Setelah selesai di patung Marlion, mereka pulang ke apartment karena sudah sore. Pemandangan antara Marina by Sands, Singapore flyer dan Art Science Museum terlihat mempesona.
Tony mengeluarkan smartphone miliknya untuk mengabadikan setiap Tri bergerak tanpa sadar atau memang sengaja minta di foto.
Tri sangat suka pada jam sore. Suasana lebih magic karena perpaduan pemandangan dengan gedung hotel di Marina Bay Sands tersebut sungguh mempesona.
Malam ini mereka akan menginap di hotel dengan kolam renang di atasnya yang sangat terkenal.
"Wahh.. apa tidak kemahalan ya kang..?"
"Kita cuma mau menginap dua hari kok.. lagian ini project periklanan." balas Tony pada Tri.
"Oohh.. okelah.. kalau begitu saya mau ikutan berenang. Lagian pemandangan spektakuler ini sangat jarang saya temui." lanjut Tri suka.
"Tapi.. aku tidak mau kamu memakai pakaian renang.. hhmm.. itu.. One piece..?" ucap Tony keberatan.
"Aduh kang.. masa saya harus pakai sarung sih.. kan harus pakai baju renang." jawab Tri sambil terkekeh.
"Trang..?!" suara Tony memperingatkan wanita itu.
"Iya baiklah.. saya pakai baju tidur saja biar semua orang heran." ucap Tri sambil masuk ke kamar tidur dengan cepat untuk berganti baju.
Tony menarik napas panjang. Ia tidak suka ini. Kalau Kamelia sih terserah mau pakai baju atau tidak karena wanita itu yang jadi model. Tapi, ini Tri.. wanitanya.
"Aku akan mengawasi wanita itu. Tidak akan aku biarkan mata lelaki mendarat di tubuhnya." gumam Tony.
Alhasil, Tri berenang dengan baju pinjaman dari Kamelia. Bajunya masih cukup menutup tubuhnya yang berisi ini. bukan mode seksi bikini ataupun One Piece. Tri memakai baju lengan panjang berwarna hitam yang berbahan seperti baju renang dilengkapi dengan celana pendek sebatas paha.
"Nah.. bagaimana kang.. apakah saya bisa berenang sekarang?" tanya Tri menyeringai karena tahu dirinya pasti tidak kena oceh lagi.
"Hmm.. tapi baju itu terlihat ketat di tubuh kamu." balas Tony.
"Kang..?!" seru Tri karena tahu tubuhnya lebih dari berisi di bandingkan tubuh Kamelia sang model.
"Iya..baiklah.. tapi jangan mengarah ke rombongan bule lelaki di sana. Bagian sini saja, aku akan tetap memantau kamu." jawab Tony kalem.
Tony memang tidak ikutan berenang. Lelaki ini bertugas mengawasi si model dan juga Tri. Dengan kemeja lengan pendek warna putih, dasi merah garis hitam. Tony terlihat keren apalagi memakai kacamata. Lelaki ini keliatan memantau dari ujung kolam renang supaya bisa lebih enak jarak pandang dari matanya. Ia tidak mau kecolongan dengan terfokus hanya pada Tri saja.
"Semoga waktu ini cepat berlalu, aku tidak suka Tri berlama-lama di sini. Aku bisa memberikan yang lebih dari Singapura kalau memang mau holiday. Kami bisa bulan madu nantinya." gumam Tony sambil mengawasi Tri yang berenang sendirian.
Kamelia sudah sibuk di foto oleh Amran di dalam air dengan latar belakang pemandangan indah dari langit sore Singapura yang sudah mulai berubah menjadi malam.
***
Ketika malam tiba, crew menyelesaikan urusannya. Amran membereskan perlengkapan foto. Lelaki ini langsung melepaskan pakaiannya atasnya membuat mata Kamelia melotot.
"Apa kamu belum pernah melihat lelaki telanjang dada?" ucap Amran ketus pada Kamelia.
Wajah Kamelia memerah, ia sering melihat para model lelaki bertelanjang dada. Tapi, ia tidak merasakan apapun.
Amran tadi sih ikutan nyebur karena harus mengambil foto dari dalam air. Yah.. resiko photografer kan.
Dengan tubuhnya yang tegap dan juga tinggi, Amran terlihat seperti orang timur tengah. Matanya yang bersinar tajam menambahkan style misterius pada diri Amran. Jantung Kamelia berdebar-debar sangat kencang.
"Ayo Mel.. apa kamu mau berendam seharian di sini?" ujar Amran dengan tanpa sengaja memanggil Kamelia dengan nama pendek.
Kamelia tersenyum senang dan naik ke permukaan di bantu oleh Amran.
"Tri.. ayo..?" panggil Kamelia pada Tri.
Tony berlari menuju pinggir kolam untuk menarik Tri ke atas.
"Thanks kang.. "
"Hmm.. Ayo pakai bathrobe kamu. Jangan sampai Amran melotot menatap tubuh kamu ini." ujar Tony sambil memakaikan Tri bathrobe kamar mandi.
"Iya.. " balas Tri menurut saja.
Tony tersenyum lalu menggiring Tri mengarah ke kamar mandi wanita untuk mengganti baju mereka.
Kamelia di bimbing oleh Amran. Tony berjalan di belakang mereka sekalian mengawal Kamelia. Sebenarnya sih, Kamelia tidak butuh pengawasan, sudah ada Amran yang sekarang terlihat lebih protektif pada Kamelia dibandingkan dirinya.
Pemotretan selama satu minggu itu berjalan lancar. Tony senantiasa mengawasi si model juga Tri. Yah, terutama wanita itu. Lelaki ini merasa, Tri malah menyedot perhatian daripada si model. Mungkin, orang sudah terbiasa melihat wanita cantik sekelas Kamelia. Tapi, Tri berbeda. Wanita ini terlihat memukau walaupun tanpa make-up dan baju mahal.
Waktunya pulang untuk mereka semua. Perjalanan dari Singapura menuju Jakarta di ambil pada sore hari. Tri tertidur selama perjalanan karena kelelahan. Turun pesawat, cek imigrasi, sampai masuk mobil menuju Bogor Tri langsung tidur lagi. Wanita ini tertidur di sandaran bahu Tony.
Tony sih tidak keberatan dengan hal ini, ia malah suka karena Tri mempercayai dirinya untuk menjaga wanita tersebut. Dan setidaknya Tony jadi tahu kalau Tri ini tidur suka menjulurkan tangannya untuk memelintir atau mencubit sesuatu. Ya.. apapun itu, asalkan di cubit kecil atau di pelintir. Tony sempat terkejut karena Tri tertidur didadanya dan tangan wanita ini mencari jarinya untuk di cubit ketika merasa gelisah.
"Shh.. tenanglah Trang.." bisik Tony di telinga Tri.
Tri bergumam tentang lelaki mesum mau menyentuh tubuh Tony.
"Kamu ngomong apa Trang..?" tanya Tony sembari berbisik penasaran.
"Hah..? Hmm.. Mesum.. Tidak..jangan..?" Tri mengeliat-liat gelisah di dada Tony.
Tony merangkulkan kedua lengannya di bahu Tri dan menggoyang-goyangkan tubuh wanita itu supaya tenang.
"Hei.. shh.. tidak ada lelaki mesum.. tenanglah.. kamu cuma bermimpi." ucap Tony sembari mengecup dahi Tri tanpa sadar.
Ia dan Tri memang di jemput oleh sopirnya langsung menuju rumahnya Tri. Amran dan yang lainnya juga sudah menuju kediaman masing-masing. Tony tadi ingin mengantar Kamelia juga, tapi Amran menolak. Lelaki itu ingin dia sendiri yang mengawal Kamelia pulang ke rumah orang tuanya. Rumah Kamelia sih di Jakarta Timur. Cuma karena ada pemotretan ini, maka pulang ke Bogor sementara waktu.
Tri mengulurkan tangannya dan memeluk erat leher Tony sembari bergumam 'tidak suka kamu.. jangan melihat ke akang Tony'.
Kali ini Tony waspada, kenapa Tri bermimpi buruk seperti ini. Ia mau membangunkan Tri tapi kasian. Wanita ini sudah kelelahan bercampur kepanasan karena memang udara Singapura kemarin sangat panas. Mereka kan bukan bule, jadi wajar tidak terlalu suka berjemur.
Tony mulai menyanyikan lagu secara perlahan demi mengusir mimpi buruk Tri. Lagu Tony sih acak kadul kadang ke pop pindah ke dangdut ataupun barat. Asal bisa membuat Tri tenang saja sampai ke rumah wanita ini.
Tony mengangkat Tri dan membunyikan bel rumahnya wanita ini.
Ibunya Tri langsung membukakan pintu dan memeluk Tri yang tertidur di dalam gendongan Tony. Tony jadi merasakan juga kasih sayang dari ibunya Tri karena terpeluk oleh wanita paruh baya ini.
"Bawa langsung saja nak ke kamar tidurnya. Ibu tidak kuat untuk mengendong anak gadis ibu ini. Sudah besar sih."
"Baiklah bu.."
****
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}
RomanceTri Anggraini, wanita karir yang bekerja sebagai staff Accounting. Dia merasa bosan dengan keadaannya hidupnya. Ia ingin mempunyai anak karena ibunya seorang dokter spesialis kandungan. Ia merasa sedikit iri dengan kehidupan orang lain. Tony Ishak S...
