37. Couple Game

730 35 0
                                        

Vannesa hanya bisa mengekor Nathan dari belakang. Mereka berdua melangkah gontai ke atas panggung, mini panggung lebih tepatnya, di lantai dasar mall ini. Semua orang yang menonton bersorak-sorai.

"Okey. Ini pasangan terakhir kita. So, kita bisa mulai couple games kali ini. Tepuk tangannya dong?!"

Ada delapan pasangan muda-mudi yang kini tengah berderet memanjang. Sang pemandu acara berada paling kanan, diikuti pasangan pemuda-pemudi hingga Vannesa dan Cakka yang berdiri paling kiri.

Vannesa menyenggol pinggang Cakka dengan siku kirinya, "Gimana nih?" ujar Vannesa setengah berbisik.

Cakka hanya mengangguk, memberikan isyarat agar Vannesa percaya saja pada dirinya. Vannesa bisa menangkap ekspresi kepuasan di wajah Nia yang berdiri paling dekat dengan panggung. Ini semua ulah Nia.

"What?!"

Mata Vannesa melotot tajam ke arah Nia yang tampak justru cengengesan.

"Elo bisa main sama Cakka."

Ya, ampun. Nia mengucapkan kalimat itu dengan entengnya. Tak memperhatikan reaksi Vannesa yang sudah seperti orang dongo saja.

"DOUBLE WHAT?!" Teriak Vannesa.

Cakka hanya mengedipkan matanya karna tak mungkin juga ia bereaksi sama dengan Vannesa. Teriak? Oh no!

Vannesa geleng-geleng. Menentang ide gila Nia.

"Kenapa?" Tanya Nia dengan nada yang benar-benar polos.

Mau tak mau Vannesa melayangkan sentilan ke dahi Nia, "Ya kali gue main kayak gituan sama Cakka. Kalo Nathan tau gimana? Kalo pacarnya Cakka tau juga gimana?"

"Enggak bakal deh. Come on, buat seru-seruan aja." usul Nia. "Gimana Kka?"

Cakka pikir-pikir, tak ada salahnya. Toh ini hanya games belaka. Tak akan ada yang tau jika mereka berdua tak pacaran. Kan yang diminta orang yang berpasangan, bukan orang yang berpacaran.

"Pikir deh sisi baiknya, kalo kalian menang, kalian bisa dapet hape. Nah bisa gantiin hape lo yang lagi dibenerin tuh. Kan lumayan." Hasut Nia dengan halusnya.

"Okey." ujar Cakka singkat. "Yuk?!"

Vannesa melongo, ia tak percaya, "What?! Tapi KKa..."

"Udah nggak ada tapi-tapian lagi." Potong Nia cepat. "Buruan naik keburu mulai."

"Tap..."

"Shut up?!"

Dan kini Vannesa harus pasrah mengikuti games ini. Cakka nampaknya tenang-tenang saja. Tak khawatir akan ketahuan dengan sang pacar. Berbeda dengan Vannesa yang takut ketahuan dengan Nathan. Tapi, bukankah mereka sedang bertengkar. Ah, lebih tepatnya Vannesa yang merajuk tidak jelas. So? Just have fun?!

Sang pembawa acara langsung menjelaskan aturan main. Jadi, sebelum games dimulai, akan diputar musik dan masing-masing pasangan harus menampilkan tarian pasangan mereka. Dan ketika musik berhenti, setiap pasangan akan berdiri berhadapan, kaki si wanita akan berada di atas kaki si pria. Mereka akan melangkah seiringan menuju meja yang ada di ujung panggung, kemudian beradu cepat memindahkan bunga plastik oleh si wanita, tanpa harus menyentuhnya dengan tangan melainkan dengan menggunakan mulut. Bunga akan dibawa ke sisi awal mereka menari. Dan mereka harus memindahkan bunga sebanyak dua buah. Otomatis mereka harus menjaga kekompakan mereka selama perjalanan bolak-balik mengambil bunga. Siapa yang paling cepat memindahkan bunga, itulah pemenangnya.

Para pemain akan dibagi menjadi dua, masing-masing empat pasangan. Kemudian masing-masing pasangan akan bejuang menjadi yang paling unggul. Hingga dua pasangan yang paling unggul dari kedua babak itu akan dipertemukan dan bertarung untuk menjadi pemenang games kali ini.

Brondong Idaman [ON-GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang