Tertusuk

1.4K 84 3
                                        

Benda yang melesak tersebut adalah pisau kecil. Tony langsung mencabut pisau yang mengenai perut kanannya. Darah segera saja merembes dari balik kemeja putih kerja milik Tony.  Masih untung Tony mengenakan jas kantor, jika tidak pasti pisau tajam ini sudah sampai ke organ yang tidak bisa Tony pikirkan kalau sebelah kanan itu orang apa.

Belum sepenuhnya shock atas tusukan pisau tadi, Tony harus di hadapkan pada wajah si pengendara motor yang ternyata adik tirinya, Joni.

Joni tersedak napasnya sendiri karena darah mengalir dari kedua hidungnya. Adiknya ini menyeringai jahat tapi juga merasa kesakitan.

Tony menarik kerah kaos adiknya itu dengan kuat. Joni tertawa histeris melihat wajah kakaknya. Kepala Tony berdenyut pusing, matanya seolah kabur. Apa darahnya banyak terbuang padahal pisau tadi kecil batin Tony kacau.

Joni tersedak tawa lagi dan mungkin air liur karena lelaki ini sepertinya mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.

Tony kepikiran sama ibunya, Tri dan juga dokter Puspa. Tony merasa harus membawa adiknya ke klinik segera karena lelaki itu tidak memakai helm dan mungkin mengalami sesuatu setelah menabrakkan motornya ke body bagian belakang mobilnya.

"Kamu sangat hilang akal Jon."

"Apa kamu melarikan diri dari rutan?"

"Dan kamu juga mungkin mendapatkan tambahan hukuman lagi ketika para polisi datang untuk menangkap kamu."

Tony mendesis kesakitan ketika berbicara. Lelaki ini menyeret tubuh Joni yang cukup berat. Keringat dingin keluar dari pinggang belakang Tony. Ia menekan nomor telepon seseorang.

"Tolong.. tolong aku bro.. sekarang.. " bisik Tony pada Yogi. Rumah Yogi sih yang paling kamu dekat dari lokasi tempat Tony berdiri sekarang.

"Iya.. segera.. aku sekarang ke sana." suara Yogi terdengar paham tanpa banyak tanya ketika Tony menyebut alamat.

"Kamu tidak akan bahagia kak.. " desis Joni jahat ketika menyebutkan kata kakak.

Tony mengernyit karena ucapan Joni. Ia berusaha membantu Joni untuk masuk ke dalam mobil.

"Kamu akan merasa bersalah karena hal ini. Aku sangat iri dengan kehidupan Tri dan juga sekarang kamu. Aku tidak menyangka kalau Tony, lelaki yang aku suka ini ternyata kakakku, ya walaupun kakak tiri." Joni tersedak lagi, kali ini mengeluarkan buih putih dari sudut mulutnya.

Tony sekarang paham kenapa mulutnya Joni berbuih, lelaki ini sepertinya menelan sesuatu seperti zat kimia atau malah racun. Tubuh Tony mulai gemetaran, ia pening, darahnya berdesir keluar dari luka tusukan pisau Joni.

"Kakak tidak sayang aku, ibu tidak perduli, ayahku apalagi.." bisik Joni tersedak-sedak hebat.

Tony berusaha mengusap-usap telapak tangan Joni untuk membuat lelaki ini sadar, tapi ia sendiri mau pingsan. Tubuhnya oleng dan menimpa Joni yang sudah duduk di bangku penumpang. Mata mereka berdua terpejam.

Joni masih mengeluarkan buih putih, sedangkan Tony kemeja kerjanya sudah tidak karuan karena darah.

Bunyi suara mobil stop di belakang mobil Tony yang menyatakan adanya seseorang datang.

"Ohh.. ya ampun.. Tony..?!" seru Yogi bingung.

Yogi menelepon dokter Puspa untuk menyiapkan ruangan di IGD. Yogi mengangkat tubuh tinggi Tony dan membawa lelaki itu masuk ke kursi tengah penumpang.

Yogi menelepon lagi Haris untuk mengamankan lokasi dan juga memanggil Giri untuk menemani Haris.

Yogi bergerak ke mobilnya Tony dan masuk ke kursi kemudi. Ia meninggalkan mobilnya di belakang mobilnya Tony. Toh, ia tidak bisa membawa mobilnya juga. Lebih baik menggunakan mobilnya Tony.

BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang