Joni tersenyum puas karena berhasil membuat jebakan untuk Tri, ia ingin Tony datang dan menyelamatkan wanita itu, Ketika Tony datang, well, lelaki jantan itu miliknya dan Tri bisa di miliki oleh lelaki lain saja. Ia sudah tidak tahan lagi menghadapai kemulet di dalam dirinya ini. Ia melihat Tri di jemput sore tadi oleh lelaki itu membuat hatinya terbakar api cemburu. Ia tidak suka dengan Tri yang berhasil merebut perhatian lelaki macho tersebut.
"Awas saja kamu Tri, lelaki itu punyaku, well, aku sih memang 'sakit'. Jadi, kamu harus bersiap pada seranganku nanti. Dina juga menantikan kamu di kerjain oleh segerombolan lelaki nanti." desis Tony sembari tersenyum dan pergi menuju parkir motor untuk pulang ke rumahnya.
Sampai di rumahnya, sang ibu sedang menatap sebuah foto yang ia sangat hapal foto siapa itu. Empat orang anak dari ibunya.
"Bu..? Tidak usah di pandang terus, tidak akan keluar juga tuh orang di foto kan?" ucap Joni keki sembari duduk di sofa untuk melepaskan sepatu kerjanya.
Bu Anna terlihat nelangsa karena mendengar ucapan anaknya ini. Suaminya belum pulang lagi, usaha sang suami sedang sangat berkembang di Bandung. Ia sih tidak masalah, asal uang mengalir setiap bulan. Ia sebenarnya menyesal meninggalkan suaminya dan juga anak-anaknya.
Ia mengajukan cerai melalui surat dan di tanda tangani oleh sang suami di Banten dan ia mereka menghadiri sidang waktu itu untuk bercerai. Ia terlalu mata duitan karena memilih ayahnya Joni untuk ia nikahi, tapi sekarang, suaminya ini tidak terlalu peduli dengan dirinya karena lelaki tersebut seperti sudah mendapatkan daun muda yang lebih segar ketiban dirinya. Ia juga tidak bisa untuk marah. Ia dulu bisa menunjukkan taringnya pada ayahnya Tony karnena masih muda, sekarang ia sudah berumur, ia pasti akan langsung di depak jika banyak tingkah.
"Ibu hanya kangen sama anak lelaki ini Jon. Pasti ia sudah besar dan sukses, tapi ibu tidak bisa mendekati anak ibu itu." ucap bu Anna dengan pikiran menerawang jauh. Ia pernah menelpon ke perusahaan Tony, demi mendengar suara anaknya itu. Tapi, ia mendengar suara anaknya ini terlalu dingin dan sakit hati. Apakah anaknya sangat membenci dirinya? batinnya resah sekarang.
"Hmm.. itu sih salah ibu juga kan.. Kenapa sampai meninggalkan anak ibu, oke saja sih jika ibu mata duitan dulunya. Tapi, setidaknya samperin dong anak-anak ibu itu. Kalau aku sih fine saja mempunyai saudara tiri. Tapi, masalahnya, mereka mau tidak mempunyai saudara seperti saya ini.Yang kahir dari rahim ibu mereka dan mempunyai orientasi melencang." tukas Joni sembari berdiri dan membawa sepatunya ke tempat menyimpan sepatu.
Ibunya Joni tersentak mendengar ucapan anaknya itu, apa ia tidak salah dengar. Apa maksud anaknya itu dengan kata 'melenceng?'. Bu Anna ingin bertanya tapi Joni sudah masuk ke kamar tidurnya sendiri dan mengunci pintu.
"Huh.. kenapa hidupku sekarang seperti ini. Apa ini balasan dari sang Pencipta karena aku salah meninggalkan anak-anakku dulu." desah ibunya Joni sambil mengusap-usap wajah Tony di foto buram yang sudah ia pegang terus itu.
***
Tri berkemudi dengan penuh konsentari. Ia pulang hari ini tidak mau di jemput oleh Tony, ia tadi mampir untuk menukur baju yang akan di pakai pada hari Minggu, penjahit ibunya akan menjahit secara express. Sebenarnya ia tidak mau baju baru hasil jahitan. Ia sih mau simple saja dengan beli jadi, tapi ibunya mengingatkan bahwa ini acara formal, keluarga Tony ternyata mengirimkan bahan pakaian untuk dipakai Tri dan ibunya. Tony juga mengirimkan peralatan wanita yang keren untuk Tri. Tri sampai gelisah karena menerima begitu banyak hadiah dari calon suaminya ini. Ibunya sih sudah memanggil om dan tantenya untuk menemani ibunya menyambut keluarga Tony karena ia sudah tidak mempunyai ayah lagi.
Hatinya bergetar sedih ketika menginggat bahwa ia tidak mempunyai ayah lagi, ia sangat merindukan ayahnya. Ia tidak ada tempat mengadu jika di ganggu teman kuliah lelaki. Ia mempertahankan dirinya dengan bersikap judes kepada setiap lelaki demi menghindari gangguan semacam 'bualan gombal' atau sekedar ingin mencicipi dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}
RomanceTri Anggraini, wanita karir yang bekerja sebagai staff Accounting. Dia merasa bosan dengan keadaannya hidupnya. Ia ingin mempunyai anak karena ibunya seorang dokter spesialis kandungan. Ia merasa sedikit iri dengan kehidupan orang lain. Tony Ishak S...
