Hal yang terberat dalam hidup Jo adalah saat ketukan Palu hakim berbunyi dan mengesahkan perceraian antara dirinya dan Yola perempuan pertama yang membuat seorang Jo melakukan hal sesuai keinginan perempuan bernama Yola.
Sejak 3 tahun yang lalu saat hakim meresmikan perceraiannya dunia Jo runtuh arah kekehidupan nya pun abstrak. Jo memilih untuk pergi ke Selandia Baru untuk memulai hal yang baru dan mencoba melupakan kenangan suram bersama Yola walaupun tak ada hari yang suram saat bersama Yola.
Kesalahan yang selalu dibuat oleh Jo mengakibatkan Yola tak lagi bisa mempercayainya kembali.
Yola membuat arti rindu sangat berat seperti yang pernah dilan katakan rindu itu memang berat apalagi rindu seseorang yang nggak mungkin ada niatan buat memikirkan orang yang merindu.
Dalam hal ini Jo menginginkan sosok doraemon yang mempunyai pintu kemana saja, kalo Jo punya alat seperti itu mungkin Jo akan selalu mampir kekamar tidur Yola, dirinya sangat merindukan sosok perempuan yang bernama Yola mantan istrinya.
Jakarta sudah terlihat gelap, Jo masih ditempat kerjanya ditemani dengan dokumen yang belum disentuh nya.
Sejak perceraiannya dengan Yola membuat Jo membeli apartemen baru karena apartemen yang lama membuat dirinya makin stres memikirkan sosok Yola saat dirinya masih bersama Yola.
Jo pun akhirnya keluar dari tempat kerjanya di daerah Sudirman. Saat ini tujuannya adalah ke tempat Dafa sedang hang out dengan teman yang lainnya.
Pertama kalinya Jo mengikut hang out kembali setelah sekian lama dirinya absen dikarenakan pelarian ke Selandia Baru.
2jam diperjalanan akibat lalu lintas Jakarta yang terus meningkat kemacetannya akhirnya Jo sampai dialah satu cafe ditebet.
Matanya mencari sosok Dafa saat Jo sudah didalam cafe.
"Ternyata lo disini. Mojok banget duduk nya." Jelas Jo sambil duduk diantara ketiga temannya.
"Aduh duda keren tambah hot aja nih." Ledek Nuel.
"Betul banget auranya makin terpancar." Ungkap Ryan
"Walaupun keren tapi belum bisa move, percuma."
"Gue tinggal omongan kalian makin nggak bagus."
"Tapi serius lo masih belum move gitu dari Yola?"
"Menurut kalian gimana?"
"Belum." Suara ketiga temannya pun hampir membuat Jo tersedak minumannya.
"Nggak usah dibahas masa lalu gue. Pokoknya dua minggu lagi lo semua harus datang ke acara gue!"
"Iya. Udahlah gue mau ke tempat Riska dulu."
"Gue juga mau ke tempat Resa."
"Betul. Karin udah nunggu gue."
"Terus gue? Ditinggal? Bagus!"
"Lo mau gue kenalin ke temannya Risna?"
"Nggak. Gue balik."
Jo pun mengumpat kepada ketiga temannya, dirinya baru saja tiba dan kini ketiga temannya pergi begitu saja.
Jo bergegas pergi bersamaan dengan ketiga temannya, tujuan Jo saat ini ke apartemennya dikawasan Pluit.
Mobil dilajunya dengan kecepatan maksimal, setiap diperjalanan menuju Apartemennya teringat tentang bagaimana Yola selalu mengangunya saat menyetir, perempuan yang selalu memberikan candaan disaat berjumpa beberapa menit Jo mengingat kembali bagaimana pertemuan dirinya dengan Yola.
Pertemuan mereka tidak disengaja dan mungkin ini memang skenario Tuhan yang begitu indah. 5 tahun lalu pertemuan mereka dimulai saat dikereta arah jogja, awalnya Jo tak suka saat harus duduk berhadapan dengan perempuan karena takutnya perempuan yang didepannya akan melakukan hal yang tak ingin dilihat Jo, tetapi hal yang ditakutkan nya tidak terjadi karena perempuan yang dihadapannya itu Yola perempuan dengan santainya memulai pembicaraan, sikapnya yang santai membuat Jo makin nyaman ngobrol dengan Yola pada saat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Break Up
General FictionSeharusnya kita tak pernah bertemu jika akhirnya kita memutuskan untuk berpisah. End 22.08.19 Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan bintang dan komen kalian❤️ Cerita ini masih banyak kesalahan, dan mohon maaf jika penulisan salah. Terimaksih✨ C...
