Terbelenggu oleh rasa yang mengikatnya pada seseorang di masa lalu, dan bayang-bayang akan kenangan indah bersama seseorang di masa lalunya memaksa Davina membangun dinding pembatas antara dirinya dan orang-orang yang berada disekitarnya, juga terha...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semua pelajaran di sekolah hari ini sudah berakhir, Davina bergegas memasukan buku ke dalam tasnya dan berjalan keluar kelas.
Bel berbunyi 3 menit yang lalu, handphone di saku baju Davina berdering menandakan pesan masuk. Davina membuka aplikasi whatsapp-nya, tertera nama Kak Andre disana
Kak Andre Na,cepetan ke parkiran
Davina Iya kak sebentar Sent
Davina menutup aplikasi whatsappnya dan berjalan meninggalkan kelas.
"Eh Na, kenapa buru-buru?"tanya Friska pada Davina
"Kak Andre udah nunggu di parkiran Fris, gue duluan ya" jawab Davina.
"Iya hati-hati ya, Na."
Ketika Davina hendak ke luar kelas lagi-lagi seseorang memanggil namanya,
"Davina!"
"Ada apa?" tanya Davina
"Na, itu g-gue mau minta nomor handphone lo dong, biar ntar kalo gue gak masuk bisa langsung sms lo buat izin."
Yaelah ni anak baru gak bisa ditunda besok apa, gak tau orang lagi buru-buru batin Davina menggerutu.
"Ya udah tulis nomernya 08xxxxxxxxx. Gue duluan, Dam." Davina berlalu meninggalkan Damian yang kini tengah teesenyum kegirangan.
Davina berlari menuju parkiran, Andre paling tidak senang menunggu bisa-bisa dia ditinggal pergi.
Davina melihat Andre bersandar di motornya sambil memainkan ponselnya
"Maaf Kak nunggu lama, tadi gurunya lama keluar," ucap Davina.
"Ya udah naik." Titahnya sambil memberikan helm dan jaket miliknya pada Davina
"Buat apa?" tanya Davina bingung
"Pake aja, jangan cerewet deh Na." Ucap Andre kesal.
"Iya, iya..., udah yuk jalan. "
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.