"Iya... saya mah tahu harus dapat izin, tapi ini babyboy mau ketemu abinya. Kalau sampai babyboy berojolan di sini tanpa melihat ayahnya terlebih dahulu. Awas ya kalian!! Kalian akan mendapatkan kemarahan dari suami saya itu.." ucap seseorang yang membuat napas Tony tersentak lalu menoleh ke arah pintu dan pintu terbuka tepat ketika muncul sosok Tri yang memukau.
"Akang..?!! Ini orang tidak mengizinkan saya masuk ke sini. Enak saja.. saya bisa saja mengeluarkan surat perintah untuk wanita ular itu.. mana si Ranti hah?!! Saya sudah melihat laporan dari teteh Sari tadi kalau si ular mau mematuk bibir akang.. Heloooo.. akang itu suami saya.. MANA RANTTTIIIII?!!" teriak Tri seram sampai Tony meloncat ke arah istrinya yang terlihat marah dengan perut besar tersebut.
Tri ingin berderap masuk ke dalam ruangan ketika suaminya menghentikan dirinya dan memeluk lehernya. Tri memberontak.
"Lepaskan saya akang.. saya mau menarik lidah wanita itu, bila perlu saya cincang.. Dasar kamu ya Ran.. OMG..!! Saya tidak boleh ya kang ngatai orang..?" ucap Tri setengah marah setelah lelah karena ke sini tadi terburu-buru.
"Shhh.. Tenanglah Trang.. tarik napas dulu, setelah itu kita cincang lidah Ranti.. bagaimana..?" ujar Tony setengah bercanda.
"Ighh.. kok akang yang mau mencincang lidah Ranti.. tidak boleh kang.. itu perbuatan dosa." ujar Tri pada suaminya membuat Tony ingin tertawa. Tri akhirnya juga mau tertawa karena dirinya yang tadi awal juga mau mencincang si Ranti. Tri menoleh.
Tri mencari satu-satunya wanita di dalam ruangan dan tampaklah Ranti dengan wajahberlinangan air mata dan agak takut melihat dirinya.
"Well.. Well.. Well.. inikah yang namanya Ranti.. Hmm.. apa kabar say..?" tanya Tri dengan nada lembut tapi matanya mematikan seolah siap menerkam Ranti di tempat.
Ranti tersentak, begitu pula pak Budi dan dua orang security yang sedari tadi diam. Tony sih menahan senyuman karena ia baru tahu istrinya tidak hanya judes tapi segarang macam betina.
"Eh.. saya mah baik-baik saja teteh.." balas Ranti pelan.
Tri nyengir lebar karena suka sekali melihat Ranti agak mati kutu seperti ini. Ia lalu minta di lepaskan dari pelukan sang suami.
"Lepaskan saya kang.. saya tidak akan menerkam kok.. cuma mau kenalan saja.." ucap Tri sambil menegadah dan mengecup dagu suaminya membuat lelaki itu merah padam dan semua orang merasa gerah lantaran pertunjukan kasih sayang Tri pada suaminya. Sebenarnya sih Tri sengaja, biar semua orang tahu kalau Tony ini adalah miliknya.
Ranti melotot terkesima melihat tubuh Tri yang membulat lantaran mengandung. Wanita ini sangat cantik dari pancaran wajahnya juga aura di sekeliling tubuhnya.
"Jangan bertindak macam-macam ya sayang.." ucap Tony sambil mengawasi istrinya yang mendekati Ranti.
Tri menatap wajah Ranti yang luar biasa cantik dan juga gaya pakaian wanita ini yang agak terlalu di expose. Ia sih tidak terlalu nyinyir hanya saja kasihan dengan orang tua wanita ini nantinya.
Kemudian Tri sudah berada di depan wajah Ranti yang cantik ini, ia menarik wanita ini ke dalam pelukannya.
Ranti terkesiap di peluk oleh Tri, tubuhnya kaku tidak bergerak, wajahnya juga jadi bingung mau berbuat apa. Pak Budi matanya berkaca-kaca melihat kelakuan anak dari wanita ia coba dekati ini, wanita hebat seperti ibunya sendiri.
"Jangan macam-macam dengan suamiku Ranti.. Aku rela mematahkan leher kamu jika kamu mau menghancurkan rumah tangga kami. Tapi, saya tidak akan melakukan hal itu karena perbuatan itu sangatlah berdosa. Dan, saya tahu kamu wanita cantik nan cerdas, carilah lelaki yang single yang baik yang bisa mengayomi kamu menjadi wanita berperilaku baik juga. Kami banyak teman lelaki yang single jika kamu mau, ada polisi, pengawal pribadi, photographer, pengusaha dan lain-lain jika kamu berkenan di perkenalkan." Tri berbisik cukup jelas sampai pak Budi tersedak oleh rasa ingin tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY... FOR YOU? {Geng Rempong : 7}
RomanceTri Anggraini, wanita karir yang bekerja sebagai staff Accounting. Dia merasa bosan dengan keadaannya hidupnya. Ia ingin mempunyai anak karena ibunya seorang dokter spesialis kandungan. Ia merasa sedikit iri dengan kehidupan orang lain. Tony Ishak S...
