Kamelia

1.4K 102 4
                                        

Tri mencubit lengannya Tony yang keras karena berani mentertawakan dirinya.

"Ighh.. akang ini.. tadi bilang mau di ulang.. ehh.. sudah di ulang.. kok di tertawakan sih.. Sebel.." ujar Tri sambil terus mencubiti Tony gemas.

Tony malah tertawa senang membuat penumpang di kursi deretan Tony penasaran.

"Shh.. akang.. diam.. tuh.. orang jadi melihat ke arah sini.. " rutuk Tri keki.

Tony menarik napas panjang. Ia baru kali ini banyak tertawa dan tersenyum bersama Tri. Yah.. bersama wanita ini, ia merasa relaks juga bahagia.

Tony menoleh ke arah penumpang di barisan sebelahnya. Lelaki ini menatap rombongan tiga wanita itu dengan tenang. Ketiga wanita itu jadi merah padam dan pura-pura sibuk mengambil majalah di kantong depan kursi pesawat.

"Nah.. beres.. mereka tidak akan penasaran lagi." ujar Tony kalem.

Tri mengintip ke arah tiga rombongan wanita manis di deretan kursi tersebut. Mungkin ketiganya menganggap ia sedang berbulan madu atau malah pergi berkencan dengan Tony. Pipi Tri merah padam karena memikirkan berkencan dengan Tony.

"Hei.. apa otak kamu memikirkan sesuatu menyangkut diriku?" tanya Tony percaya diri.

Tri mau menjawab ucapan Tony, tapi keduluan pengumuman dari pilot pesawat bahwa pesawat akan segera mendarat di Singapore Changi Airport.

"Huh.. kepedean..!" ujar Tri sambil mulai mengencangkan sabuk pengaman, menegakkan sandaran tempat duduk.

Tony melakukan hal yang sama, lelaki ini membantu Tri mengencangkan tali sabuk pengaman.

"Aduh.. jangan terlalu kencang dong.. susah bernapas.. " gumam Tri sambil kepalanya berbenturan dengan kepala Tony dan menambah gerutuan wanita itu.

"Tenanglah Trang.. kalau kamu susah bernapas, aku akan senang memberikan napas kehidupan untuk kamu." balas Tony tenang.

Tri diam saja. Para awak cabin mulai memeriksa kesiapan penumpang dan memperingatkan bahwa tidak di perkenankan untuk menghidupkan barang elektronik sebelum pesawat tiba di anjungan karena dapat memengaruhi sistem navigasi.

Amran dan Kamelia duduk bersebelahan di dampingi oleh satu crew tata rias dari perusahaan periklanan. Mereka berdua terlihat tidak saling bercakap, si model sibuk dengan pikirannya sendiri sambil memandangi awan sedari wanita tersebut duduk manis di samping jendela.

Amran sih tenang saja dengan wajahnya tidak terbaca lelaki ini membaca majalah yang tersedia di depan kursinya.

Posisi duduk mereka dua baris di depannya Tony juga Tri. Rombongan crew pemotretan di depan juga kursi belakang Tri.

Semuanya sih sekitar 10 orang termasuk Tri dan Tony. Tidak terlalu banyak tapi cukup untuk pemotretan model iklan kecantikan tersebut.

Pesawat mendarat dengan mulus. Semua penumpang tenang saja sampai pesawat benar-benar stop di anjungan.

"Waktunya show time man.." gumam Amran pada dirinya sendiri sambil berdiri dan mengambil tas perlengkapan kamera miliknya di bagasi cabin.

Kamelia hanya mengernyit mendengar ucapan lelaki di sampingnya itu. Lelaki photografer macho batinnya.

***

Sampai di apartment area Orcard Road, mereka semua istirahat. Tri mendekati si model yang terlihat kaya itu. Mereka sedang berada di kamar tidur.

"Hmm.. maaf teteh.. saya adalah teman teteh di kamar ini. Maksud saya mah, di ajak untuk menemani teteh karena katanya teteh butuh di temani selama pemotretan." ucap Tri sopan.

BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang