48. Kenangan Terindah

870 30 12
                                        

Vannesa mengucek matanya. Rasa kantuknya masih tak tertahankan. Ingin sekali ia rebahan hari ini. Tubuhnya benar-benar capek. Mungkin karna pelu adaptasi baru dengan tempat ini.

Vannesa menyibak selimutnya, duduk di pinggir ranjang, mengambil ponsel yang ia letakkan di atas nakas hotel. Kemudian segera mencari kontak seseorang. Mengirimi pesan dan menunggu sementara waktu hingga pesannya di balas.

Langkah kakinya membawa menuju tepi kamar hotel ini. Pemandangan di luar memanglah epik. Mampu menyihir mata Vannesa. Secara ajaib rasa lelahnya sirna. Ada semangat yang membara dalam pikirannya. Ini adalah harinya. Dan ia harus menikmatinya.

Good morning!

Good morning too

Tumben lo yang ngechat gue duluan.

Ada apa?

Biasanya gue yang ngechat cuma di read doang.

Oh ngga mau gue chat?

Ish! Bukan gitu.

Mau banget

Tumben aja gitu.

Agenda hari ini, apa?

Wait!

Kenapa tiba-tiba ngecek kegiatan gue?

Hayooo... Elo posesif sama gue ya?

Hm, nggak boleh ya?

Utututututu sayang...

Boleh kok. Boleh banget malah.

So? Lo hari ini rencana ngapain aja?

Gue rencana hang out

Sama siapa?

Hmm...

Sama siapa?

Sendiri.

Sendiri kok.

Yakin?

Ututututu pacar gue lagi posesif

Sering sering napa, Kak Nes

Kan makin lope lope gitu

Come on Nathan! Serius.

Elo mau diseriusin?

Bentar dong. Nunggu gue mapan dulu.

Elo mau dapet suami pengangguran apa?

Hmm,,,

Elo nggak pengen ketemu gue?

Enggak.

What?

Becanda Kak Nesa sayangku.

Ya mau lah.

Tunggu gue balik ya. Entar pas elo lulusan gue balik deh.

Serius?

Seribu rius aku cinta padamu.

¤¤¤

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 21, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Brondong Idaman [ON-GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang