Sampai sore, keluarga Syarif langsung permisi pulang, anak-anak sudah lelah seharian bermain dan bercanda.
Tony dan Tri menarik napas panjang melihat keluarga tersebut pulang.
Annisa tadi mencium perut Tri membuat tubuh Tri bergetar. Ia merasa sesuatu akan terjadi pada dirinya.
"Dadah auntie.. uncle.. " ujar Annisa dan Ridwan melambaikan tangan kecil mereka.
Tri memeluk lengan suaminya mengusap pelan lelaki tersebut.
Tony menunduk dan menatap mata istrinya dengan bersinar terang. Ia sudah memendam berudu selama 48 jam, dan mereka juga belum memadu kasih demi mendapatkan moment seperti yang Amran katakan tadi.
"Sayang.. sepertinya inilah momentku yang tepat. Aku pasti bisa membuat kamu hamil." ucap Tony dengan nada serak dan seketika tubuh besarnya itu bergetar hebat karena tahu memang inilah waktu yang tepat. Terapi yang ia jalani pasti membuahkan hasil.
Tri tersenyum lebar dan wajahnya pun merah padam ketika Tony mengangkat Tri dengan mudah untuk di bawa ke kamar tidur mereka.
"Seperti kata photografer bermulut licin itu, kita harus pelan-pelan, di rasakan, resapi, usap, isap, jilat, talik ulur..?" desah Tony ketika tubuh istrinya bersentuhan dengan tubuhnya.
Kulit Tony terasa mengelenyar karena bergesekan dengan kulit sang istri.
Tony berjalan cepat membuka pintu dan menutup kamar dengan sentakan kuat.
"Pelan-pelan saja kang.. " bisik Tri lembut ketika gaunnya lepas.
Tony mengeram pada istrinya dan berusaha mengekang dirinya untuk tidak memaku Tri di dinding sekarang juga.
"Iya.. pelan-pelan.." ucap Tony sembari menarikl leher sang istri untuk di nikmati secara perlahan.
Keduanya mengeram senang karena pertemuan manis di antara bibir mereka itu. Tri membuka mulutnya agar sang suami bisa mengakses lebih leluasa untuk mencintai dirinya.
"Hmm.. kamu manis sekali Trang,, aku sangat suka ini.." ucap Tony sembari menngelitik langit-langit di dalam mulut Tri membuat istrinya menggigil dan mengeratkan pelukan kaki di pinggangnya.
"Ya.." desah Tri juga suka.
Keduanya terlibat cukup lama di satu titik tersebut. Tony membawa istrinya ke atas wastafel untuk di dudukkan di sana.
Tony terpesona lagi melihat wajah istrinya yang memerah lantaran malu atau berhasrat.
"Hehe.." ucap Tony tanpa arti sembari menunduk dan membuka penggait dari pelindung si kembar milik istrinya ini. "Luar biasa.." desah Tony setelah melemparkan pelindung tersebut ke lantai.
Tri terkikik karena mendengar suaminya berkata seperti itu.
"Hmm.. kamu berani mentertawakan aku ya Trang..?" ucap Tony mendorong istrinya lembut sehingga wanita itu bersandar di kaca wastafel. Tony segera sana menikmati gundukan cantik di depan matanya itu dengan mulutnya.
Rasa bahagia menguar dari dalam diri Tri karena ia merasakan kalau Tonu benar-benar releks dalam bertindak, ini cara suaminya yang berkata sangat malas di atas ranjang. Dan, kali ini Tony benar-benar malas menikmati tubuhnya.
"Kang..??" desah Tri manja pada suaminya.
Tony tidak menjawab panggilan sang istri, ia sedang sibuk mengusap dan menjilat seperti seekor macan gurun menikmati santapan sore.
"Kangg..?!" seru Tri terkejut karena Tony menggigit sesuatu di tubuhnya lebih tepatnya sih mutiara di keindahah bukit miliknya. Tri menarik rambut suaminya agar lelaki ini menghentikan gigitan tersebut, tapi Tony mengeram dan membuat gigitan tadi terasa panas sekaligus dingin karena jilatan lembut suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}
RomanceTri Anggraini, wanita karir yang bekerja sebagai staff Accounting. Dia merasa bosan dengan keadaannya hidupnya. Ia ingin mempunyai anak karena ibunya seorang dokter spesialis kandungan. Ia merasa sedikit iri dengan kehidupan orang lain. Tony Ishak S...
