Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Gemas

1.6K 125 3
                                        

Tony berbaring nyalang di kasurnya sendirian. Ia tinggal di rumah ini sendirian. Ia membeli rumah ini setelah mendapatkan kontrak dari perusahaan Rendy yang bernilai sangat bagus. Ia menginvestasikan uangnya untuk rumah ini. Yah, setidaknya ia punya rumah untuk berlindung di Bogor ketiban kost seperti dulu, atau bolak-balik Banten demi perusahaan barunya ini.

Ia menatap flapon kamarnya dengan gemas dan ingin melemparkan bantal di bawah kepalanya ini ke wanita judes di rumah dokter Puspa itu. Bagaimana tidak gemas, Tri menolak mentah-mentah untuk menerima calon anak darinya padahal cara itu lebih cepat ketika wanita tersebut harus menunggu dari orang lain.

Dan masalahnya karena ia sudah tahu keinginan wanita judes ini.

"Apa yang ada di dalam otaknya Tri ini?"

"Masa mau punya anak tapi tidak mau menikahi?"

"Apa wanita ini sudah hilang akal?"

"Atau jangan-jangan mau ikit trend jadi mama muda yang hits?"

"Apa Tri pernah mengalami kegagalan berhubungan dengan lelaki, sehingga mendengarkan saran menikah dariku tadi saja seperti ingin membunuhku dengan satu garpu?"

Tony mengenang kembali percakapan dirinya dengan Tri juga dokter Puspa.

"Pikirkan lagi dokter Puspa.. Tubuhku ini kuat dan sehat, pasti berudu-berudu di dalam tubuhku sangat prima juga top. Ibu juga bisa mengambilnya untuk sample, untuk di periksa terlebih dahulu."

Pipinya Tony panas ketika harus membayangkan harus mengambil sample dari berudunya ini.

Pipinya Tri juga memerah cantik. Dokter Puspa merasakan pembahasan tentang 'berudu' ini sangat sensitif jika kedua orang di dekatnya ini belum menikah.

"Tapi bu.. ibu sudah berjanji untuk mencari donor untuk saya, saya tidak mau donor dari pak Tony." balas Tri keras kepala.

"Tri.. apa sih maunya kamu ini.. coba pikirkan sekali lagi. Kamu akan mempunyai anak dalam waktu cepat tanpa mencari susah payah. Dan, aku akan menikahi kamu tentu saja karena anakku harus aku juga yang mengasuh. Kalau kamu tidak mau menerimaku sebagai pendonor, jangan harap ada pendonor yang lain. Aku akan pastikan hal itu."

Tri melotot pada Tony, mereka berdua mulai berdebat kenapa harus menikah, toh, ada seorang wanita bisa hidup dengan anaknya sendiri tanpa harus ada seorang lelaki yang membantu.

Dokter Puspa mengusap-usap wajahnya agak lelah karena kedua orang di dekatnya ini tidak usai berdebat.

"Stop.. stop..!"

Suara tegas dokter Puspa membuat keduanya berhenti berdebat.

"Nak Tony, terima kasih karena mau memberikan calon bayi pada Tri, ibu sangat menghargai itu. Tapi, apa kamu mau menikahi anak ibu yang sederhana ini? Ibu tidak punya apa-apa loh." ucap dokter Puspa pelan.

"Bu..?!" Tri mau menyela omongan ibunya.

"Jangan membantah ibu Trang.. ucapan nak Tony ada benarnya juga. Mau kamu ini apa sih? Apa kamu tidak bisa hidup normal seperti layaknya wanita yang mencari pasangan dan menikah lalu mengandung kemudian melahirkan seorang anak?" tanya dokter Puspa pada anaknya.

Mata Tri berkaca-kaca mendengar penuturan ibunya itu. Yah.. ia terlihat seperti wanita tidak normal, tapi ia belum menemukan orang yang mau mengajaknya berhubungan serius. Ia di kenal sebagai wanita judes dan dingin. Padahal, ia hanya ingin melindungi dirinya dari lelaki yang ingin bermain saja. Umurnya sudah 27 tahun, tapi belum pernah sekali pun menjalin hubungan dengan pria. Ia kadang menganggap seorang lelaki terlalu pengecut untuk menghadapi mulutnya yang judes. Atau apakah ia wanita tidak menyukai lelaki? pikir Tri resah. Tidak.. tidak mungkin, ia wanita penyuka lelaki. Ia saja berdesir ketika melihat wajah dinginnya Tony pikirnya sekali lagi.

"Trang.. Trang..?"

Suara ibunya menyentak pikiran Tri. Wanita ini mencari mata Tony yang bersinar panas menatap dirinya. Apakah lelaki ini bisa menjadi ayah untuk anakku? Apakah lelaki ini menerima kejudesan dari mulutku? Tapi, saya judes kan tidak mengatai orang lain batin Tri mengamati mata Tony yang melembut seolah berkata 'aku bisa'.

Tri jadi resah dan agak takut dengan keinginan Tony untuk memberikan dirinya anak.

"Bu.. kita akan bicarakan hal ini lagi nanti. Ini sudah malam. Saya mau istirahat. Mungkin pak Tony juga sudah lelah hari ini. Saya akan memikirkan sekali lagi apakah perlu menjadi ibu yang tunggal atau mulai mencari pasangan sehingga bisa menjadi apa yang ibu katakan tadi."

Tri permisi dari ruang makan dengan tergesa pada ibunya dan Tony. Ia langsung naik ke kamarnya tanpa menoleh-noleh lagi.

Ibunya Tri menghela napas panjang.

"Maafkan anak saya ya Ton.. mungkin ia kurang mendapatkan didikan dari sang ayah. Yah.. apa boleh buat, Tri tidak mempunyai ayah lagi. Mungkin anak ibu juga merasa kesepian karena tidak ada teman lain di rumah ini selain ibu." ungkap dokter Puspa lelah.

Tony ikutan menarik napas panjang mendengarkan perkataan ibunya Tri. Lelaki ini lalu permisi pulang setelah ikut membersihkan bekas makan di meja makan.

Tony bangkit dari tempat tidur dan melepaskan bajunya lalu memperhatikan bentuk tubuhnya yang terlihat kuat juga keren. Ia pasti bisa memberikan anak hebat pada Tri.

Tubuhnya menggigil karena membayangkan anaknya berada dalam perutnya Tri. Wanita itu pasti sangat hebat untuk menjadi ibu bagi anaknya. Ia akan membujuk Tri agar mau menikah dengannya. Ia akan meminta pertolongan dari Syarif juga agar bisa mendekati asisten pribadinya lelaki itu.

"Pasti bro Arif banyak mengetahui perihal tentang Tri, atau ada teteh Linda.. Yah.. wanita itu anak angkat dari ibunya Tri. Tapi, teteh Linda sibuk dengan empat orang anak kembar." gumam Tony.

"Iya.. tidak mungkin teteh Linda tidak mau membantuku. Wanita itu walaupun sibuk setidaknya bisa membujuk Tri untuk menerima diriku."

"Yah..itu ide bagus.. bahkan, sangat jenius."

Tony lalu melepaskan celana jeans panjang miliknya. Lelaki ini membersihkan tubuhnya dengan mandi air hangat di shower.

"Hmm.. tubuhku ini sangat keren. Pasti bisa menghasilkan banyak anak untuk Trang. Tunggulah wanita judes.. kamu pasti akan repot dengan anak-anak kita nanti. Tidak masalah jika kita tidak berhubungan.. hmm.. seperti layaknya suami istri. Tapi, aku pastikan kamu akan meleleh oleh diriku ini."

Tony bergumam sambil mengusap rambutnya dengan shampoo dan mulai mandi dengan lebih cermat.

*****

BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang