35

216 15 1
                                    

Nadzim melangkah masuk ke dalam biliknya dengan senyuman lebar di bibir . Kunci kereta disangkut pada tempatnya lalu terus badan dibaling ke atas tilam empuk . Kepalanya asyik terbayang tingkah laku Wahie yang sentiasa mencuit hatinya .

Sejak mereka keluar berdua tempoh hari , mereka semakin kerap berjumpa diluar . Dan sejak itu juga mereka mula menjalinkan hubungan . Aih , dulu kemain benci sekarang ? Angau teruk !

Betullah kata orang tua tua , benci lama lama cinta !

Seketika kemudian terasa gegaran dipoket . Segera dicapai objek yang menjadi punca gegaran itu , telefon pintar . Nama Wahie terpampang di skrin telefon membuatkan senyuman jejaka itu semakin lebar .

Lantas mesej gadis itu dibalas .

Tok ! Tok !

" Nadzim , boleh daddy masuk ? " Suara Tuan Nadzril diselangi dengan ketukan pintu .

" Masuklah , Nadzim tak kunci pintu . " Balas Nadzim masih lagi fokus pada telefonnya .

Sebaik saja mendengar balasan dari si anak , muncul Tuan Nadzril di sebalik pintu . Dia tersenyum kecil melihat wajah berseri seri jejaka itu namun seketika kemudian dia teringat akan sesuatu , terus pudar senyumannya .

Langkah diatur mendekati Nadzim sebelum punggung dilabuhkan disebelah satu satunya anak lelakinya yang ralit bermain telefon .

" Chat siapa tu ? Gembira betul daddy tengok . " Tegur Tuan Nadzril membuatkan Nadzim tersedar lalu terus meletakkan telefonnya .

" Tak ada siapalah . " Nadzim sedikit tersipu malu menjawab .

" Dengan daddy pun nak berahsia . "

" Mana ada . Daddy ni . Nanti sampai masa yang sesuai Nadzim bagitahu daddylah . "

" Yelah . Ni baju dah siap kemas belum ? " Soal Tuan Nadzril , prihatin .

Sememangnya sekiranya mereka sekeluarga akan pergi bercuti , dia pasti akan menjenguk anak anaknya . Anak anaknya bukan betul , pasti ada yang terlupa ! Percayalah .

Dahi Nadzim berkerut mendengar soalan daddynya . " Kemas baju nak pergi mana ? "

Haa kan dah cakap !

Tuan Nadzril menepuk dahi . " Dah lupa ke ? Kan daddy dah bagitahu minggu lepas , esok kita ada family day . "

Nadzim berfikir seketika sebelum matanya membulat . " Haahlah , daddy . Nadzim terlupa ! Nasib daddy ingatkan . "

Tuan Nadzril mengelengkan kepala . Dah agak dah ! Kenal sangat anak anak dia macam mana . " Tulah asyik ingat girlfriend je kan dah lupa semua . "

Nadzim mencebik sebelum melompat dari katil dan bergerak ke wardrobe untuk mengemas bajunya . Tuan Nadzril hanya memerhati dari katil . Dalam diam dia mengeluh .

Maafkan daddy , Nadzim .

" Nadzim .. "

Nadzim memandang sekilas sebelum menyambung melipat pakaiannya masuk ke dalam luggage .

" Esok .. Nadzim tetap anak mummy and daddy , tak ada yang berubah . " Ujar Tuan Nadzril .

Kening Nadzim ternaik memandang Tuan Nadzril . " Apa daddy cakap ni ? Nadzim bukan anak mummy dengan daddy ke ? "

Tuan Nadzril berdiri lalu mengorak langkah ke balkoni diikuti Nadzim yang bingung dengan kata kata lelaki itu .

" Tomorrow is the day . Daddy cuma nak Nadzim kuat dan terima dengan hati yang terbuka . Apa yang jadi semua ini bersebab dan memang takdir yang telah ditentukan . " Ujar Tuan Nadzril lagi tanpa membalas soalan anaknya .

Bad Girl .Where stories live. Discover now