Pagi datang dengan cepat. Matahari bersinar dengan sangat cerah menyinari kamar tidurnya Tri. Wanita ini sudah mandi satu jam yang lalu. Ibunya membantu Tri untuk memakai kebaya manis berwarna Pink bercampur toska.
Tante dan om Tri sudah datang dari semalam setelah Tony pulang. kedua anak mereka yang masih sekolah SMU dan SMP juga ikut. Anggota keluarga Tri yang lain seperti sepupu dari sebelah ayahnya juga turut hadir. Tidak banyak sih.
Mereka semua sudah siap-siap di bawah. Rumah mereka yang kecil tidak menyurutkan antusias keluarga Tony untuk datang. Mereka memasang tenda di luar untuk mengakomodasi semua tamu yang hadir.
Teman-teman dari sebelah Tony juga datang tapi tidak seluruhnya. Hanya rombongan Kusuma and the Geng saja yang ikutan. Tapi anak-anak mereka di tinggal di rumahnya Haris yang besar. Mereka tidak bisa mengontrol anak-anak dengan kondisi rumah Tri yang tidak ada taman depan ataupun taman belakang.
Anak-anak sih happy berada di rumahnya Haris dan Janet. Mereka semuanya di awasi dengan ketat oleh pengawa pribadi dari perusahaan Tony. Para baby sister juga menjaga mereka dengan sigap jika anak-anak perlu bantuan.
Empat anaknya Linda tetap berada di rumah untuk sementara. Linda tidak mungkin membawa anak mereka ke acara ini. Anaknya masih sangat rewel dan juga mudah menangis jika udara panas.
Keluarga Andi dan Bram ikutan datang. Mereka rekan kerja dari Tony. So, mereka harus datang kan. Cuma Amran yang tidak datang, sang photografer sedang tugas ke luar kota tepatnya kota Tanjung Pandan untuk pemotretan pesona alam yang indah di sana untuk sebuah iklan.
Tony sudah nongkrong di rumah Tri sedari jam 8 pagi. Acara mulai jam 10 pagi. Pasti pas batin Tony. Jantungnya sedari tadi berdebar-debar tidak karuan karena menunggu Tri turun.
Ketika Tri sudah turun, Tony mengangga karena wanita itu terlihat sangat memukau. Tony sampai di senggol lengannya oleh sang kakak perempuannya.
"Ton-Ton jangan melonggo dong. Tutup mulut kamu itu." ucap kakaknya Tony yang sulung.
Tony pun memerah telinganya. Semua orang sudah berkumpul. Dan acara langsung di laksanakan tanpa menunggu lagi. Keluarga Tony menyerahkan berbagai macam hadiah untuk Tri dan juga sebuah cinta sangat cantik dari Tony untuk calon istrinya itu. Ibunya Tri yang menyematkan cincin pertunangan di jari manisnya Tri. Maka, acara pun selesai.
Rombongan Kusuma and the Geng ikutan membantu para ibu-ibu untuk membawa piring makanan ke ruangan tamu. Acara makan memang di sajikan secara hidangan di karpet tebal untuk yang di dalam rumah. Sedangkan di luar ruangan ada meja panjang untuk meletakkan rupa-rupa sajian.
Ibunya Tony tidak di undang oleh Tony untuk acara ini. Tony masih belum bisa menerima kenyataan kalau dirinya bersaudara tiri dengan Joni. Bu Anna paham akan keadaan anaknya. Mantan suaminya, ayahnya Tony sudah memaafkan kekhilafan yang ia lakukan. Begitu pula dengan ketiga anak perempuannya.
Bu Puspa dapat menerima keadaan tersebut. Mereka paham kalau Tony butuh waktu, tapi keluarga bu Puspa tidak mendendam pada Joni. Semuanya pasti ada hikmah.
"Ayo.. mari di santap.. Maaf.. inilah hidangan yang bisa kami sajikan." ucap dokter Puspa rendah hati.
Para tamu undangan yang kebanyakan keluarga tersebut sangat puas dengan hidangan yang di sajikan. Ini masakan rumah yang luar biasa. Dan pelayan dari keluarga dokter Puspa pun sangat ramah. Ini semua juga bantuan dari rombongan Kusuma yang tidak segan untuk turun tangan. Mereka terbiasa merumpi sambil menyiapkan makanan.
So, pasti semuanya beres.
"Huh.. mas.. Saya lapar sekali. Ayo kita makan.. yuk kang Andi, kang Bram, Arif yang caemmmm, hmm.. pak polisi dan pak lawyer. Rif.. saya rindu sama kamu bro..?" ujar Kusuma dengan nada di seret membuat Rendy mengeram pada sang istri. "Apa sih mas.. Saya kan beneran rindu sama Arif.. lah, kita jarang ketemu kok. Mau ngerumpi minggu lalu saja tidak bisa karena mas ajak saya pergi sama si kembar untuk ke rumah ibuku." ucap Kusuma pada suaminya sambil memonyongkan mulutnya.
Syarif tersedak karena wanita bermata cantik tersebut bilang rindu padanya, pipinya sontak memerah, Amel mencubiti lengannya Syarif. Haris terkekeh begitu pula Bram, Andi dan juga Yogi. Tony hanya mesem-mesem saja mendengar mulut Kusuma yang lebih cerewet dan jahil daripada Tri ataupun Syarif.
"Mungil.. jangan memancing aku untuk membungkam kamu di sini juga. Ayo kita makan saja biar mulut kamu itu ada kegiatannya." ajak Rendy sambil mengangkat Kusuma untuk mengambil santap siang di meja hidangan depan rumah. Kusuma terkikik dan memeluk leher suaminya yang tinggi. Ia tidak merasa malu lagi dengan sikap protektif suaminya ini. Toh mereka sudah sah menjadi suami istri.
Teman-teman lainnya mengikuti Rendy yang membawa Kusuma ke meja hidangan. Mereka semua mulai makan dengan keakraban yang terjalin.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}
RomanceTri Anggraini, wanita karir yang bekerja sebagai staff Accounting. Dia merasa bosan dengan keadaannya hidupnya. Ia ingin mempunyai anak karena ibunya seorang dokter spesialis kandungan. Ia merasa sedikit iri dengan kehidupan orang lain. Tony Ishak S...
