Tony Ishak Setiawan, lelaki berusia 29 tahun, single, tinggal sendirian di Bogor untuk saat ini. Keluarganya ada di Banten.
Ayah ada dan ibunya sudah tidak ada lagi di rumah alias mereka berpisah lantaran sang ibu dulu sewaktu Tony berusia 5 tahun, ibunya kecantol duda kaya tanpa anak dan memutuskan kabur meninggalkan ayahnya yang sederhana.
Lelaki ini anak bungsu dari 4 saudara, kakaknya semua perempuan, ia laki satu-satunya. Kakak pertama dan ayahnya yang mengasuh Tony untuk menjadi lelaki kuat. Sikap Tony yang dingin seperti ini mungkin lantaran tidak mendapatkan kasih sayang dari sang ibu atau malah dendam dengan ibunya.
Tony sekolah sampai selesai dan kuliah mengambil jurusan Ekonomi manajemen tapi juga mengikuti pembekalan dalam bela diri di sebuah instansi pengawal pribadi yang di pimpin seorang lelaki hebat di Bandung, ia melamar ke sana dulunya untuk bagian marketing tapi malah melenceng menjadi pengawal pribadi. So, ia jalani saja kehidupannya dengan semangat dan hasilnya adalah sebuah perusahaan.
Perusahaan Tony memang baru dalam merintis karir, tapi Rendy, si mantan bos Syarif mengatakan sebaiknya memakai jasa dari perusahaan Tony saja dalam hal keamanan dan pengawasan. Karena dengan begini, maka perusahaan Tony bisa maju. Rendy sih masih menantau perusahaan Tony, karena dirinya yang masih menjadi big bos untuk semua perusahaan jasa pengawal pribadi dan security di area Bandung, Bekasi dan Bogor.
"Enak saja melumer.. Huhh.. gadis judes itu akan bikin kepala kekasihnya kesal atau juga keki setiap mau berdebat." balas Tony sewot.
Syarif nyengir paham. Tri sih judes, tapi tidak terhadap orang lain yang belum kenal. Wanita itu keras kepala tapi sangat lembut di dalam. Tony saja yang belum tahu perihal Tri. Ia yang sebagai bos bisa menilai dalam satu tahun bekerja di bantu oleh Tri, wanita ini mempunyai mulut judes untuk menutupi atau membentengi dirinya terhadap serangan seseorang khususnya lelaki. Kenapa Syarif tahu, yah karena lelaki ini pernah melihat Tri di goda oleh anak marketing di lantai bawah tapi Tri dengan mulut judesnya membalas godaan lelaki itu.
'Apa.. saya wanita dingin dan kaku? Kalau iya kenapa? Apa itu merugikan akang? Dan lagian kenapa pakai siul-siul segala dan mata mengarah ke.. ke.. hmm.. ke pinggul saya?'
Itu ocehan Tri sewaktu sewot di goda anak marketing. Syarif yang kebetulan ada di koridor mau mengarah ke lantai dasar jadi diam di tempat untuk mendengar apakah akan ada keributan lagi. Tapi, tidak terjadi apa-apa. Tri langsung naik ke ruangan kantornya meninggalkan anak marketing merah padam menahan malu.
"Aku rasa kamu belum melihat Kusuma, istrinya si big bos, wanita itu lebih bawel dari Tri, tapi wanita ini sangat hebat bro, wanita yang bisa membuat suaminya dingin kaku seperti es kutub Utara melumer dan aku sebagai mantan PA bisa lebih tenang karena perubahan itu. Janganlah menilai dari luar saja, lihatlah dulu apakah wanita judes ini memang judes sikapnya atau menutupi sesuatu?" papar Syarif bijaksana.
Tony jadi terdiam oleh penjelasan Syarif. Lelaki ini mengusap-usap rahangnya yang bercambang macho itu.
"Sudahlah bro.. ayo kita lanjutkan obrolan bisnis kita ini, karena aku mau cepat pulang dan memeluk istrinya yang manis. Dan juga ada adik tiriku yang baru pulang dari sesi pemotretan. Kami mau silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Amran sangat senang bertemu dengan Tri waktu itu. Katanya, Tri wanita dingin yang seksi." ucap Syarif sambil lalu tapi menancap di jantung Tony bagaikan tombak tajam langsung menyebabkan bolong.
Tony ingin mengatakan sesuatu tapi lelaki itu tahan karena otaknya tidak singkron dengan hatinya.
Syarif menundukkan kepalanya sambil tersenyum karena berhasil membuat Tony gerah dan gelisah.
Dua lelaki ini melanjutkan percakapan tentang bisnis. Tapi, benak Tony kepikiran perihal adik tirinya Syarif yang seorang photografer tersebut.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}
RomanceTri Anggraini, wanita karir yang bekerja sebagai staff Accounting. Dia merasa bosan dengan keadaannya hidupnya. Ia ingin mempunyai anak karena ibunya seorang dokter spesialis kandungan. Ia merasa sedikit iri dengan kehidupan orang lain. Tony Ishak S...
