Rivan tersenyum saat melihat Lili masih tertidur nyenyak di sampingnya. Rivan melihat kearah jam dinding, ternyata sudah pagi. Perlahan Rivan turun dari tempat tidur ia tidak ingin membangunkan Lili.
"Tidur lagi ya, hari ini kita ngga usah sekolah." bisik Rivan kepada Lili yang masih terlelap
Rivan berjalan keluar dari kamar tamu. Linggar melihat kearah Rivan yang sudah keluat dari kamar tamu.
"Ternyata lo udah bangun. Gua kira belum, tadi niatnya gua mau bangunin lo." kata Linggar
"Kenapa ?" Tanya Rivan
"Lo di tunggu sama orang tua gua, di ruang tengah." kata Linggar
"Kenapa ?"
"Nanya mulu, udah keruang tengah aja."
Linggar dan Rivan berjalan kearah ruang tengah. Erlan dan Lisni menoleh saat melihat ada Rivan dan Linggar.
"Duduk." bisik Linggar
"Pagi, Om Erlan, Tante Lisni." sapa Rivan canggung
"Tadi saya, sudah menelfon ke pihak sekolah. Kalau hari ini kamu sama Lili, izin ngga masuk sekolah." kata Erlan
Rivan mengerutkan dahinya "Maksud om ?"
"Maksud, Om Erlan, kamu masih sakit Rivan. Jadi kamu disini dulu istirahat, kami juga mau minta tolong kamu untuk jagain Lili. Karena kami berdua ada urusan di luar kota, dan Linggar juga bakal ikut kami, Rivan." jelas Lisni
Rivan mengangguk paham. Ada rasa senang karena pasti, ia bakal berduaan seharian bareng Lili. Linggar menyempitkan matanya kearah Rivan.
"Kalau lo macem-macem sama adik gua. Gua bakal cari lo." ketus Linggar
"Tenang gua bakal tanggungjawab." balas Rivan
"Yasudah sebentar lagi kami akan pergi. Tolong jaga Lili, Rivan." ucap Erlan
"Tolong jaga Lili ya, Rivan." ucap Lisni tersenyum
"Siap Om, tante" kata Rivan
"Jagain yang bener. Awas kalo sampe kenapa-napa." kata Linggar
"Linggar! Udah." kata Lisni
Lili perlahan membuka matanya. Ia meraba kesamping, dan langsung terkejut karena Rivan tidak ada. Ia juga langsung menoleh kearah jam dinding ternyata sudah siang.
"Argh!" Teriak Lili
Rivan dan bi Aa yang mendengar teriakan Lili langsung berlari kearah kamar tamu.
"Non, Lili kenapa ?" Tanya bi Aa
"Ada apa ? Masih pagi, main teriak-teriak aja." ucap Rivan
"Haa! Lo bilang masih pagi, liat itu jam berapa udah siang. Kenapa kalian ngga bangunin." oceh Lili
Rivan tersenyum.
"Kirain ada apa, tadi pagi Bapa sama Ibu udah pergi, bareng Aden juga. Katanya ada urusan, jadi kalian berdua sengaja ngga masuk sekolah. Iyauda sekarang mandi dulu, Bibi udah siapkan sarapan." jelas Bi Aa
Lili terkejut, "Kenapa mereka ngga pamit ke aku juga."
"Bibi ke dapur aja ya, Lili biar aku yang urus nanti." ucap Rivan
Bi Aa mengangguk seraya keluar.
"Lo ngeselin banget."
"Ngeselin kenapa ? Dari tadi gua diem."
Lili diam tidak menggubris.
"Sekarang lo mandi." ucap Rivan pelan
Lili menoleh kearah Rivan. Ia baru sadar jika Rivan itu sedang sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
RIVAN
Teen FictionMenjalin hubungan dengan Lili, tidak mudah untuk hubungannya berjalan mulus. Rivan Eldaren, cowok yang terkenal dengan sikap dinginnya, mulai menjatuhkan hatinya untuk Lili Ravenna. Cewek cantik yang cukup populer di SMA 1 Cendrawasih. "Seluruh seme...
