Part 32

11.6K 453 13
                                        

   Linggar melihat kearah Lili yang baru saja menuruni anak tangga. Di mata Linggar, adiknya itu selalu cantik dan menggemaskan. Di ruang keluarga, Linggar tidak hanya sendirian melainkan ada kedua orang tua mereka yang sudah berada di Indonesia sejak kemarin.

"Liat gua beli sesuatu buat lo." ucap Linggar seraya memperlihatkan belajaannya

Lisni dan Erlan menoleh kearah kedua anaknya. Lili berjalan menghampiri mereka dan langsung duduk di sofa.

"Sayang, kalian belum makan siang ini, kita makan bareng ya." ucap Lisni tersenyum

"Nanti Lili makan, Ma." kata Lili

"Nanti juga Linggar makan tenang aja ya." ucap Linggar

Lisni hanya mengangguk pelan, tidak memaksa kedua anaknya untuk makan sekarang.

"Apa yang lo beli ?" Tanya Lili

"Gua beli kue cubit kesukaan lo, kebetulan gua liat di alun-alun tadi. Gua juga beli boneka barbie, lucu ?" kata Linggar antusias

Lili tersenyum "Lucu, makasih banyak ya. Tapi gua udah dewasa kenapa masih di kasih boneka barbie."

Erlan tersenyum melihat kedua anaknya terlihat sedang bercanda.

"Linggar! Lili, udah ayo kalian harus makan dulu ya. Nggak ada bantahan." Tegas Lisni

"Tap---"

"Lili! Ayo makan" kata Erlan seraya memotong ucapan Lili

••••

"Mikirin apa lo!" Ucap Dior seraya menepuk bahu Rivan

Rivan menoleh kearah Dior, ia menghela nafas. Sejak tadi Rivan melamun, sekarang mereka berada disekre.

"Kenapa lo mikirin, Lili lagi ?" Tanya Dior

"Kalo emang iya lo mikirin dia, seharusnya lo itu dateng kerumahnya. Lo harus berjuang, mungkin awal perjuangan."

Suara Fafian membuat Rivan dan Dior menoleh. Rivan menatap Fafian biasa, Fafian hanya tersenyum.

"Nggak usah liatin gua kaya gitu. Gua berasa kaya musuh lo." kata Fafian

"Lo emang musuh gua!" Ketus Rivan

"Sejak kapan gua musuh lo ?"

"Sejak lo deketin Lili!!"

"Haha gua paham, Fafian. Kenapa Rivan anggep musuh lo, karna Rivan cemburu sama kedekatan lo itu." ucap Dior

"Apaan lo!! Gua nggak cemburu." Elak Rivan

"Nggak usah bohong lo, Bro!" Kata Dior

Fafian menghela nafas "Gua tau lo cemburu. Lo tau nggak, kenapa gua deketin Lili"

Rivan menoleh "Kenapa ?"

"Karna Fafian, cuma mau lo jangan sia-siain Lili, apalagi lo nyakitin Lili. Emang salah apasih Lili sama lo sampe lo sakitin." ucap Dior

"Nggak ada. Gua yang salah." ucap Rivan pelan

"Gua bakal jauhin Lili lagi demi lo, walau gua sayang dan punya perasaan sama dia. gua tau  kalo gua sama dia, pasti persahabatan kita bakal ancur. Dan gua nggak mau karna masalah cewek persahabatan kita ancur." Kata Fafian

"Kemarin lo bilang, lo bakal mau perjuangin dia lagi. Kalo emang iya, gua dukung kejar dan perjuangin kalo lo bener sayang tulus sama dia. Tapi gua harap lo jangan pernah sakitin Lili lagi." sambung Fafian

"Ibarat lo punya berlian, lo harus jaga ketat. Karena bakal banyak orang yang mau curi berlian lo." Galih menepuk bahu Rivan

"Bener, jaga selagi masih ada, perjuangin selagi masih ada nama lo dihati dia. Dan genggam erat jangan sampe lepas." ucap Jefan

RIVANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang