Rivan berjalan masuk kedalam sekre dengan amarah yang sudah memuncak. Ia marah saat melihat Fafian sudah sangat dekat dengan Lili. Rasa cemburu yang Rivan rasakan membuat dirinya hilang kendali melihat Fafian yang berani memeluk Lili. Ia melihat Fafian yang tengah memainkan ponselnya. Rivan langsung menarik jaket Fafian, dan memukul Fafian membuat tubuh Fafian tersungkur kearah sofa. Sontak anak yang lain langsung terkejut melihat itu.
"RIVAN! Kenapa lo mukul Fafian." Seru Galih
Fafian berdiri merapihkan jaketnya.
"Diem, Gal. Ini urusan gua sama penghianat ini." kata Rivan
"Dan lo! Harusnya gua tanya sama lo, maksud lo apa deketin Lili. Lo tau kalo gua masih sayang dia." Rivan kembali menghajar Fafian
"Ketua udah, inget Fafian itu sahabat lo!" Kata Fazan
"Persetanan dengan kata, SAHABAT! Lo bilang dia sahabat gua, seorang sahabat nggak akan nikung sahabatnya sendiri." Seru Rivan
"Ck! Pukul gua sesuka lo, dan seorang cowok sejati nggak akan pernah mainin perasaan ceweknya, apalagi sampai tega bikin luka hatinya." Kata Fafian
"Harusnya lo sadar, Rivan! Lo udah nyakitin Lili dengan lo deket sama Dayna. Lo sayang sama Lili, dan lo juga nyaman sama Dayna. Lo itu egois, lo pilih salah satu dari mereka, bukan lo malah nyakitin hati cewek yang lo sayang." Sambung Fafian
"Bener kata Fafian, lo egois, harusnya lo pilih salah satu dari mereka." kata Dior
"Bagus, Ketua, lo udah lepasin merpati, dan merpati itu nggak akan pulang lagi." Jefan menepuk bahu Rivan
Rivan diam. Entah kenapa hatinya bimbang, bahkan ia sadar kalo ia sudah membuat Lili kecewa berulang kali. Rivan mencerna semua perkataan sahabatnya. Fafian melangkah pergi, ia tidak peduli dengan Rivan atau yang lainnya Fafian langsung melajukan motornya. Rivan menatap diam Fafian yang pergi, Galih menoleh kearah Rivan.
"Bagus." Sinis Galih, "Sekarang lo baru menyesal." sambung Galih
"Sore ini acara pembukaan kafe Lili. Kita semua bakal hadir, lo mau ikut, Van ?" Tanya Fazan
"Ngga!" Ucap Rivan lalu pergi
✡✡✡✡✡
Lili, Icha, Lintang dan Linggar sedang mempersiap untuk pembukaan Kafe milik Lili sore nanti.
"Lo istirahat dulu, dari semalem lo belum tidur karna terus urus semua ini." ucap Linggar
"Lili, lo istihat ya, gua takut lo sakit nantinya." kata Lintang
"Tenang aja, Lili. Ada kita bertiga yang bakal bantuin lo." ucap Icha
"Nggak papa, gua belum cape." ucap Lili pelan
Sebenarnya Lili sangat cape. Bahkan dari semalam ia belum juga istirahat, karena mempersiapkan untuk pembukaan Kafe. Fafian masuk kedalam, mereka langsung menoleh kearah Fafian.
"Fafian, lo ngapain kesini ?" Tanya Icha
"Lo sendirian ?" Tanya Linggar
"Iya gua sendirian. Gua kesini mau bantuin persiapin pembukaan sore nanti." ucap Fafian
"Fafian ?" Panggil Lili
"Kenapa, Lili ?" balas Fafian tersenyum
Linggar memperhatikan cara Fafian tersenyum dan menatap Lili sangat berbeda, seperti tatapan suka terhadap adiknya.
Apa jangan-jangan Fafian suka sama adik gua ? Tapi mana mungkin. Batin Linggar
"Kenapa lo sendirian, yang lain mana ?" Tanya Linggar
KAMU SEDANG MEMBACA
RIVAN
JugendliteraturMenjalin hubungan dengan Lili, tidak mudah untuk hubungannya berjalan mulus. Rivan Eldaren, cowok yang terkenal dengan sikap dinginnya, mulai menjatuhkan hatinya untuk Lili Ravenna. Cewek cantik yang cukup populer di SMA 1 Cendrawasih. "Seluruh seme...
