Menginap

1.4K 101 2
                                        

Tri mengeliatkan tubuhnya dan terkejut karena sudah terbangun di kasur kamar tidurnya sendiri.

"Loh.. kok saya tidak tahu sih sudah sampai..?"

"Aduh.. sudah jam 6 pagi.. bisa telat nih.. aduh.. aduh.. pak Arif nanti marah kalau report belum dikerjakan. Mana sudah satu minggu cuti."

Tri tergesa-gesa bangun dari tempat tidur melepaskan baju yang ia pakai ketika pulang dari Singapura. Masuk ke kamar mandi dan mandi. Setelah mandi, Tri memakai bathrobe dan berlari ke bawah untuk mencari ibunya.

"Ibu..?!"

Tri hampir tersandur kakinya ketika berlarian turun ke lantai satu rumah mereka.

"Aduh.. ibu..? Ibu sudah pergi ya..?"

Tri bergumam sambil membetulkan letak tali batrobe dan rambut basahnya yang terurai di depan wajahnya.

"Ibb..?" ucapan Tri terputus ketika wanita ini sudah tiba di bawah dan menoleh ke arah meja makan.

Ibunya melonggo menatap dirinya dan Tony melotot menatap tubuhnya dari kaki sampai ke atas.

"AAARRRRGGGHHHH...!"

Tri menjerit dan mau berlari lagi ke atas, tapi sayang kaki Tri tersandung tangga dan oleng ke depan.

Tony berdiri dari kursi makan dan berlari untuk menangkap tubuh Tri dari belakang. Kedua lengan Tony berhasil memegang pinggang lembut Tri dan membalikkan wanita itu supaya menghadap ke arahnya. Well, disayangkan lagi, karena proses membalikkan Tri, kaki Tri malah tersandung pinggiran tangga dan membuat tubuh keduanya oleng lagi.

Tony terjatuh ke belakang dengan tubuh Tri terdorong ke depan menindih tepat di atas tubuhnya.

'BRUKK..!'

Suara tubuh mereka berdua yang terjatuh membuat ibunya Tri terperanjat. Wanita ini justru terdiam di tempat karena tingkah kedua orang itu sangat 'mendebarkan'.

Tubuh Tri menekan tubuh keras Tony dan rambut wanita ini menutup wajah Tony. Lebih parahnya, wajah Tony menekan sesuatu yang sangat empuk dan lelaki ini mengirup aroma wangi kulit sehabis mandi.

Tri menggigil karena merasakan kulitnya tergesek sesuatu. Yang menggesek kulit Tri itu ternyata cambang Tony mengenai dadanya yang terbuka akibat jatuh.

"Trang..?" suara Tony tertahan daging empuk dan sangat parau. Tubuh lelaki ini sudah membatu seketika karena tubuh manis Tri menindih dirinya.

"Hmm..?" balas Tri linglung tapi tidak mau beranjak. Apa kepala wanita ini terbentur ya batin Tony resah. Bukankan ia yang harusnya linglung karena kepalanya berada di lantai dan wajahnya berada di kelembutan tubuh Tri itu.

"Beranjaklah dari tubuhku ini manis.. jika tidak aku akan menindih kamu di depan ibumu yang melonggo itu. Aku pastikan akan mengeluarkan berudu-berudu sekarang juga jika kamu tidak segera berpindah." desis Tony susah payah di dadanya Tri.

Tri tersentak dan terduduk di perut Tony dengan bathrobe mengangga ke arah lelaki itu.

"Ohh ya ampun. Kamu mau membunuhku Trang...?!" Tony mengerang dan memejamkan matanya karena melihat pemandangan underware Tri berwarna peach yang tersingkap karena wanita ini duduk dengan pose menantang.

"Apa..?" Tri berujar bingung, wanita ini menarik rambutnya dan menyanggulkan menjadi satu. Lalu sadar sepenuhnya telah duduk di atas perut Tony dengan batrobe terbuka dan berpose menantang. Tri membuka mulutnya.

"AAAARRRRGGGHHHHHH...!!!! IBUUUUUUU..!! IBUUUU..." Tri berteriak dan mau bangkit dari perut Tony, lagi-lagi wanita ini ceroboh dengan menginjak bathrobenya sendiri dan terduduk lagi tepat di pinggul Tony yang membatu.

BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang