Para sahabat sudah berkumpul, si kembar dari rombongan anak Kusuma menyerbu anaknya Syarif berusaha mengajak main Ridwan dan Annisa, tak ketinggalan Karim, anak lelakinya Andi. Anak lelaki Bram terlihat kalem, sedangkan Anggara telah terlihat sikapnya seperti seorang polisi, mata anaknya Haris ini mengawasi setiap pergerakan Kezia anaknya Kusuma yang agak terlalu lincah itu.
"Boyss.. Girls.. ayoo.. berkumpul di ruang tengah saja, di sana lumayan luas.. Amar bawa adik-adik ke sana ya.. ajak mbak sister juga." ucap Kusuma dengan suara lantang dan tegas.
Amar mengangguk paham pada ibunya itu.
"Come on brothers.. princess..?" ajak Amar sangat gentelmen layaknya lelaki dewasa.
Kusuma terkikik melihat sikap anaknya itu. Amar menoleh dan mengerucutkan mulutnya.
"Mommy.. Amar kan sudah gede, sudah bisa menjadi lelaki hebat seperti daddy. Mommy jangan ketawa dong?" rutuk si anak tampan tersebut.
Kusuma langsung diam, dan menarik napas panjang mendengar ucapan anak sulungnya itu. Mata Rendy bersinar bangga pada anaknya juga.
"Baiklah big boy.. mommy minta maaf.. " ujar Kusuma pada anaknya. Tapi, Rendy tersedak seolah Kusuma sedang berbicara pada tubuhnya. Kusuma mencubit lengan kekasihnya itu membuat Rendy menjerit seketika.
Rombongan teman-teman lainnya tertawa melihat Rendy, si lelaki pengusaha keren serta tinggi gagah ini menjerit hanya karena cubitan kecil.
"Diam kalian semua..!" seru Rendy seram pada temannya.
Syarif malah tertawa terbahak-bahak mendengar bosnya keki. "SYARIFFFFF..!!" geram Rendy pada mantan PA nya itu.
"Iya.. iya.. maaf.. tapi.. tapi.. teteh Kusuma memang yahutttt.. bos Rendy menjerit hanya kena cubitan..?" Syarif berkata sambil tertawa.
Amel berusaha mendiamkan suaminya yang jahil kalau berdekatan dengan bosnya itu. Mata Rendy seolah ingin menjitak kepalanya Syarif, Kusuma menyeringai lebar pada Syarif.
"Aahh.. mas ini tidak tahu saja, Syarif saja pasti menjerit kalau di jewer telinganya oleh saya, apa saya harus membuktikan hal tersebut?" alisnya Kusuma naik turun untuk mengancam Syarif.
Syarif terdiam mendadak karena ancaman dari Kusuma tersebut. Amel menahan tawa yang akan keluar dari mulutnya begitu pula Sari, Dian, Janet, Linda bahkan Tri.
Para rombongan lelaki mesem-mesem menunggu Kusuma melakukan aksinya itu.
"Teteh.. jangan dong jewer aku. Aku mah brother kamu yang paling kasep kan.. aduh.. malu dong kalau abdi di jewer seperti seorang bocah kecil, nanti Ridwan mentertawakan abinya ini." tutur Syarif dengan santun pada Kusuma. Mata istrinya Rendy berkilat mendengar ucapan santun tersebut, wanita ini seolah ingin memeluk Syarif, lengan Rendy terulur untuk menghentikan aksi spontan istrinya ini. Ia sangat mengerti isi kepala cerdas milik Kusuma.
Syarif menyengir lebar karena merasa bisa menyanjung istrinya si bos. Mulut Syarif memang semanis madu jika sudah merayu. Amel saja terpelonggo mendengar ucapan manis itu.
Andi dan Bram menaikkan alisnya mendengar ajakan Syarif tersebut.
"Sudahlah kang, seperti tidak tahu saja Syarif seperti itu, kalau akang meninju cantik itu, Amel jadi sedih.. cuekin saja kang, kamu juga Rif.. mau kamu aku cubit juga?" suara Dian yang penuh kelembutan itu membuat Syarif meleleh seketika. Lelaki ini dulunya sempat ingin mendekati Dian, lantaran Bram menghina Dian.
Tri terkikik-kikik mendengar ancaman dari Dian pada Syarif, wanita ini sangat senang dan bahagia, suaminya memangku dirinya di atas paha sehingga ia duduk di depannya Tony. Tony sih santai saja meletakkan dagunya di kepala Tri. Lelaki ini di lingkupi kebahagiaan tak berperi karena semua teman-temannya datang berkunjung.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}
RomanceTri Anggraini, wanita karir yang bekerja sebagai staff Accounting. Dia merasa bosan dengan keadaannya hidupnya. Ia ingin mempunyai anak karena ibunya seorang dokter spesialis kandungan. Ia merasa sedikit iri dengan kehidupan orang lain. Tony Ishak S...
